Kembali

2 menit waktu baca

Bahasa Mandarin vs Bahasa Kanton, Apa Saja Perbedaannya?

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 11, 2023

Bahasa Mandarin
blog-images

Jika ada yang bertanya bahasa yang digunakan di negara Tiongkok, yang pertama muncul di kepala kita adalah bahasa Mandarin, bukan? Ya, kalian tidak salah juga, bahasa Mandarin memang yang paling umum dan sering digunakan di Tiongkok.

Namun, sebenarnya ada beberapa bahasa lainnya yang digunakan di negara ini meski perbandingannya lebih sedikit dibandingkan dengan yang menggunakan bahasa Mandarin. Salah satu dari beberapa bahasa tersebut adalah bahasa Kanton.

Tentunya kedua bahasa ini memiliki beberapa kemiripan. Kedua bahasa ini memiliki keterkaitan, sehingga banyak orang yang mengira bahwa dua bahasa ini adalah bahasa yang lama. Nah, kalian jangan sampai terkecoh juga, ya! Jadi penasaran, kan, ada apa saja perbedaan di antara kedua bahasa ini? Lihat selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Wilayah

Perbandingan antara penduduk yang menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Kanton adalah 60:40. Perbandingan yang cukup signifikan, ya? Karena itu, jangkauan penduduk yang menggunakan bahasa Mandarin jauh lebih banyak. Bahasa Mandarin banyak digunakan di wilayah Tiongkok bagian utara dan tengah, sedangkan bahasa Kanton lebih sering digunakan di Makau, Hong Kong, Guang Zhou, dan beberapa wilayah Tiongkok bagian selatan lainnya. Bahasa Mandarin adalah lingua franca di Tiongkok dan merupakan bahasa resmi—hal ini juga yang menjadi faktor utama mengapa bahasa Mandarin lebih banyak digunakan di Tiongkok.

2. Pengucapan

Beberapa tulisan bahasa Kanton dan bahasa Mandarin memang sama, namun cara pengucapannya berbeda. Jadi, kalian jangan sampai tertukar, ya! Karakter ini: 你好 dalam bahasa Mandarin dibaca dengan ‘nǐ hǎo’, namun dalam bahasa Kanton, pengucapannya adalah ‘néi hóu’.

3. Karakter Mandarin

Untuk karakter tulisan yang berbeda, bahasa Kanton umumnya lebih rumit dibandingkan bahasa Mandarin. Karena itu, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk menetapkan bahasa Mandarin sebagai standar bahasa karena karakternya yang jauh lebih sederhana. Contohnya adalah karakter ‘Guǎng Zhōu’. Dalam bahasa Mandarin, karakternya adalah 广州 sedangkan bahasa Kanton adalah 廣州. Kalian bisa lihat, kan, ada beberapa bagian yang dihapus agar terlihat lebih sederhana dan lebih mudah untuk ditulis?

4. Nada

Tidak seperti bahasa Mandarin yang hanya memiliki lima nada, bahasa Kanton memilik sembilan nada! Tentunya dengan jumlah nada yang lebih banyak yang harus dipelajari, akan menjadi lebih menantang, bukan? Jika kalian ingin fasih berbahasa Kanton, kalian harus bisa menhafalkan ke-9 nada ini dan mempraktikannya dengan benar. Karena sama saja seperti bahasa Mandarin, nada yang berbeda akan menciptakan arti yang berbeda juga dari kata tersebut.

5. Ekspresi dan Idiom

Ekspresi dan idiom yang digunakan di kedua bahasa ini berbeda. Jadi, kalian tidak bisa menggunakan ekspresi dan idiom bahasa Mandarin saat kalian sedang berbicara bahasa Kanton, begitu juga sebaliknya. Karena keduanya tidak akan memiliki hubungan atau berkaitan sama sekali.

Kanton memang terdengar lebih menantang atau lebih sulit untuk dipelajari dibandingkan bahasa Mandarin. Orang-orang yang menggunakan Kanton pun juga lebih sedikit dibandingkan Mandarin.

Jadi, jika kalian ingin si kecil belajar bahasa Kanton, hal ini akan menjadi tantangan tersendiri karena akan cukup sulit untuk mencari bahan-bahan belajar bahasa Kanton atau sumber belajar lainnya. Namun, jika kalian memilih untuk belajar bahasa Mandarin, tentunya kalian akan mendapatkan pilihan cara belajar yang lebih banyak dan beragam.

Salah satunya adalah si kecil bisa memulai perjalanan untuk belajar bahasa Mandarin di LingoAce! LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Di LingoAce, anak akan melihat dan merasakan cara-cara serta metode belajar bahasa Mandarin yang seru dan interaktif, sehingga mereka enggak akan merasa jenuh dan bosan selama belajar di kelas.

Guru-guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya. Kemampuan bahasa Mandarin mereka sudah tidak perlu diragukan lagi, karena mereka bukan hanya fasih berbahasa Mandarin, mereka juga sudah lulus Ujian Kemampuan Putonghua dengan nilai minimum “2-A”.

Kurikulum yang digunakan di LingoAce adalah kurikulum yang sudah berstandar global dan disusun oleh tim khusus yang sudah mengolah berbagai macam silabus yang rumit dan sulit menjadi lebih mudah dipahami oleh anak.

Ada dua kurikulum yang digunakan di LingoAce Indonesia; Kurikulum International dan Kurikulum Singapore. LingoAce tidak hanya menggunakan satu kurikulum karena LingoAce ingin menyesuaikan kemampuan bahasa Mandarin anak dengan pelajarannya.

Untuk anak-anak yang belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya atau masih belum fasih dasar-dasar bahasa Mandarin akan lebih disarankan untuk memilih Kurikulum International karena menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Namun, jika anak sudah memahami bahasa Mandarin dan ingin menjadi lebih lancar dalam menggunakannya, kalian bisa mengajak mereka untuk memilih Kurikulum Singapore.

Kalian juga enggak perlu khawatir! Sebelum kalian memilih program belajar untuk anak, si kecil akan mengikuti kelas free trial lebih dulu, kok! Guru dan Learning Advisor akan membantu kalian untuk memilih program belajar yang sesuai untuk anak. Di kelas free trial ini, kalian akan melihat secara langsung serunya belajar bahasa Mandarin di LingoAce, dan kalian juga akan mendapatkan laporan belajar yang lengkap mengenai kelebihan anak serta aspek mana yang harus ditingkatkan lagi!

Menarik sekali, kan? Yuk, coba kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce sekarang juga! 

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​