Angka Pembawa Keberuntungan dalam Budaya Tiongkok

Hampir semua negara di seluruh dunia memiliki takhayul mereka sendiri yang bagi orang luar mungkin tampak aneh. Contohnya, Friday the 13th diklaim sebagai 'hari paling sial dalam setahun' bagi banyak orang di barat, sementara angka 17 adalah angka pembawa kesialan di Italia.

Percaya atau tidak, sentimen budaya unik ini tidak hanya muncul dalam semalam tetapi sering kali mengakar kuat dalam sejarah, budaya, dan agama. Ada cukup banyak kepercayaan dari Tiongkok yang berasal dari Feng Shui, tetapi ada juga banyak takhayul terkait angka berdasarkan prevalensi homofon dalam bahasa Mandarin. 

Berikut adalah beberapa angka yang diklaim membawa keuntungan dalam budaya Tiongkok.

8 八 bā

Angka 8 adalah angka paling beruntung adalah budaya China. 8 dalam bahasa Mandarin, diucapkan bā, yang berima dengan 'fā' , seperti dalam (fā cái), yang berarti 'menjadi kaya'. Ungkapan umum yang digunakan pada Tahun Baru Imlek untuk membawa keberuntungan adalah '八八大发' (bā bā dà fā). 

Barang yang bisa dibeli dengan angka 8 biasanya akan menjadi sedikit lebih mahal, mulai dari hal sederhana seperti nomor handphone, hingga plat nomor mobil. Namun, perlu dicatat bahwa di era China kuno, angka 8 sama sekali tidak dianggap sebagai keberuntungan. Mungkin hanya dalam satu abad terakhir, karena pengaruh asimilasi budaya, angka 8 dianggap sebagai keberuntungan.

Angka Ganjil

Ada beberapa asal-usul yang berbeda mengapa kelipatan 3 dianggap beruntuk dalam budaya Tiongkok. Opsi yang paling sederhana adalah bahwa pengucapan angka 3 dalam bahasa Mandarin adalah sān, dan terdengar mirip dengan kata untuk 'kelahiran' (shēng). Menurut budaya China, ada 3 peristiwa penting dalam kehidupan seorang manusia: kelahiran, pernikahan dan kematian.

Dalam budaya China kuno, angka berkisar dari 1 hingga 9, dan kemudian dibagi menjadi 3 kelompok 3. Angka 3 ini menjadi angka kuat di China yang sering berarti 'banyak'. (xǔ shèn), penulis (shuō wén jiěz) Kamus Asli Han, menulis bahwa (sān) atau 3 adalah 'langit, bumi dan manusia', dan bahwa Chengu  成语 (chéng yǔ) '三缄其口' (sān jiān qí kǒu) berarti 'berdiam diri berkali-kali'. 

Dia juga menyebut bahwa karakter yang datang dalam tiga bagian mengacu pada banyak hal. Misalnya,  森 (sēn) karakter untuk 'hutan' memiliki 3 pohon dan berarti 'banyak pohon'. Karakter  垚 (yáo)  yang berarti 'tanggul'' terbuat dari tiga karakter 'bumi' (tǔ). 

Bahkan Konfusius menghargai angka 3 ketika dia berkata: 'Tiga orang berjalan bersama; setidaknya salah satu dari mereka cukup baik untuk menjadi guru saya.' Dalam budaya Buddhis, angka 3 melambangkan Buddha. Orang-orang membunyikan bel tiga kali dan menggunakan 3 batang dupa saat berdoa.

Ada banyak contoh 3 dalam sejarah dan budaya Tiongkok, seperti Tiga Pedoman Moral Kuno, yang mengajarkan aturan tentang kepatuhan, Tiga Kerajaan Wu, Wei dan Shu, dan contoh modern dari Bendungan Tiga Ngarai.

Budaya dan Bahasa

Mempelajari sebuah budaya yang baru akan jauh lebih mudah jika telah memiliki kemampuan untuk mengakuisisi bahasa ibu dari budaya tersebut. Khusus untuk kasus yang satu ini, belajar bahasa Mandarin di LingoAce bisa jadi opsi terbaik untuk dapat mempelajari beberapa detil budaya Tiongkok kuno yang benar-benar unik.

Apalagi, jika prosesnya diajarkan langsung oleh para guru native speaker terbaik. Yuk, gabung ke platform les bahasa asing online sekarang juga! untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, follow akun Instagram LingoAce dan daftar melalui link berikut ini.