6 Fakta tentang Anak Kedua, Si Pembuat Onar?

Secara historis, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa urutan kelahiran berdampak besar dalam hal perilaku, kepribadian, dan pencapaian personal. Anak sulung kerap dicap sebagai tukang kontrol tetapi punya sikap kepedulian yang tinggi, anak bungsu dianggap manja dan tidak pengertian, sementara anak kedua biasanya tumbuh dengan tingkat kompleksitas yang unik. Berikut beberapa fakta unik tentang anak kedua.

1. Si pembuat onar

Anak kedua telah lama dicap sebagai pembuat onar dalam keluarga. Dan sekarang, telah ada bukti ilmiah untuk mendukung teori itu. Menurut sebuah studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), anak kedua memang lebih cenderung menunjukkan perilaku pemberontak. Para peneliti menyarankan bahwa karakter ini muncul karena ada perbedaan dalam intensi perhatian orang tua yang diterima si anak kedua.

2. Adil dan berempati

Meski terkenal berandal, anak kedua punya sikap positif yang fokus pada kesetaraan; setelah kerap merasakan ketidakadilan dalam keluarga ketika beranjak dewasa, karakter adil secara otomatis muncul ketika anak kedua menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain. Anak kedua juga punya tendensi untuk berempati tinggi pada kondisi dan keadaan orang lain.

3. Enggan membuat masalah

Anak kedua juga punya karakter yang cenderung menghindari untuk menimbulkan masalah, karena pada dasarnya mereka tidak suka konflik. Beberapa psikolog kontemporer percaya bahwa anak kedua memiliki keterampilan seperti diplomasi, ketahanan, dan kemandirian dalam diri mereka.

4. Mandiri

Mereka yang lahir kedua juga dikenal lebih fleksibel, punya teamwork yang baik, dan berjiwa sosial. Hebatnya lagi, anak kedua juga cenderung lebih mandiri dan tidak lagi perlu diawasi. Dengan karakternya ini, anak kedua bisa menjadi guru, aktor, pekerja sosial dan diplomat yang baik.

5. Setia

Anak-anak yang lahir kedua juga cenderung lebih terbuka dan suka berpetualang dalam hal hubungan, tetapi kecil kemungkinannya untuk mereka melakukan penyimpangan ketika mereka berada dalam hubungan pernikahan. Karakter kuat dan rasa empati yang tinggi membuat anak kedua memiliki sifat yang sangat setia kepada teman dan pasangan mereka.

6. Negosiator

Berhubung dari kecil sudah berada di kondisi di mana ada saudara kandung yang lebih tua, anak kedua biasanya secara alami mengakuisisi kemampuan untuk bernegosiasi. Karakter ini kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk melihat semua sisi masalah dan bereaksi dengan baik.

Mendidik anak kedua dengan baik

Secara umum, kecenderungan si anak kedua untuk lebih mandiri dan punya soft skill yang baik membuat mereka dapat menjadi calon ideal untuk bisa belajar bahasa asing. Kemampuan pengelolaan emosi yang stabil dan juga ketenangan jadi pondasi penting dalam proses belajar bahasa baru. Apalagi, bahasa yang dipelajari punya tingkat kompleksitas yang tinggi seperti bahasa Mandarin.

Tapi untungnya, pengalaman les bahasa Mandarin kini bisa jauh lebih mudah berkat LingoAce. Platform e-learning kelas wahid ini memiliki beberapa strategi khusus yang bisa membuat proses belajar bahasa Mandarin menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, orisinalitas konsep belajar bahasa Mandarin juga tetap dijaga dengan rapi oleh LingoAce. Trik utamanya ada pada pemilihan tenaga pengajar native speaker yang juga sudah mendapatkan sertifikasi global. Selain itu, startup EduTech global ini juga memiliki layanan empat-ke-satu di mana setiap peserta didik akan dibantu oleh setidaknya empat profesional mulai dari Course Consultant, Learning Advisor, guru native speaker, dan Operation Specialist.

Gimana? Unik banget, kan, layanan dari LingoAce? Ayo cobain sekarang juga dengan mendaftarkan si kecil Anda melalui kelas free trial gratis.