Asal-usul Festival Kue Bulan di Tiongkok

Kalau mendengar negara yang satu ini, sepertinya sudah tidak mengagetkan lagi, ya, kalau mendengar berbagai budaya atau festival yang unik-unik. Kalau kalian belum pernah dengar soal festival yang satu ini, kalian harus baca sampai habis, nih!

Nama lain dari festival ini adalah Mooncake Festival. Nah, ini adalah sebuah perayaan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa di tiap tahunnya dan sudah dilakukan secara turun-menurun melewati banyak sekali generasi. Festival Kue Bulan ini selalu jatuh di tanggal 15 bulan ke-8 pada kalender tradisional Tiongkok, tepatnya saat bulan berada di puncaknya dan terlihat paling terang dibandingkan hari-hari dan bulan-bulan lainnya.

Dalam bahasa Mandarin, kue bulan disebut dengan tiong ciu pia. Arti dari 'Tiong' adalah tengah, 'ciu' artinya adalah musim gugur, sedangkan 'pia' adalah nama jenis kue yang berbentuk bulan dengan isi di dalamnya. Di Tiongkok, untuk memperingati hari ini, pemerintahnya menetapkan libur nasional selama tiga hari agar masyarakat di sana bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga atau kerabatnya.

Bahkan, di negara Hong Kong, saat festival ini berlangsung, anak-anak akan bersukacita memegang lentera dan toko-toko akan menjual kue bulan dengan berbagai rasa yang lezat. Nah, jadi kenapa, ya, kue ini sepertinya mennjadi simbol yang paling utama dari perayaan hari Festival Kue Bulan? Baca pembahasannya sampai bawah, ya!

Kisah di balik Festival Kue Bulan

Ribuan tahun yang lalu, terdapat legenda yang menyatakan bahwa dunia ini memiliki 10 matahari. Bayangkan saja, hanya dengan satu matahari saja kita bisa merasakan hawa panas yang luar biasa di siang hari, bagaimana 10 matahari, kan? Nah, dari sinilah ada seorang kaisar yang bernama Kaisar Yao memerintahkan seorang pemanah bernama Hou Yi untuk melumpuhkan matahari.

Kehebatan Hou Yi dalam memanah memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hou Yi berhasil memanah sembilan matahari dan hanya menyisakan satu matahari—matahari yang kini bisa kita semua nikmati di pagi dan siang hari.

Sebagai rasa syukur dan terima kasih, Kaisar menghadiahkan Hou Yi sebuah hadiah kecil yang luar biasa. Beliau memberikan sebuah pil ajaib yang memiliki khasiat membuat umur menjadi panjang. Tidak lama setelah itu, Hou Yi menikah dengan seorang perempuan bernama Chang E. Hou Yi memberi tahu Chang E bahwa ia memiliki sebuah pil dengan khasiat hebat itu. Namun, Chang E tidak sengaja menelan pil itu. Tiba-tiba, secara perlahan, tubuh Chang E melayang dan naik hingga ke bulan dan ia tidak bisa kembali lagi ke bumi. Sejak hari itu—hari kepergian Chang E ke bulan, masyarakat Tionghoa merayakan Festival Kue Bulan untuk memperingati hari kepergian Chang E.

Kalau kalian gimana? Pernah merayakan festival ini bersama keluarga? Atau, hanya menikmati kue bulannya saja? Kalau suka kue ini, harus banget, dong, coba cari tahu dan belajar tentang makanan ini lebih jauh!

Sekarang, untuk mempelajari budaya dan adat masyarakat Tionghoa itu mudah banget, kok! Kalian bisa mencoba mengajak si kecil mempelajari hal-hal ini dengan cra yang seru dan interaktif hanya di LingoAce! Platform e-learning ini menggunakan program belajar yang sudah terakreditasi secara global dan kurikulum yang bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin tiap muridnya!

Penasaran seperti apa belajar di dalam kelas LingoAce? Yuk, coba daftar kelas free trial LingoAce di sini!