5 Hal yang Harus Parents Lakukan Jika Anak Mengalami Bullying

Jika orang tua mencurigai bahwa anak mereka telah menjadi korban bullying, maka akan sangat tidak disarankan untuk secara gamblang menyudutkan mereka dengan pertanyaan, "apakah kamu di-bully?" Alih-alih menyelesaikan masalah, pendekatan frontal ini malah membuat keadaan menjadi lebih runyam.

Para psikolog menyarankan untuk menunjukkan apa yang dirasakan ketimbang pendekatan langsung pada korban perundungan. Misalnya, Anda dapat mengatakan, "sepertinya kamu tidak lagi banyak bicara tentang keseharian kamu di sekolah" atau "sepertinya kamu tidak begitu sehat."

Pola ini diklaim lebih akan dapat membuat anak menjadi lebih terbuka dan akan lebih mudah menceritakan apa yang terjadi. Faktanya, anak yang menjadi korban bullying membutuhkan rasa keamanan, dukungan, dan perasaaan telah didengarkan serta dianggap serius.

Setelah dari fase ini, maka para orang tua perlu menyiapkan beberapa cara untuk dapat menanggulangi masalah perundungan yang diderita si anak.

Mengembangkan strategi penyelesaian

Bullying tidak akan selesai dengan sendirinya. Tidak ada gunanya jika orang tua bertindak sendiri dan langsung menghadapi si pelaku atau orang tuanya. Sering kali orang tua korban intimidasi bereaksi dengan mencoba membela diri dan malah, situasinya akan menjadi semakin buruk.

Saat si penindas melampiaskan amarahnya pada korbannya, situasi perundungan sering kali akan bertambah menjadi lebih buruk. Alhasil, para orang tua tidak boleh memutuskan tanpa anak-anak mereka dan selalu libatkan mereka dalam realisasi tindakan selanjutnya. Dengan cara ini, orang tua dan anak dapat bersama-sama mengembangkan strategi untuk situasi berikutnya.

Meminta bantuan beberapa pihak

Jika bullying terjadi di sekolah, guru, kepala sekolah, dam komite sekolah harus diberi tahu sesegera mungkin. Secara bersama-sama, solusi dapat dicati dan semua anak yang terlibat dapat didampingi. Ketika orang tua dan sekolah berkomunikasi satu sama lain, maka potensi intimidasi akan lebih cepat dikenali, dihentikan, dan diselesaikan.

Selain itu, sebagai orang tua yang baik, lakukan beberapa hal ini jika anak telah menjadi korban perundungan:

  1. Waspadai dan amati perubahan pada perilaku anak. Tanyakan secara rutin tentang bagaimana perasaannya di sekolah, dengan teman-teman, di kelas ekstrakurikuler, dan lain-lain.
  2. Bicaralah dengan putra atau putri Anda tentang ciri-ciri kasus perundungan dan tunjukkan kepada mereka bagaimana cara mengenalinya dan bagaimana cara bereaksi yang tepat. Tentukan bersama garis tindakan dan strategi.
  3. Jika Anda mencurigai sesuatu, tanyakan dengan lembut dan tawarkan dukungan. Anak-anak yang tahu bahwa orang tua mereka perhatian pada mereka, akan lebih mungkin untuk terbuka ketiga ada sesuatu yang salah.
  4. Beri tahu anak-anak bahwa mereka selalu dapat meminta bantuan Anda sebagai orang tua atau meminta bantuan guru di sekolah.
  5. Ajarkan cara berinteraksi tanpa kekerasan, tunjukkan metode keterbukaan dan keberanian moral, serta ambil sikap tegas terhadap intimidasi. Dorong anak-anak untuk membela orang lain dengan berani dan tidak hanya menerima perilaku yang tidak adil.

Kemampuan linguistik dan kecakapan berbicara anak bisa jadi salah tameng untuk menghindarkan anak dari bullying. Itulah mengapa, para orang tua perlu untuk terus menggali potensi ini dengan salah satunya, mendaftar ke LingoAce. Startup EduTech yang fokus menjadi platform kursus bahasa Mandarin ini memiliki kombinasi seimbang antara silabus internasional yang autentik dan tenaga pengajar yang profesional.

Platform e-learning ini juga menggunakan sederet teknologi digital terbaru untuk memastikan bahwa semua murid yang sudah mendaftar dapat merasakan pengalaman belajar bahasa Mandarin yang imersif. Yuk, daftar sekarang mumpung masih ada kelas kelas free trial gratis!