Cerita Dongeng Anak: ‘Aladdin dan Lampu Ajaib’

Tentunya kisah ini sudah kalian kenal atau pernah dengar sebelumnya. Ada banyak sekali versi cerita Aladdin. Namun, meski begitu semuanya menceritakan hal yang sama, tentang seorang laki-laki bernama Aladdin yang bertemu dengan seorang jin lalu melawan penyihir yang jahat. Bahkan, Disney juga sudah mengangkat salah satu versi kisah Aladdin menjadi sebuah film yang dirilis beberapa tahun yang lalu. Namun, tidak ada salahnya membacakan kembali kisah ini pada si kecil sebagai pengantar tidur mereka atau sekadar mengisi waktu luang, bukan?

Selamat membaca!

Pada suatu hari, di sebuah kota di Asia Timur, ada seorang anak laki-laki yang bernama Aladdin. Aladdin hidup bersama ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Aladdin selalu membantu ibunya menjual buah-buahan di pasar. Aladdin sangat menyayangi ibunya, dan ia sebenarnya sangat lelah hidup dalam kemiskinan. Aladdin memiliki mimpi suatu hari ia bisa membebaskan ibunya dari kemiskinan ini.

Lalu pada suatu pagi saat Aladdin dan ibunya berjualan di pasar. Ada seorang pedagang kaya yang menghampirinya dan berkata ia bisa membantu Aladdin menjadi orang kaya. Ia ingin mengajak Aladdin bekerja sama dan bayarannya akan sangat besar. Tentu saja Aladdin merasa tertarik dengan tawaran ini. Aladdin pun izin pada ibunya untuk pergi dan ibunya langsung mengizinkan.

Keesokan harinya, Aladdin pergi bersama pedagang itu. Mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh. Di tengah-tengah perjalanan, Aladdin menemukan sesuatu yang janggal dan menyadari bahwa pedagang yang bersamanya ini bukanlah seorang manusia, melainkan seorang penyihir! Penyihir ini mengeluarkan bubuk ajaib dari sakunya dan melemparkannya ke tanah. Tiba-tiba, sebuah asap muncul dari tanah yang tesentuh bubuk ajaib itu tadi.

Perlahan asap itu menghilang, dan ada gua besar yang muncul dari asap itu. Sang penyihir menyuruh Aladdin untuk masuk ke dalam gua tadi. Tentu saja Aladdin merasa ketakutan. Namun, sang penyihir berkata ada banyak emas dan perhiasan di dalam sana, serta ada lampu tua yang harus diambil oleh Aladdin untuk diberikan padanya. Aladdin diperbolehkan mengambil emas dan perhiasan sebanyak yang ia mau, asalkan ia memberikan lampu tua itu padanya.

Dengan rasa curiga, Aladdin pun melakukannya. Saat ia masuk ke dalam gua, ia menemukan emas yang sangat banyak dan ia memasukkan sebanyak-banyaknya ke dalam kantungnya. Setelah itu, ia baru mencari lampu tua titipan sang penyihir.

Dia menemukan lampu yang tergeletak di salah satu sudut gua. Lampu ini sudah tua dan kotor dan ia mengambil lampu itu serta memanggil sang penyihir agar membantunya keluar dari gua. Sang penyihir ingin membantunya keluar tapi ia harus melemparkan lampu tua itu padanya lebih dulu. Aladdin pun berpikir jika ia langsung memberikan lampu itu pada sang penyihir, bisa saja ia langsung meninggalkannya. Aladdin pun juga berpikir mengapa sang penyihir lebih mementingkan lampu tua ini dibandingkan emas-emas yang ada di sekelilingnya.

Karena Aladdin tidak juga memberikan lampu tua itu, sang penyihir pun menjadi geram. Ia menaburkan bubuk itu tadi ke tanah dan kali ini guanya ditutup dengan batu yang sangat besar. Aladdin pun semakin takut, ia berteriak meminta tolong karena kini ia tidak bisa keluar. Setelah berjam-jam berteriak meminta tolong dan berusaha keluar, Aladdin pun menyerah.

Aladdin duduk sendiri di dalam gua sambil membersihkan lampu tua tadi. Saat ia menggosok lampu tua itu, tiba-tiba ada asap yang keluar dan muncullah seorang jin yang berbicara pada Aladdin, “Akan aku berikan Tuanku tiga permintaan yang akan aku kabulkan. Apa permintaan pertamamu?” Jin ini tampak sangat aneh dan pada awalnya Aladdin merasa ketakutan serta tidak percaya. Namun, Aladdin tetap meminta sesuatu padanya, ia meminta untuk membawanya kembali ke rumah bersama ibunya. Hanya dengan petikan jari, Aladdin sudah kembali ke rumah dan ibunya sangat senang bisa melihat anaknya lagi.

Sesampainya di rumah, Aladdin menceritakan semuanya pada ibunya. Ia bercerita bagaimana sang penyihir meninggalkan dirinya hingga ia diselamatkan oleh jin yang keluar dari lampu tua. Setelah Aladdin usai menceritakan semuanya pada ibunya sekali lagi, Aladdin menggosok lampu itu lagi, dan jin muncul kembali di hadapannya. Untuk keinginan keduanya, Aladdin meminta jin untuk membangun sebuah istana dengan semua kekayaannya. Seketika gubuk lamanya berubah menjadi istana yang indah dengan segala kekayaan dan kemewahan. Dalam waktu yang sangat singkat, Aladdin menjadi sangat terkenal di seluruh negaranya! Dia dikenal karena kebaikan dan perbuatan baiknya yang suka menolong warga di sekitarnya.

Lalu, Aladdin bertemu dengan seorang putri dari kerajaan seberang. Mereka bertemu dan jatuh cinta, lalu akhirnya menikah. Nama putri ini adalah Putri Yasmin. Namun, kebahagiaan yang dirasakan oleh Aladdin tidak berlangsung terlalu lama. Sang penyihir akhirnya mendengar kisah kesuksesan Aladdin ini dan merasa iri. Ia datang ke istana Aladdin dan berpura-pura menjadi orang tua yang mengoleksi lampi tua. Putri Yasmin yang tidak tahu sejarah dari lampu tua suaminya memberikannya pada sang penyihir saat Aladdin tidak ada di istana.

Pada saat sang penyihir sudah mendapatkan lampunya, ia mulai menggosoknya, dan sang jin pun muncul. Permintaan pertamanya adalah ia meminta jin untuk memindahkan istana Aladdin dari tempat saat ini ke gurun yang jauh. Ketika Aladdin datang, dia terkejut menemukan bahwa istananya, Putri Yasmin, dan ibunya menghilang.

Saat ia sedang panik mencarinya, ia teringat bahwa mungkin ini semua adalah ulah jahat penyihir jahat yang ingin balas dendam. Lalu, ia teringat bahwa saat ia terjebak bersama penyihir itu, sang penyihir pernah memberikannya sebuah cincin. Akhirnya ia mengambil dan menggosok cincin itu. Sesuai dugaannya, seorang jin lain muncul dari cincin itu! Ia meminta pada jin itu untuk membawanya kembali ke istrinya.

Aladdin pun dibawa ke padang pasir di mana istana dan keluarganya berada. Aladdin sangat senang melihat bahwa istri dan ibunya selamat. Dia juga melihat bahwa penyihir juga hadir di sana dan di sebelah mejanya adalah lampu ajaibnya. Penyihir itu terkejut melihat Aladdin, dan sebelum dia bisa menebak langkah selanjutnya, Aladdin dengan cepat melompat dan meraih lampu ajaib dari meja. Aladdin menggosok lampu itu dan meminta tolong pada jin itu agar sang penyihir dikirim ke tempat yang jauh dari tempat dia tidak pernah bisa kembali atau membahayakan siapa pun.

Jin pun menuruti perintah Aladdin dan sang penyihir tidak pernah datang kembali.

Meluangkan waktu untuk bercerita bersama si kecil bisa menjadi suatu aktivitas yang seru dan menyenangkan bersama si kecil. Dengan bercerita, kalian juga bisa memberikan ilmu ksoakata baru pada si kecil, lho! Bahkan, jika kalian membacakannya dengan bahasa asing, tentu saja pengetahuan bahasa asing mereka juga akan bertambah!

Dan ternyata, kini sudah ada, lho, suatu platform pembelajaran bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Mandarin dengan cara yang serupa. Bersama LingoAce, anak-anak bisa belajar kedua bahasa asing ini dengan cara-cara yang menyenangkan. Seperti membaca cerita, menyanyikan lagu, bermain game, dan masih banyak lagi. Guru-guru dan kurikulum yang diberikan juga sudah berstandar global juga tentunya!

Yuk, daftar sekarang dan ikuti kelas free trial LingoAce melalui link ini! Follow Instagram LingoAce di @lingoace.id untuk melihat keseruan bahasa lainnya!