Kembali

3 menit waktu baca

Ajak Keluarga Cuci Mata di Victoria Harbour, Hong Kong

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Destinasi
blog-images

Sejak pertama kali tercatat dalam sejarah, Hong Kong telah memiliki charm-nya sendiri. Pelabuhan ini telah ditandai secara khusus di peta Kerajaan Tiongkok selama berabad-abad yang lalu. Dan sejak tahun 1841, Pelabuhan Victoria atau Victoria Harbour telah menjadi tujuan utama di Hong Kong. 

Perkembangan Victoria Harbour, Hong Kong 

Kalau diurut-urut, tahun puncak mutlaknya, maka tahun 1971 adalah tahun sebelum penyelesaian terowongan pertama yang menghubungkan Pulau Hong Kong dengan semenanjung Kowloon. Sebelum periode ini, untuk pergi dari satu sisi ke sisi lain, para commuter harus naik perahu.  

Faktanya adalah, Star Ferry adalah jaringan transportasi penting dan bukan tontonan wisata belaka. Realitanya ini juga semakin memperkuat fakta bahwa tidak ada yang bisa meragukan bahwa Hong Kong telah sangat bergantung dengan perkembangan pelabuhannya. 

Victoria Harbour memegang peran yang jauh lebih penting ketika kota ini memasuki periode ledakan ekonomi periodiknya. Secara politik, Hong Kong jadi salah satu poin penting tarik ulur antara China dan Amerika Serikat. Kedua negara telah memulai kembali hubungan diplomatik dan mencabut sanksi perdagangan. Walhasil, kapal kargo yang berlayar dari dan ke Hong Kong dipenuhi oleh banyak barang-barang ekspor dan material impor. 

Victoria Harbour di Era Modern 

Fast forward beberapa dekade, dan Victoria Harbour masih jadi lambang penting untuk Hong Kong. Tapi, perkembangan Hong Kong yang kekurangan ruang terbuka dan memilih untuk melakukan reklamasi telah memaksa Victoria Harbour untuk menyusut dalam hal kepamoran. Setelah bertahun-tahun proses reklamasi berlangsung, akses publik ke tepi laut sepanjang 73 kilometer telah memberi tanda-tanda bahwa pusat kota Hong Kong sepertinya akan bergeser ke lembaran baru. 

Sementara itu, proyek-proyek besar lainnya seperti terminal kapal pesiar yang baru di lokasi bandara Kai Tak—yang menjorok ke perairan dekat Kota Kowloon—belum sepenuhnya berhasil. Walhasil, Victoria Harbour setidaknya masih memiliki nilai ekonomi yang jauh melebihi nilai barang dan kapal yang terus mengandalkannya.  

Sekitar 55 juta pengunjung datang ke Hong Kong setiap tahun, mengambil setidaknya sebanyak mungkin foto dari destinasi indah yang satu ini. Terlepas dari pergeseran masa, satu hal yang pasti, interaksi air, arsitektur, energi, dan cahaya, nyaris tidak ada tempat di dunia ini yang dapat menandingi Victoria Harbour. 

Plesiran Nyaman Selama di Hong Kong 

Periode liburan atau lazim disebut healing belakangan ini tentunya tidak akan sepenuhnya dapat dinikmati jika terkendala soal bahasa. Mengingat Hong Kong merupakan negara yang umum menggunakan bahasa Mandarin, maka tidak ada salahnya untuk belajar bahasa asing yang satu ini. 

Nah, kalau masih bingung memilih kursus bahasa Mandarin yang mudah dan murah, maka tidak ada pilihan lain selain LingoAce. Platform EduTech online kelas global ini adalah pionir terdepan dalam mengajarkan bahasa Mandarin untuk anak umur 6 sampai 15 tahun. Pendekatan berbasis teknologi dengan kurikulum internasional jadi resep andalan bagi LingoAce. 

Kombinasi ini juga berhasil mendaratkan LingoAce di daftar 150 startup dunia pendidikan terbaik besutan GSV Ventures. LingoAce secara profesional dipilih untuk masuk dalam daftar bergengsi ini setelah perusahaan pendanaan tersebut melakukan survei pada lebih dari 3.000 perusahaan swasta bermodal ventura di ranah dunia teknologi pendidikan.  

Jadi, tunggu apalagi, segera daftarkan si buah hati Anda dengan klik link promo kelas free trial berikut ini. Jangan lupa juga untuk follow Instagram LingoAce Indonesia untuk mendapatkan informasi dan promo menarik lainnya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​