We are LingoJalan-jalan ke Provinsi Guizhou yang Terkenal dengan JembatannyaAce

Tahukah Anda, bahwa provinsi indah yang satu ini konon punya teritori terkurung daratan Guizhou (贵州 Guìzhōu) dan terletak di barat daya China. Orang Tionghoa menggambarkan provinsi ini sebagai:

天无三日晴, tiān wú sān rì qíng,
地无三里平, dì wú sān lǐ píng,
人无三分银。 rén wú sān fēn yín.

Paralelisme berirama di atas menggambarkannya dengan baik. Bagian pertama menggambarkan langit dan menunjukkan cuaca: 天无三日晴 (tiān wú sān rì qíng), yang berarti langit tanpa tiga hari cerah.

Provinsi ini memang memiliki hari hujan berawan yang panjang, dan hanya sedikit paparan sinar matahari. Ibukotanya, Guiyang, misalnya rata-rata memiliki lebih dari 260 hari berawan dalam setahun. Langit di Provinsi Guizhou sebagian besar gerimis sepanjang tahun, dan bahkan dalam bulan-bulan musim panas pun daerah ini masih berawan.

Bagian ketiga menggambarkan orang-orangnya, dengan fokus pada situasi ekonomi mereka: 人无三分银 (rén wú sān fēn yín), yang berarti orang-orang tanpa uang tiga sen. Meskipun provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti curah hujan, kayu, batu bara, dan mineral, provinsi ini dianggap relatif miskin.

Guizhou adalah salah satu daerah yang paling tertinggal dan miskin di China. Faktanya, provinsi ini memiliki salah satu PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita terendah di negara Tirai Bambu.

Bagian kedua menggambarkan tanah, menunjukkan permukaan geografisnya: 地无三里平 (dì wú sān lǐ píng), yang berarti tanah tanpa tiga li (satuan panjang China) datar. Guizhou mungkin adalah provinsi paling bergunung-gunung di China. Dengan 80% daratan ditutupi oleh pegunungan dan 10% oleh air, orang Tionghoa biasanya menyebut Guizhou sebagai provinsi tanpa daratan.

Bentang alam provinsi, yang memadukan gunung, sungai, air terjun, gua, danau, dan hutan, menciptakan pemandangan yang unik, tetapi topografi ini membuat transportasi menjadi hal yang rumit masalah. Provinsi pegunungan ini ditutupi oleh pegunungan yang menjulang tinggi 崇山峻岭  (崇山峻岭 chóng shān jùn lǐng).

Untuk menghubungkan antardesa, lebih dari 20.000 jembatan yang melintasi sungai dan ngarai dibangun di seluruh provinsi. Jembatan Angin dan Hujan 风雨桥 (fēng yǔ qiáo), misalnya, menjadi salah satu tempat wisata di Guizhou. Dirancang oleh tukang kayu lokal dari minoritas Dong, jembatan kayu ini memiliki makna sosial di luar monumen arsitektur. Beberapa paviliun di jempatan di area ini juga memberikan penduduk setempat sebuah tempat yang sangat ideal untuk bertemu dan bersosialisasi.

Selain itu, beberapa jembatan lengkung terpanjang di dunia juga terletak di Guizhou. Jembatan Kereta Api Najiehe dan Jembatan Zongxihe, misalnya, dengan lengkungan panjang berwarna merah. Beberapa jembatan gantung tertinggi di dunia terletak di Guizhou seperti Jembatan Dimuhe dan Jembatan Balinghe. 

Keindahan alam Provinsi Guizhou menjadikannya salah satu destinasi paling natural untuk dikunjungi. Namun tentunya, meningat adanya perbedaan bahasa, menguasai bahasa Mandarin akan jadi modal yang solid untuk dapat menikmati healing time di Guizhou. Semuanya bisa dimulai dengan klik link berikut ini untuk mendaftar ke LingoAce.

Berbeda dengan les bahasa asing online lainnya, LingoAce memahami bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Oleh karena itu, startup les online ini ingin memberikan kebebasan dalam memilih guru dan kurikulum yang bisa disesuaikan dengan kemampuan bahasa, tujuan belajar, dan kepribadian peserta didik.

Kombinasi ini menjadi semakin lengkap dengan fakta bahwa layanan terbaik dari LingoAce bisa didapatkan dengan biaya mulai dari Rp 80 ribuan. Yuk, gabung sekarang! 

Untuk informasi tentang promosi terbaru, follow akun Instagram LingoAce, ya!