7 Cara Mengatasi Anak Remaja yang Suka Memberontak

Masa remaja adalah periode aktualisasi diri dan pencarian karakter. Namun, dengan perkembangan hormonal, fisikal dan mental yang saling tumpang tindih, periode ini juga menjadi salah satu fase paling bebal dari seorang anak. Sayangnya, ada banyak orang tua yang tidak mengerti akan hal ini dan alih-alih merangkul anak mereka, memilih jalan represif yang biasanya malah berdampak pada reaksi memberontak dari anak.

Tapi tenang, artikel ini akan mengupas beberapa rekomendasi tips cara mengatasi anak remaja yang suka memberontak. Sebelum itu, patut dicatat bahwa tidak semua tips dalam artikel ini dapat memiliki dampak efektif untuk untuk keluarga yang sama atau untuk remaja yang sama. Intinya, para orang tua setidaknya bisa mempelajari keadaan yang paling menguntungkan untuk penerapannya.

1. Tetapkan batas yang jelas dan lugas

Ingatkan anak bahwa dalam koeksistensi keluarga ada serangkaian aturan yang harus dihormati tanpa ada alasan apa pun. Penting juga untuk diingat bahwa orang tua perlu menegakkan konsekuensi pada anak jika mereka melanggar aturan tersebut.

2. Investasikan waktu dan tenaga untuk anak

Dunia yang serba cepat dan modern kerap membuat para orang tua terlalu sibuk memikirkan tugas mencari nafkah dan melewatkan peran mendidik anaknya. Ada potensi masalah yang besar dalam skenario ini dan karenanya, ini mungkin jadi waktu yang tepat untuk mengelola kembali waktu dan tenaga untuk anak.

3. Teguh dalam mengambill keputusan

Sebagai orang tua, jangan pernah ragu untuk menjaga gaya hidup jujur dan bertindak sesuai dengan apa yang telah dicanangkan. Kita harus memberi contoh yang baik dalam berperilaku sehingga anak memiliki panutan yang fungsional.

4. Jangan membanding-bandingkan

Terus-menerus membandingkan anak remaja dengan saudara kandung atau teman-temannya dapat merusak konsep aktualisasi dirinya dan membuatnya menjadi semakin memberontak karena alasan ini.

5. Hindari tekanan

Remaja biasanya telah memiliki konsep dan tujuan hidup mereka sendiri. Orang dewasa harus menemani mereka dalam proses pemilihan ini, tetapi kita tidak boleh sepenuhnya menekan mereka untuk mencapai tujuan yang bahkan tidak masuk dalam rencana mereka.

6. Jujur pada anak

Jika anak kita salah, dia harus menanggung akibatnya, meskipun itu menyakiti kita dan kita merasa berkewajiban untuk melindunginya. Namun, jangan pula melindungi mereka dengan berbohong. Ketulusan adalah pendekatan yang biasanya tidak banyak digunakan para orang tua dengan anak-anak. Padahal, sikap ini adalah satu teknik paling efektif untuk mendekatkan orang tua dengan anak remaja mereka.

7. Arahkan ke aktivitas yang positif

Preferensi anak remaja biasanya sangat bergantung pada public image dan teman-temannya. Tendensi ini bisa jadi jalan pintas yang bisa digunakan oleh para orang tua. Gunakan keinginan anak untuk tampil keren di depan teman-temannya dengan mengarahkannya ke hal-hal yang positif. Misalnya, tampak pintar karena memiliki kemampuan bilingual adalah salah satu keinginannya. Maka orang tua bisa memilih layanan dari LingoAce untuk membantu si anak belajar bahasa Mandarin dengan lebih efektif dan imersif.

Layanan di LingoAce juga dibuat se-personal mungkin. Pada dasarnya, pendekatan yang dipilih para guru native speaker di situs les Mandarin online ini akan sangat bergantung pada kemampuan, kebutuhan emosional serta suasana belajar anak. Contohnya, jika murid yang lebih kecil enjoy belajar dengan menggunakan kuis interaktif dan lagu-lagu, maka murid remaja di LingoAce akan diarahkan dengan pendekatan gamifikasi dan animasi.

Hebatnya lagi, semua layanan yang terpersonalisasi ini dapat dinikmati semua peserta didik di LingoAce mulai dari Rp 83 ribu. Yuuk daftar sekarang, mumpung masih ada kelas free trial gratis.