10 Hal yang Patut Dicontoh dari Negara Lain

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan budaya negara-negara orang lain. Ada baiknya jika kita bisa belajar hal-hal baik dari budaya negara lain dan mengimplementasikan serta menyesuaikannya pada diri kita agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Seperti contohnya, masyarakat Jepang sangat terkenal dengan kedisiplinan mereka pada waktu. Mereka sangat menghargai waktu yang mereka miliki, sehingga persentase keterlambatan di Jepang sangatlah sedikit. Ini hal baik yang sudah seharusnya kita pelajari dan kita lakukan di negeri kita sendiri, bukan?

Nah, hari ini kita akan membahas 10 hal positif yang bisa kita ambil dari budaya masyarakat di Tiongkok. Mau tahu ada apa saja? Lihat sampai habis, ya!

1. Bekerja tanpa perhitungan

Masyarakat di Tiongkok terkenal dengan kesukaannya pada pekerjaan mereka. Karena itu, jika sudah berhubungan dengan pekerjaan, mereka tidak akan menjadi perhitungan dan akan selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya agar bisa membuahkan sesuatu yang maksimal. Hal ini sangat baik dan tentunya harus kita pelajari juga! Karena, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, bukan?

2. Berhemat

Berhemat, ya! Bukan pelit! Masyarakat di Tiongkok paham betul mana yang mereka anggap kebutuhan dan keinginan. Mereka akan selalu memprioritaskan kebutuhan mereka di atas keinginan. Hal ini membuat mereka jauh dari hidup kesulitan karena mereka tidak menghambur-hamburkan uang dengan cara yang salah.

3. "Waktu adalah uang"

Mirip seperti budaya di Jepang. Masyarkat di Tiongkok juga sangat menghargai waktu mereka sendiri dan orang lain. Tepat waktu adalah sebuah kewajiban. Mereka tidak mau membuang-buang waktunya atau orang lain dengan datang terlambat. Karena, mereka percaya bahwa waktu yang terbuang akibat terlambat sudah seharunsya bisa digunakan untuk hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Keren, ya?

4. Kerja cerdas, bukan kerja keras

“Kalau ada cara yang mudah, kenapa harus cara yang susah?” Mungkin kalian sudah pernah mendengar kata-kata tersebut. Nyatanya, masyarakat Tiongkok bisa dibilang memegang teguh kata-kata ini. Mereka akan selalu berusaha bekerja seefisien mungkin agar mereka tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga yang seharusnya bisa disalurkan untuk hal lain, namun bisa tetap menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

5. Pandai melihat peluang usaha

Sudah bukan rahasia umum, jika kita melihat orang Tionghoa, yang tebersit di kepala kita adalah mereka pintar berbisnis, kan? Itu benar sekali! Masyarakat di sana, bisa melihat dan berpikir cepat saat mereka menemui sebuah kasus permasalahan. Mereka akan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dan mendapatkan keuntungan sekaligus. Two birds in one stone, kan?

6. Pintar menabung untuk masa depan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masyarakat di Tiongkok memang pandai dalam urusan keuangan. Karena mereka tidak sering menghambur-hamburkan uang untuk hal yang kurang penting atau krusial, biasanya mereka akan memilih untuk menabung uang mereka. Namun, sebenarnya enggak hanya menabung, banyak dari mereka yang menggunakan “sisa” uang mereka sebagai peluang yang akhirnya mereka gunakan untuk berinvestasi atau hal lainnya yang bisa membawakan mereka keuntungan juga.

7. Menjaga tradisi keluarga

Bisa kalian lihat dari berbagai film yang memiliki karakter orang Tionghoa atau latar di Tiongkok. Banyak sekali keluarga yang masih berhubungan dengan kerabat jauhnya atau bahkan sampai ke buyut mereka. Hal ini dikarenakan budaya di sana mengajarkan untuk tidak melupakan keluarganya dan harus selalu berusaha untuk berhubungan dengan keluarga. Memutuskan tali silaturahmi adalah hal yang dianggap sebelah mata di sana. Keluarga dan tradisi yang ada di dalam keluarga tersebut dianggap sebuah legacy yang sebaiknya dijaga selama mungkin. Jika kalian menonton ‘Crazy Rich Asian’, kalian pasti ingat saat keluarga kaya raya itu sedang mengajarkan cucu-cucunya cara membuat dumpling, kan?

8. Disiplin dalam bekerja

Melakukan pekerjaan atau hal yang sudah dipercayai seseorang adalah dianggap sebagai sebuah amanat yang benar-benar harus dijaga dan dilakukan dengan baik. Masyarakat di Tiongkok. Rasa tanggung jawab inilah yang membuat mereka selalu berusaha sekuat tenaga dan mencurahkan seluruh usaha mereka untuk memberikan yang terbaik.

9. Tidak takut gagal

Meski mereka disiplin dan bekerja keras, masyarakat di Tiongkok adalah tipe masyarakat yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi! Jika mereka ingin tahu tentang sesuatu, mereka akan mencoba mempelajarinya dan mengimplementasikan sesuai dengan yang mereka mau. Mereka tidak takut gagal, karena mereka akan berusaha melakukan yang terbaik. Kalau pun mereka akan tersandung suatu masalah yang harus membuat mereka sedikit mundur, mereka pasti bisa kembali maju!

10. Mengedepankan edukasi anak

Masyarakat di Tiongkok yakin bahwa generasi yang akan mendatang adalah generasi yang terpenting dan harus mereka jaga serta didik sebaik mungkin. Para generasi sebelumnya akan berusaha untuk memfasilitasi generasi baru dengan pendidikan yang terbaik agar negaranya tetap bisa berjalan dengan baik dan bahkan bisa menjadi berkembang semakin baik lagi. Karena itu, enggak heran, ya, kalau banyak murid-murid dari negara lain yang juga ingin melanjutkan studi mereka ke negara ini!

Apakah kalian juga ingin si kecil bisa merasakan pendidikan yang terbaik juga di negara ini? Wah, kalau seperti itu, kalian harus bisa mempersiapkan diri anak agar mereka terbiasa dengan bahasa Mandarin, kan? Untungnya, dengan perkembangan zaman yang kian pesat ini, ada banyak sekali cara untuk kalian memberikan pendidikan yang terbaik untuknya. Salah satunya adalah di LingoAce!

LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Program belajar di LingoAce sudah disesuaikan dengan kemampuan anak-anak di usia tersebut dan kalian bisa memilih program belajar mana yang lebih sesuai untuk anak kalian.

Di LingoAce, kurikulum yang digunakan LingoAce juga sudah terakreditasi secara global serta bisa menyesuaikan dengan kemampuan anak karena LingoAce Indonesia memiliki dua jenis kurikulum, yaitu Kurikulum International dan Kurikulum Singapore.

Jika anak belum bisa bahasa Mandarin sama sekali atau belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya, Kurikulum International akan lebih disarankan karena anak akan diajarkan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan anak yang sudah pernah belajar bahasa Mandarin akan disarankan mengikuti program belajar Kurikulum Singapore.

Namun, jika kalian bingung, tenang saja! Ada kelas free trial, agar kalian bisa melihat sudah sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin anak dan mendapatkan konsultasi dari Tim LingoAce supaya kalian bisa dibantu dalam memilih keputusan.

Guru-guru yang mengajar di LingoAce juga native speaker dari Tiongkok yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya. Enggak perlu khawatir dan bingung memikirkan kualifikasi mereka, mereka adalah guru-guru pilihan terbaik yang sudah direkrut dengan melewati berbagai macam ujian dan pelatihan!

Kelas di LingoAce dibuat dengan seru dan interaktif, belajar di LingoAce akan terasa seperti bermain bersama teman-teman! Namun, jika kalian lebih suka belajar sendiri, di LingoAce juga ada kelas privat, kok! Pilihan belajar bahasa Mandarin yang sangat menarik, bukan?

Jadi penasaran, kan? Yuk, daftar kelas free trial LingoAce sekarang!