7 Hak Anak di Sekolah yang Harus Parent Tahu

Hak dan kewajiban setiap orang berbeda-beda. Di setiap tempat pun, mereka juga akan mendapatkan hak dan kewajiban yang berbeda. Seperti contohnya, hak dan kewajiban dari seorang anak akan berbeda dari yang mereka dapatkan di sekolah dan di rumah.

Kewajiban mereka di rumah akan lebih mengarah pada hal-hal yang berhubungan pada kedua orang tuanya atau membantu hal-hal domestik, sedangkan di sekolah, kewajiban seorang anak akan terpusat pada kegiatan belajar mereka. Nah, kalau hak yang sudah sepantasnya seorang anak dapatkan selama berada di sekolah apa saja, ya? Untuk parents yang penasaran, yuk cek di sini!

1. Anak berhak untuk mendapatkan pengajaran yang baik

Tiap anak memiliki hak untuk diajarkan dengan baik dan benar oleh para guru di sekolahnya, tanpa memandang bulu. Hak ini bisa didapatkan jika para guru berhasil membawakan dan mengajarkan materi pelajaran dengan cara yang sesuai dengan pemahaman anak, serta memastikan mereka untuk tidak merasa tertinggal selama proses pembelajaran di sekolah berlangsung.

2. Anak berhak menggunakan fasilitas di sekolah yang ada

Fasilitas yang sudah disediakan dari sekolah—seperti lapangan, laboratorium, perpustakaan, ruang ekskul—untuk muridnya tentu memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk menunjang pembelajaran yang dilakukan selama berada di sekolah. Sudah menjadi hak tiap murid untuk menikmati tiap fasilitas yang ada itu, namun merupakan kewajiban anak murid itu juga untuk bisa menggunakan fasilitas dengan baik dan merawatnya agar tetap bisa digunakan oleh anak-anak lainnya.

3. Anak berhak mendapatkan kemanan selama berada di lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah harus menjadi suatu tempat yang aman dari segala macam bahaya. Pihak sekolah harus bisa memastikan bahwa lingkungan sekolah bisa menjadi tempat yang tidak mengacam bagi anak. Tidak hanya dari hal-hal yang berbau kriminal, seperti penculikan anak atau bahkan school shooting. Namun, sekolah juga harus bisa menjamin bahwa tiap anak bisa bebas dari perlaku bullying antarsiswa di dalam sekolah atau dari siswa di luar sekolah.

4. Anak berhak mendapatkan waktu istirahat dan makan yang cukup selama di sekolah

Durasi jam istiahat makan atau istirahat beribadah harus cukup dan sesuai untuk tiap anak. ‘Sibuk dengan pelajaran di sekolah’ tidak bisa menjadi sebuah alasan sehingga anak tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup selama di sekolah. Semua orang sudah tahu, hampir setengah hari anak akan dihabiskan untuk belajar di sekolah. Karena itu, pihak sekolah harus bisa memberikan jaminan bahwa anak tidak akan didorong untuk belajar terlalu parah sehingga mereka tidak bisa beristirahat.

5. Anak berhak untuk bertanya dan berpendapat

Sekolah bukanlah hanya menjadi tempat di mana guru menyuapi anak ilmu sebanyak mungkin. Selain diberikan ilmu, anak juga berhak untuk bertanya jika ada sesuatu yang tidak mereka pahami dan berpendapat tentang pelajaran yang sedang mereka pelajari atau memberikan pendapat pada gurunya tentang bagaimana cara agar mereka bisa memahami pelajaran lebih baik dan lebih cepat. Setelah mereka memberikan pendapat mereka, guru juga wajib untuk mendengar dan mencoba mengaplikasikan dan menyesuaikan sebisa mereka.

6. Anak berhak mendapatkan nilai yang adil

Tiap anak sudah sepantasnya diperlakukan adil oleh tiap guru dan semua staf yang berada di sekolah. Guru tidak boleh memiliki ‘anak kesayangan’ atau sebaliknya sehingga bisa menimbulkan perilaku yang tidak adil pada murid-muridnya. Anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan nilai sesuai dengan hal-hal yang sudah mereka kerjakan.

7. Anak berhak menyalurkan minat dan bakatnya di sekolah

Sudah sepantasnya sekolah memberikan wadah untuk belajar hal-hal yang tidak hanya berbau akademis, anak-anak bisa menyalurkan minat dan bakat mereka melalui kegiatan ekskul, seperti contohnya jika anak menyukai menari, bernyanyi, olahraga, dan masih banyak lagi. Sekolah harus berusaha untuk memberikan guru yang terbaik untuk memenuhi rasa penasaran mereka akan hal-hal ini.

Namun, bagaimana jika yang anak inginkan adalah bisa berbicara bahasa Mandarin dengan jauh lebih baik lagi? Parents bisa mencoba memberikan pilihan tambahan les bahasa Mandarin di luar sekolah untuk mereka! Selain bisa memenuhi rasa keingintahuan mereka, sebenarnya bahasa ini juga sedang ramai sekali diperbincangkan banyak orang, lho! Kini negara Tiongkok sedang menjadi perhatian dunia, perkembangan ekonomi negara Tiongkok yang sangat pesat telah membuat banyak orang ingin pergi ke sana dan mendalami budayanya.

Jika si kecil juga ingin belajar Mandarin, tentu saja hal ini bisa sangat bermanfaat untuk masa depan mereka, bukan? Ajak mereka belajar bahasa Mandarin di LingoAce! LingoAce ini adalah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Usia yang sangat baik untuk memulai minat dan bakat anak, kan?

Guru-guru yang mengajar di LingoAce adalah native speaker pilihan yang sudah diseleksi dengan berbagai ujian dan pelatihan yang sangat ketat. Jadi, skill guru yang mengajar di LingoAce sudah tidak perlu diragukan lagi, deh! Selain itu, kurikulum yang digunakan di LingoAce bukanlah sembarang kurikulum.

Kurikulum yang digunakan di LingoAce Indonesia ada dua macam; Kurikulum International dan Kurikulum Singapore. Program belajarnya pun juga dirancang dengan matang oleh tim LingoAce agar anak-anak tidak akan merasa bosan dan selalu senang saat belajar karena materi pelajarannya akan dipenuhi oleh berbagai macam permainan dan aktivitas interaktif seru lainnya!

Yang terakhir, ada kelas free trial yang bisa diikuti oleh semua anak dan orang tua agar mereka bisa mengetahui sudah sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin mereka, lalu bisa menentukan program belajar mana yang paling sesuai untuk si kecil. Seru banget, kan, belajar bahasa Mandarin di LingoAce?

Yuk, cobain daftar ke kelas free trial LingoAce langsung! Kalian tinggal klik di sini dan mendaftar! Ada banyak promo juga, lho, untuk kalian yang ingin belajar bahasa Mandarin di LingoAce!