Apa Arti dan Asal Salam Soja dalam Budaya Tionghoa?

Pernah dengar apa itu ‘salam soja’ sebelumnya? Meski kalian yang mungkin masih merasa asing dengan kata ini, kalian pasti pernah melihat seseorang melakukan salam soja sebelumnya. Salam soja adalah sebuah salam dengan mengepalkan kedua tangannya bersamaan dan kepalan ini diletakkan di depan dada orang tersebut.

Ternyata salam ini memiliki filosofi tersendiri. Mungkin, kalian biasanya melihat orang melakukan salam ini ketika Hari Raya Imlek atau hari raya masyarakat Tionghoa lainnya. Padahal, sebenarnya salam ini bisa dilakukan kapan pun seseorang ingin melakukan penghormatan. Salam ini juga bisa dilakukan sambil membungkuk atau berlutut.

Berdasarkan tradisi, posisi tangan yang tepat ketika melakukan salam soja adalah mengepalkan tangan kanan di depan dada lalu dibungkus dengan telapak tangan kiri. Hal ini memiliki arti filosofi Tiongkok di mana kaum pria (tangan kiri) berperan untuk melindungi kaum wanita (tangan kanan).

Filosofi ini juga ada dalam posisi patung siinga di muka kelenteng, rumah ibadah umat Konghucu. Di bagian kiri kelenteng adalah singa jantan yang mengenggam bola dunia, sedangkan di sebelah kanan, ada sebuah figur sang betina yang melindungi anaknya.

Lalu, posisi ibu jari juga sebaiknya diacungkan. Jempol kanan diposisikan lebih rendah dari yang sebelah kiri. Dengan begitu, keduanya akan membentuk huruf kanji ‘ren’ yang berarti orang. Selain itu, kata ini juga bisa memiliki makna kemanusiaan dan kasih.

Dalam tradisi mengaplikasikannya, posisi salam soja pun berbeda-beda, tergantung pada status orang itu sendiri. Jika posisi lawan bicaranya lebih rendah, maka salam soja ini akan dilakukan di bawah dada. Jika sederajat, setara dengan dada. Jika lebih tua atau di atasnya, di atas dada atau setara dengan wajah.

Menarik sekali, ya, budaya Tionghoa yang satu ini? Dari cara mereka melakukan salam saja ada hal-hal baru yang bisa kita semua pelajari. Di hari Imlek yang akan datang nanti, kalian jadi tahu, kan, bagaimana cara melakukan salam soja yang benar? Apakah kalian juga ingin si kecil bisa mempelajari budaya Tiongkok yang lainnya? Ada cara yang seru dan mudah untuk mereka, lho! Kalian bisa mengajak mereka untuk belajar bahasa Mandarin secara online di LingoAce!

Karena di sana, anak tidak hanya akan belajar bahasanya saja, mereka akan belajar budaya-budaya serta hal lainnya yang berhubungan dengan negara Tiongkok dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Karena, pembelajaran bahasa Mandarin di LingoAce dilakukan oleh guru native speaker yang memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya dan sudah lulus Ujian Kemampuan Putonghua dengan sangat baik!

Kurikulum yang digunakan LingoAce juga beragam, mereka memiliki berbagai kurikulum untuk menyesuaikan kemampuan bahasa Mandarin anak dengan hal-hal yang akan mereka pelajari di dalam kelas.

Jadi, kalian enggak perlu khawatir, ya, jika si kecil belum bisa bahasa Mandarin sama sekali, LingoAce memiliki program belajar yang cocok untuk menemani si kecil belajar bahasa Mandarin dari nol! Platform yang digunakan LingoAce juga sudah bersertifikat kidSAFE, sehingga bisa melindungi mereka dari berbagai macam cybercrime yang mungkin terjadi. Aman banget, kan?

Yuk, cobain saja langsung ikuti kelas free trial LingoAce! Dari kelas free trial ini saja kalian bisa mendapatkan banyak manfaat. Kalian bisa melihat seperti apa suasana kelas LingoAce, bertemu dengan guru LingoAce yang menyenangkan, dan bisa mendapatkan laporan penilaian kemampuan si kecil yang sangat lengkap.