4 Dampak Negatif dari Kebiasaan Membentak Anak Remaja

Tidak lagi dapat dibantah bahwa mengasuh anak adalah salah satu tugas tersulit dan paling menantang. Kondisi ini menjadi semakin rumit ketika anak berperilaku buruk, bertindak atau menolak untuk mendengarkan orang tua. Pada momen itu, membentak seolah terasa jadi opsi yang paling naluriah untuk dilakukan, tetapi faktanya, membentak anak telah terbukti memiliki efek psikologis yang merugikan bagi si kecil.

1. Membuat perilaku anak menjadi semakin buruk

Meski membentak dapat membuat anak berhenti melakukan apa pun yang sedang mereka lakukan, namun perilaku ini terbukti dapat menciptakan masalah yang lebih rumit di masa depan. Anak-anak akan selalu mencari cara baru untuk mengeksplorasi hal-hal baru dalam hidup mereka. Jadi, ketika orang tua mereka berteriak atau membentak mereka untuk menghentikan atau memaksa untuk melakukan hal tertentu, maka si anak mungkin akan mencoba sesuatu hal yang lebih berbahaya pada waktu berikutnya.

Hal ini akhirnya akan dapat menjadi sebuah lingkaran setan perilaku buruk yang semuanya dimulai dengan bentakan dari orang tua. Selain itu, kebiasaan ini akan membuat si buah hati menjadi enggan untuk mendengarkan orang tua mereka setelah mencapai usia tertentu. Bahkan, membentak anak juga dapat membuat mereka menjadi lebih agresif karena mereka akan terus mencari cara untuk membela tindakan yang mereka lakukan.

2. Menyebabkan masalah perkembangan otak

Membentak juga dapat memberikan dampak emosi negatif yang membombardir otak anak. Secara umum, otak manusia cenderung lebih cepat memproses pikiran negatif ketimbang positif. Inilah mengapa, kebiasaan membentak anak dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam perkembangan otak si kecil.

3. Menimbulkan depresi

Anak-anak yang sering dibentak oleh orang tuanya diklaim lebih gampang terjerumus dalam jurang depresi. Si kecil dapat mengembangkan rasa rendah diri dan menderita kurangnya kepercayaan diri. Anak kerap merasa bahwa diri mereka tidak cukup handal dalam melakukan berbagai kegiatan, dan sebagai hasilnya, akan sangat lebih mungkin untuk terjebak depresi ketika tumbuh dewasa.

4. Mempengaruhi kesehatan

Membentak juga jadi penyebab stres utama pada anak-anak yang sayangnya, ternyata memiliki dampak pada kesehatan fisik mereka. Dalam beberapa kasus bahkan, membentak anak dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Beberapa anak cenderung dapat mengalami masalah arthritis, sakit punggung, masalah pada leher, sakit kepala parah, dan lain-lain.

Mengelola emosi dengan mengarahkan anak ke aktivitas yang positif

Tendensi untuk meluapkan amarah perlu dikelola dengan baik oleh para orang tua. Kebiasaan membentak telah terbukti tidak memiliki dampak positif apapun pada si kecil. Jika memang anak kebetulan berada dalam spektrum aktif yang sulit untuk dikontrol maka ada baiknya untuk mengarahkan energi si buah hati pada aktivitas yang positif.

Belajar bahasa asing bisa jadi salah satu opsi yang paling mudah untuk dilakukan. Tapi pastikan terlebih dahulu penyedia jasa layanan kursus Mandarin online ini memiliki pendekatan personal yang baik seperti LingoAce. Berbeda dengan tempat les online bahasa Mandarin lainnya, startup EduTech ini memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif dan efektif.

Selain itu, orisinalitas topik belajar juga sangat teruji karena nantinya, tiap peserta didik akan diajarkan langsung oleh guru native speaker. Para tenaga pengajar ini bukan orang-orang biasa karena hanya mereka yang sudah terakreditasi CTCSOL internasional dan juga telah lulus Ujian Kemampuan Putonghua dengan nilai 2-A.

Ayo, daftarkan si kecil sekarang juga, kapan lagi bisa belajar bahasa Mandarin dengan biaya terjangkau mulai dari Rp 83 ribu.