3 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Psikomotor Anak

Perkembangan psikomotor adalah proses akuisisi keterampilan progresif pada anak. Keterampilan ini mencakup struktur otak, otot dan saraf, serta kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka. Perkembangan ini ditandai dengan berbagai tahap keterampilan belajar yang akan mengikuti satu sama lain secara berantai dan yang sangat mungkin akan berbeda dari satu anak ke anak lainnya berdasarkan berbagai faktor

Faktor yang memengaruhi

perkembangan psikomotorik anak
Penting untuk dicatat bahwa, meskipun tahapan yang dilalui perkembangan psikomotor sama pada semua anak, namun rasio kecepatan di mana keterampilan ini diperoleh tidak akan sama untuk semua orang dan akan bergantung pada berbagai faktor. Secara khusus, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan psikomotorik anak adalah:

1. Faktor genetik

Gen yang diwarisi dari orang tua akan menentukan, sebagian besar dari perkembangan anak. Bagian dari bukti ini adalah bahwa, misalnya, meskipun beberapa bersaudara dibesarkan dalam kondisi lingkungan yang sangat identik, mereka tidak mencapai tahap perkembangan pada waktu yang sama. Perkembangan yang diakibatkan oleh karakteristik merubah kecenderungan genetik yang kuat dan berdampak pada perubahan tingkat aktivitas setiap bayi dan waktu yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang berbeda. Beberapa hal-hal berikut juga memiliki dampak lingkungan besar pada perkembangan anak:

  • Temperamen
  • Kemandirian
  • Berat lahir
  • Kemampuan beradaptasi

2. Faktor lingkungan

Lingkungan mengacu pada jumlah stimulasi fisik dan psikologis yang diterima anak dan memainkan peran mendasar dalam perkembangannya. Faktor lingkungan dapat berfungsi untuk meningkatkan kualitas yang telah dimiliki bayi dalam gennya. Sebaliknya, lingkungan yang kurang baik dapat memperlambat proses belajar si buah hati. Karena itu, akan sangat penting bagi bayi dari 0 hingga 12 bulan untuk selalu berada dalam lingkungan yang memfasilitasi pertukaran interaksi aktif. Faktor-faktor lingkungan berikut ini sangat krusial dalam menentukan perkembangan psikomotor anak:

  • Waktu yang dihabiskan untuk menyusui
  • Tingkat sosial ekonomi keluarga
  • Kehadiran ayah dan ibu
  • Jumlah anak
  • Tingkat pendidikan orang tua.
  • Stimulasi di rumah

3. Penyakit atau masalah saat lahir

Poin ini memang masih mencakup aspek genetik dan lingkungan, tetapi mengingat tingkat urgensinya, maka potensi masalah ini perlu disebutkan dalam paragraf terpisah. Masalah ibu selama kehamilan, seperti diabetes, hipertensi, preeklamsia atau infeksi intrauterin, dan komplikasi dalam persalinan dapat berdampak negatif pada perkembangan bayi di masa depan. Demikian juga, bayi prematur, mereka yang kekurangan berat badan dan mereka yang memiliki masalah dalam beberapa hari pertama kehidupan sangat mungkin untuk memiliki rasio perkembangan psikomotor yang jauh lebih lambat.

Menstimulasi perkembangan anak dengan LingoAce

Stimulasi sejak dini adalah teknik berbasis sains untuk meningkatkan perkembangan motorik, kognitif, sosial dan emosional anak, yang berfokus pada rangsangan yang berbeda pada setiap tahap pertumbuhan. LingoAce mengambil pendekatan berbasis sains ini dan kemudian mengelevasikannya dalam bentuk metode belajar.

Bukan hanya tentang belajar saja, startup EduTech kelas dunia ini juga menawarkan pengalaman belajar yang imersif bagi setiap peserta didik. Situs kursus bahasa Mandarin ini memakai metode personality approach dengan metode empat-ke-satu. Nantinya, tiap peserta didik akan dibantu oleh empat profesional dari Course Consultant, Learning Advisor, guru native speaker, dan Operation Specialist untuk memastikan media pembelajaran dan suasana belajar telah sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Kelas eksklusif juga jadi jurus kunci LingoAce yang kini telah menjadi destinasi belajar lebih dari 300 ribu murid dari 80 negara berbeda. Yuk, kapan lagi bisa belajar dengan guru native speaker dengan biaya mulai dari Rp 83 ribu saja. Coba kelas gratisnya sekarang!