Cerita Dongeng Anak: ‘Putri Rapunzel’ dari Grimm Brothers

Siapa, sih, yang enggak tahu Putri Rapunzel? Princess ini adalah salah satu princess yang terkenal dan diangkat oleh Disney menjadi sebuah film layar lebar. Namun, apakah kalian tahu sebenarnya kisah Rapunzel diadaptasi Disney dari sebuah cerita pendek yang dikarang oleh Brothers Grimm; Jacob dan Wilhelm Grimm. Mereka adalah penulis buku klasik terkenal yang juga membuat banyak cerita-cerita Disney atau kisah lainnya yang mungkin kita semua kenal, seperti Cinderella, Hansel and Gretel, Sleeping Beauty, Snow White, dan masih banyak lagi. Fun fact lainnya adalah sebenarnya beberapa kisah Brothers Grimm cukup menyeramkan dan tidak disarankan untuk dibaca anak-anak kecil. tetapi Disney mengubah beberapa alur ceritanya dan membuatnya menjadi lebih menarik untuk anak-anak.

Hari ini, kita bahas kisah Rapunzel dulu, yuk! Selamat membaca!

Pada zaman dahulu, ada seorang suami istri yang sangat menginginkan seoarang anak. Namun, setelah bertahun-tahun mereka bersama, mereka tidak kunjug dikaruniai seoang keturunan. Karena merasa sedih, sang istri senang duduk di jendela sambil melihat ke arah taman. Di sana, ia melihat bunga-bunga lampion yang sangat indah.

Tidak lama kemudian, sang istri jatuh sakit. Suaminya tidak tahu harus melakukan apa karena penyakit sang istri ini cukup membingungkan dan orang-orang di sekitarnya pun juga bingung bagaimana cara menyembuhkannnya. Sang istri pun juga tidak berharap banyak jika dirinya bisa sembuh atau tidak. Mendengar hal itu, suaminya merasa sangat sedih dan takut akan kehilangan istri tercintanya. Sang suami pun bertanya pada istrinya bagaimana cara membuatnya menjadi lebih senang, sehingga rasa sakit yang dirasakannya bisa berkurang sedikit.

“Bawakan aku bunga lampion cantik di taman itu,” ucap sang istri, memberikan permintaan yang bisa dibilang cukup sederhana. Tanpa berpikir panjang, sang suaminya berjalan menuju keluar dan memanjat dinding taman untuk memetik bunga lampion. Ia melakukan hal ini setiap malam dalam waktu yang cukup lama.

Sampai pada suatu hari, saat sang suami ingin mengambil bunga lampion seperti biasa, tiba-tiba ada seorang penyihir yang muncul di hadapannya. Ternyata, bunga-bunga lampion yang sering diambilnya adalah milik penyihir itu. Sang suami pun merasa takut dan merasa bersalah karena ia telah mencuri.

“Maafkan aku, Penyihir. Aku mengambil bunga lampion ini untuk istriku yang sakit,” ucapnya gugup. Di luar dugaan, sang penyihir ini tidak langsung menghukumnya. Ia justru membiarkan sang suami mengambil bunga lampionnya tiga kali lebih banyak dari biasanya asalkan ia memberikan anak pertama mereka yang akan lahir.

Demi kebahagiaan istrinya saat ini, sang suami ini pun setuju. Ia kembali pada istrinya dengan bunga-bunga lampion yang lebih banyak dari biasanya. Namun, tak lama kemudian, sang istri pun hamil dan mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik, bernama Rapunzel. Sepasang suami dan istri ini sangat menyayanginya. Namun, sedih sekali, kebahagiaan mereka berdua tidak bisa berlangsung terlalu lama. Sang penyihir mendatangi mereka dan menagih janji mereka. Dengan berat hati, sepasang suami dan istri ini melepaskan anak kesayangan mereka.

Rapunzel tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati. Sayangnya, Rapunzel dikurung oleh penyihir itu di sebuah menara yang sangat tinggi di dalam hutan. Menara ini tidak memiliki tangga atau pintu. Hanya ada satu jendela kecil di atas sana. Rapunzel tidak pernah keluar dan melihat dunia di sekitarnya karena ia memang dilarang mencoba pergi dari menara tinggi itu.

Tiap pagi hingga siang hari, sang penyihir akan datang menghampiri menara itu untuk menjenguk Rapunzel. Satu-satunya cara agar ia bisa naik ke atas adalah jika Rapunzel mengulurkan rambutnya yang sangat panjang ke bawah, sehingga sang penyihir bisa memanjat ke atas. Rambut Rapunzel memang sangat panjang karena sang penyihir tidak memperbolehkan rambut Rapunzel dipotong sejak hari pertama mereka hidup bersama.

Ketika sang penyihir itu sudah pergi dari menara, Rapunzel akan menghabiskan hari-harinya dengan bernyanyi. Sesungguhnya, ia merasa sangat kesepian dan bosan. Namun, ia juga tidak memiliki keberanian untuk keluar dari menara karena seluruh hidup Rapunzel yang selama ini ia ketahui hanya terjadi di dalam menara itu.

Pada suatu hari, ada seorang pangeran yang datang menyusuri hutan dengan menunggangi kuda. Sang pangeran berhenti dan merasa terkesima dengan keindahan suara Rapunzel. Sang pangeran ini pun mengikuti arah suaranya dan ia menemukan Menara di mana rapunzel tinggal. Sang pangeran ini bersembunyi berhati-hati karena ia melihat ada penyihir juga di sana. Saat sang penyihir itu pergi, sang pangeran baru menghampiri menara itu.

Pada awalnya Rapunzel ragu dan takut saat melihat sang pangeran mendekati menara dan mencoba berbicara padanya. Namun, sang pangeran berbicara dengan lembut dan meyakinkan Rapunzel bahwa ia tidak memiliki niat jahat atau ingin menyakitinya. Akhirnya, Rapunzel memercayainya dan mengulurkan rambutnya agar sang pangeran bisa naik ke atas.

Setelah hari itu, sang pangeran dan Rapunzel sering bertemu. Tentu saja dengan berhati-hati dan menunggu sang penyihir pergi dari menara itu terlebih dahulu. Hingga pada suatu hari saat sang penyihir sedang memanjat ke menara menggunakan rambut Rapunzel, Rapunzel tidak sengaja bergumam, terntara ibu lebih berat dari pangeran, ya. Sang penyihir pun terkejut karena selama ini Rapunzel telah membohonginya.

Akhirnya, sang penyihir membawa Rapunzel ke sebuah gurun agar ia tidak bisa ditemukan. Lalu, sang penyihir kembali ke menara. Saat sang pangeran datang ke menara, ia sangat terkejut karena yang ia temukan adalah sang penyihir—bukan Rapunzel. Sang penyihir sangat marah dan ia mengutuk sang pangeran agar tidak bisa melihat lagi, sehingga ia tidak bisa menyaksikan kecantikan Rapunzel.

Saat sang pangeran ingin turun dari menara, ia tidak sengaja melukai matanya dan akhirnya menjadi buta. Selama bertahun-tahun, sang pangeran berjalan tanpa arah dan tersesat karena yang ia lihat hanya kegelapan. Lalu, pada suatu hari, sang pangeran mendengar sebuah nyanyian yang sangat merdu, suaranya pun juga familier di telinganya. Sang pangeran pun mendekati arah sumber suara itu.

Saat Rapunzel melihat sang pangeran dari kejauhan, ia langsung berlari mendekatinya dan memeluknya. Saat air mata Rapunzel jatuh karena ia sangat bahagia, tetesan air matanya mampu membuat sang pangeran melihat kembali. Akhirnya, sang pangeran membawa Razpunzel ke kerajaannya dan mereka hidup bahagia selamanya.

Nah! Cukup jauh berbeda dengan yang dikisahkan Disney, bukan? Kisah Grimm Brothers memang sengaja dibuat lebih ramah untuk anak-anak agar mereka tidak takut. Meski ceritanya diubah, anak-anak tetap menyukai ceritanya dan senang mendengarkannya, kan?

Proses bercerita pada anak bisa menjadi sebuah aktivitas agar orang tua dan anak bisa menjadi semakin dekat. Anak-anak juga bisa belajar berbagai macam kosakata baru! Selain itu, jika mereka diceritakan dengan bahasa lain, mereka juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan bahasa baru dengan cara yang seru dan mudah!

Belajar bahasa dengan metode yang seru ini memang sedang disukai anak-anak, karena dengan cara seperti ini, anak-anak jadi lebih senang saat belajar dan mereka bisa memahaminya dengan lebih mudah. Salah satu platform belajar dengan metode ini adalah LingoAce! Bersama LingoAce, anak-anak bisa belajar bahasa Inggris dan Mandarin dengan cara yang sangat seru dan juga diajarkan langsung oleh guru native speaker!

Daftarkan si kecil sekarang ke kelas free trial-nya, yuk! Follow juga Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat keseruan kelas LingoAce dan promo menarik lainnya!