3 Fakta tentang Anak Ketiga, si Negosiator Ulung?

Ada banyak orang tua yang terheran-heran melihat betapa berbedanya karakter anak-anak mereka. Parahnya lagi, para orang tua ini juga kerap mengabaikan fakta bahwa kondisi perkembangan untuk anak-anak mereka sangat berbeda.

Faktanya, salah satu faktor kunci dalam pengembangan dan citra diri seorang anak adalah posisi kelahiran mereka dalam keluarga. Karena tergantung pada posisi anak sebagai yang tertua, anak kedua atau ketiga, ia akan mendapatkan posisi yang berbeda dalam keluarga. Beberapa faktor ini juga yang membuat anak ketiga dapat mengembangkan tiga karakter unik di bawah ini.

1. Berani menghadapi risiko

Meskipun anak ketiga biasanya punya standar khusus dari para orang tua mereka, tetapi, kondisi ini tidak terlalu banyak mempermudah kehidupan mereka. Malahan, banyak orang tua yang terkadang kurang mudah terkesan dengan prestasi anak ketiga karena mungkin, milestone ini sudah didapat dari saudara kandungnya yang lebih tua.

Oleh karena itu si bungsu sering mengembangkan cara lain untuk mendapatkan perhatian. Seringkali, si anak akan menjadi joker dalam keluarga dan memanfaatkan "kecerobohan" orang tua untuk mengikuti perkembangan anak mereka. Hal ini sering membuat anak ketiga menjadi lebih berani dalam mengambil risiko.

2. Mampu beradaptasi lebih cepat

Karena peran saudara kandung yang lebih tua, anak ketiga juga dapat berkembang lebih cepat daripada saudara kandung mereka. Dan hal ini terjadi bukannya tanpa alasan. Ini karena, si kecil terlahir dengan komunitas keluarga yang biasanya sudah terbentuk dan sudah solid dalam pembagian perannya.

Anak ketiga juga terkadang berada dalam kondisi tantangan yang lebih sulit dibandingkan dengan anak-anak sebelumnya. Oleh karena itu, anak-anak ini tumbuh besar dengan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan mampu menghindari masalah dengan kemampuan analitiknya.

3. Ringan tangan

Tidak seperti anak sulung, anak ketiga tidak pernah memiliki hak istimewa untuk memiliki segalanya untuk diri mereka sendiri. Hal ini bahkan berlaku untuk semua hal dari mainan sampai perhatian orang tua. Alhasil, berbagi adalah bagian konsep yang dipahami anak ketiga sejak awal kehidupan, terlepas dari mereka suka atau tidak.

Nah, meski kedengarannya mengecewakan, namun memahami konsep berbagi adalah hal penting ketika anak tumbuh besar. Si anak kini jadi dapat lebih berempati pada kondisi orang lain dan menjadi personal yang suka menolong.

Membantu perkembangan anak ketiga

Beberapa kata kunci dalam profil anak ketiga adalah periang, aktif, dan pembelajar yang tekun. Meski tiap anak memiliki karakter yang akan berbeda namun dengan tingkat kecondongan yang sama, para orang tua harus mengarahkan anak bungsu mereka ke pola belajar tambahan yang ringan namun dapat membantu perkembangan anak.

Salah satu opsi terbaiknya adalah dengan enroll ke LingoAce. Penyedia les bahasa Mandarin ini memiliki pendekatan belajar yang unik dengan menggunakan game, ilustrasi digital, animasi dan beberapa metode belajar digital lainnya. Anak-anak yang belajar di LingoAce juga akan langsung diajarkan oleh para pengajar native speaker yang sudah terakreditasi secara global. Plus, kurikulum yang diajarkan selama proses belajar mengajar juga sudah disiapkan secara khusus sesuai kebutuhan si kecil.

Anak-anak yang sudah memiliki kemampuan dasar bahasa Mandarin akan diajarkan dengan silabus standar Singapura. Sementara si kecil yang masih baru mengenal bahasa asing ini akan belajar dengan kurikulum internasional.

Gimana? Penasaran dengan layanan terbaik dari LingoAce? Ayo daftarkan si buah hati sekarang juga dengan menggunakan kelas kelas free trial gratis. Ditunggu, ya!