Pola Makan Sehat untuk Diet Remaja

Makan makanan yang sehat adalah salah satu bagian terpenting dari gaya hidup sehat. Kebiasaan ini juga merupakan sesuatu yang harus diajarkan dan diaplikasikan sejak usia muda. Dengan kebiasaan memakan junk food yang seolah sudah jadi norma baru dalam kehidupan modern, para orang tua harus pintar-pintar dalam mengelola diet anak remaja mereka.

Berikut ini adalah beberapa panduan umum untuk mengarahkan para remaja untuk makan makanan yang sehat. Jangan juga lupa untuk mendiskusikan diet si buah hati dengan penyedia layanan kesehatan sebelum membuat perubahan pola makan atau diet anak.

1. Hindari makan terlalu banyak daging

Meski merupakan sumber protein yang baik untuk tumbuh, konsumsi daging hanya disarankan sebanyak tiga atau empat porsi dalam seminggu. Bahkan, akan lebih baik lagi jika diet remaja diarahkan untuk menghindari daging merah seperti daging sapi, babi, atau domba. Khusus untuk unggas, hindari untuk mengonsumsi kulitnya.

2. Perbanyak makan ikan

Berbeda dengan daging, konsumsi ikan sangat dianjurkan untuk diet remaja. Kadarnya bahkan bisa diarahkan hingga lima atau enam porsi seminggu. Ikan adalah jenis makanan yang dapat menyediakan protein dan kalori, selain juga lemak sehat.

3. Hati-hati dengan gula

Minuman ringan, jus (bahkan yang alami), kue kering, roti, saus, selai, pizza siap saji adalah sebagian besar makanan olahan yang dapat kita temukan di supermarket yang ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah yang besar. Sebisa mungkin hindari opsi makanan ini dan jika memang harus mengkonsumsinya, pastikan untuk mengurangi porsi makanannya.

4. Jangan lewatkan sarapan

Walaupun terkadang agak malas dalam menyiapkannya, sarapan adalah salah satu waktu makan paling penting dalam kehidupan aktif para remaja. Mengaktifkan kembali metabolisme setelah berhenti makan sepanjang malam akan krusial untuk menghindari godaan ngemil yang tidak sehat.

5. Hindari makan di depan layar

Kebiasaan ini dipercaya dapat membuat anak tidak memperhatikan makanan mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, pengalaman makan tidak sepenuhnya dinikmati yang berarti si anak remaja akan kurang kenyang dan sangat mungkin untuk lapar sebelum waktunya.

Selain itu, jika remaja melihat iklan makanan, yang secara artifisial dapat meningkatkan nafsu makan, maka hal itu akan mendorong mereka untuk ingin makan makanan yang sering kali tidak sehat.

Diet dan Belajar

Masa remaja adalah periode yang penuh dengan banyak tantangan bagi anak. Peran orang tua akan jadi variabel yang paling krusial untuk membantu si buah hati menemukan dasar yang kuat untuk berkembang. Selain konsumsi makanan dengan pola makan yang sehat, dorongan untuk semangat belajar juga perlu diperhatikan.

Kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Mandarin jadi salah satu faktor penting di era globalisasi. Inilah mengapa, para orang tua perlu untuk mendaftarkan buah hati mereka ke LingoAce. Portal kursus bahasa Mandarin ini adalah salah satu pionir yang berhasil merevolusi cara belajar bahasa asing.

Dengan pendekatan berbekal teknologi terbaru, anak murid di LingoAce akan belajar bahasa Mandarin melalui video animasi, game, ilustrasi digital dan berbagai media digital lainnya. Bukan hanya itu, platform e-learning ini juga menggunakan jasa guru native speaker untuk memastikan pengalaman belajar yang imersif dan efisien.

Program belajar di LingoAce juga menggunakan metode kelas yang eksklusif. Tiap kelas nantinya hanya akan diisi oleh maksimal enam peserta didik. Lho? Pasti mahal dong? Tentu saja tidak! Situs kursus les bahasa Mandarin ini tersedia mulai dari Rp 83 ribu/kelas saja. Yakin enggak mau coba? Ada kelas free trial juga, lho!