Cara Membicarakan Bullying dengan Anak yang Tepat

Bullying dan cyberbullying bukan lagi masalah angin lalu yang bisa dibiarkan begitu saja. Kini, para orang tua harus memastikan bahwa anak mereka tidak terjerumus dalam perilaku tersebut, baik sebagai korban maupun pelaku perundungan.

Membicarakannya adalah hal yang mendasar. Hanya dengan pengetahuan dan pemahaman yang akan memungkinkan untuk mendekonstruksi mekanisme pencegahan yang sangat ofensif ini. Singkatnya, membicarakan tentang bullying adalah satu-satunya cara mencegah dan melawannya.

Hanya dengan cara ini, dengan mendidik generasi baru, untuk mencapai perubahan radikal dalam masyarakat kita. Tapi, bagaimana cara merealisasikan semua strategi ini? Bagaimana cara memberi tahu anak-anak tentang hal tersebut? Bagaimana menangani topik yang sensitif seperti perundungan? Strategi mana yang harus digunakan? Dan, kapan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini?

Tenang, tulisan ini akan mencoba menjawab seluruh pertanyaan tadi, menjelaskan tentang bullying kepada anak-anak, melalui pendekatan yang dirancang dan dilaksanakan secara mudah dan terarah.

Cara membicarakan tentang bullying dengan anak: Kisah Dua Apel

Untuk menjelaskan tentang konsep bullying kepada anak-anak, parents dapat menggunakan metode dua apel berikut ini.

Ada dua apel merah, yang tampaknya identik dari luar tapi salah satunya masih memiliki sedikit memar di bagian dalam. Anda dapat meminta pendapat anak sembari bertanya buah mana yang lebih mengunggah selera.

Ambil apel yang "buruk" tadi dan mulailah mengatakan hal-hal buruk tentang warna dan penampilannya. Kemudian, minta anak untuk melakukan hal sama dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang menyinggung tentang apel "buruk" tadi. Kemudian, ajak anak untuk mengucapkan kalimat-kalimat baik pada apel yang "baik".

Pada akhir rentetan aksi ini, ajak anak  untuk sesekali mengamati kedua apel. Tanpa ragu, ia pasti akan menyimpulkan bahwa tidak ada yang berubah dengannya. Lalu, potong kedua apel menjadi dua bagian. Apel yang "baik" harusnya akan memiliki daging buah yang jernih dan berair, sementara apel yang "buruk" tampak memar, pucat, dan tidak menarik.

Dengan demikian, anak-anak akan memahami bahwa tindakan pelaku intimidasi dan bullying tidak terlihat secara lahiriah tetapi melemahkan korban dari dalam yang tentunya juga berdampak buruk. Metode ini juga bisa sekaligus mengajarkan si kecil tentang cara menunjukkan atau memberi tahu orang lain tentang bagaimana perasaannya yang sebenarnya.

Metode ini hanyalah salah satu dari banyak cara untuk membicarakan tentang perundungan kepada anak-anak. Meski tidak selalu bisa dijadikan patokan, namun metode ini dapat menjadi titik awal untuk memperkenalkan konsep bullying kepada si buah hati.

Belajar bahasa Mandarin di LingoAce juga bisa menjadi salah satu opsi untuk membuat anak berada dalam lingkungan yang positif. Platform belajar bahasa Mandarin ini memiliki layanan empat-ke-satu di mana tiap murid akan dibantu oleh Course Consultant, Learning Advisor, guru native speaker, dan Operation Specialist.

Dengan bantuan empat profesional ini, anak akan dapat mendalami proses dan pengalaman belajar yang eksklusif dan jauh dari potensi bullying. Ayo, daftar sekarang juga dengan menggunakan link kelas free trial di sini