Pentingnya Membuat Anak Menjadi Terbuka pada Orang Tua

Menyesuaikan konsep umum dan abstrak pada usia dini adalah hal yang sangat rumit untuk dilakukan. Namun, pentingnya keterbukaan berarti bahwa meski sulit, akuisisi sifat ini menjadi sangat krusial karena setelah mencapai usia dewasa, anak akan lebih cenderung berperilaku sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah mereka pelajari selama masa kanak-kanak. Komitmen ini yang perlu diingat para orang tua jika ingin anak mereka terbuka dan bersikap transparan.

Membangun komunikasi

Orang tua perlu mendorong komunikasi yang sehat dalam rumah tangga karena hal ini adalah faktor kunci ketika membangun dan mempertahankan hubungan. Apapun alasannya, komunikasi yang efektif adalah batu pondasi penting untuk meningkatkan hubungan yang jujur dan terbuka dengan anak-anak.

Dalam riset yang diterbitkan dalam jurnal The Frontiers in Psychiatry menjelaskan bahwa komunikasi sebagai komponen kunci dalam mendukung seorang anak selama tahap perkembangan mereka. Komunikasi dengan anak memerlukan realisasi terjadinya dialog karena si kecil masih berkembang dan masih mencari tahu operasi dan fungsi dunia ini.

Tanpa perlu terlalu filsuf dalam pola komunikasi, orang tua bisa memulai dengan beberapa pertanyaan seperti:

  1. Apa kabar hari ini?
  2. Apa yang kamu suka/tidak suka tentang hari ini?
  3. Bagaimana hubungan kamu dengan teman-teman di sekolah?
  4. Apa yang ingin kamu ceritakan tentang hari ini?
  5. Apa kamu ingin mendengar tentang aktivitasku hari ini?

Meski terdengar sederhana, namun metode komunikasi ini sangat efektif untuk menjembatani hubungan antara orang tua dan anak.

Mendengarkan keluh kesah

Selain itu pola komunikasi yang baik, para orang tua juga perlu untuk mendengarkan secara aktif keluh kesah anak mereka guna memahami informasi yang disampaikan dan menanggapi kekhawatiran mereka dengan jujur. Penting untuk diingat bahwa, kejujuran adalah hal krusial ketika memberikan umpan balik pada masalah yang diungkapkan anak.

Dengan pola ini, anak akan merasa nyaman dalam mengungkapkan perasaan mereka kepada orang tua mereka sambil melepaskan diri dari stres yang tidak diinginkan. Secara integral, berkomunikasi dengan anak-anak adalah jembatan yang membangun hubungan saling percaya yang akan berlangsung sepanjang hidup mereka.

Hubungan saling percaya dengan anak

Orang tua dapat membangun fondasi yang kokoh dan persahabatan yang solid dengan anak mereka dengan membangun hubungan saling percaya. Coba pikirkan apa rasanya saat ketika orang tua Anda berbohong atau menyembunyikan informasi dari Anda. Pasti sakit, bukan? Tanpa kepercayaan tidak akan ada fondasi yang kuat dan tidak ada dasar yang lengkap untuk membentuk prinsip keterbukaan.

Jadi, biasakan untuk mengungkapkan perasaan terdalam pada anak dan tanamkan konsep mendukung dan membantu bahkan saat orang tua membutuhkan. Dengan kata lain, dengan bersikap terbuka dan jujur, para orang tua dapat menunjukkan arti transparansi sambil membangun hubungan saling percaya dengan anak.

Konsep transparansi juga jadi pilar utama dalam operasional LingoAce. Startup kursus bahasa Mandarin online online ini dengan sengaja menyiapkan kelas free trial gratis untuk dicoba para orang tua dan anak mereka dengan harapan bahwa konsep pengalaman belajar yang dipilih LingoAce cocok dengan metode belajar peserta didik.

Guna menyesuaikan dengan variasi metode belajar yang dimiliki peserta didik, platform les bahasa Mandarin online ini menyediakan opsi kelas eksklusif yang diisi maksimal enam peserta didik. Selain itu, pelayanan multilevel yang dimiliki LingoAce juga terjabarkan dengan komposisi empat profesional mulai dari Course Consultant, Learning Advisor, guru native speaker, dan Operation Specialist.

Yuk daftarkan buah hati Anda sekarang juga!