
Masih penasaran ada wisata alam apa lagi di negeri Tirai Bambu yang indah ini? Jika kalian masih mencari wisata air, kalian harus mempertimbangkan untuk mengunjungi Ngarai Tiger! Orang-orang yang suka berpetualang pasti penasaran dan ingin menguji adrenalin di sini. Ngarai Tiger di Tiongkok atau yang biasa disebut dengan Tiger Leaping Gorge adalah sebuah ngarai indah di Sungai Jinsha, yang merupakan anak sungai utama dari Sungai Yangtze.
Berdasarkan legenda, nama ini, Tiger Leaping Gorge, berasal dari harimau yang diburu dan melarikan diri dengan melompat ke seberang sungai, ke titik tersempit. Sungai ini memiliki kedalaman maksimum sekitar 3.900 meter (12.434 kaki) dari sungai ke puncak gunung, Tiger Leaping Gorge adalah salah satu ngarai terdalam yang paling indah di dunia. Penghuni ngarai ini kebanyakan adalah penduduk asli Naxi, yang tinggal di beberapa dusun kecil. Mata pencaharian utama mereka berasal dari produksi biji-bijian.
Panjang sungai ini sekitar 15 kilometer, ngarai ini terletak di lokasi di mana sungai berada di antara Gunung Salju Naga Giok yang tingginya 5.595 meter (18.360 kaki) dan Gunung Salju Haba yang tingginya 5.396 meter (17.703 kaki) dalam serangkaian jeram di bawah terjal 2.000 meter. Secara administratif, sungai di daerah ini membentuk perbatasan antara Daerah Otonomi Yulong Naxi di Kota Lijiang (tepi kanan) dan Kabupaten Shangri-La di Prefektur Otonomi Tibet Diqing (tepi kiri). Selain itu, kristal alami ditambang dari area di dalam dan sekitar Ngarai Tiger.
Ngarai ini dianggap tidak bisa dilayari. Pada sekitar awal tahun 1980, empat orang berusaha turun ke jurang dan tidak pernah terlihat lagi. Pada tahun 1986, terjadi percobaan pelayaran di ngarai ini yang berlangsung dengan sukses. Ekspedisi ini dilakukan di sepanjang Sungai Yangtze, dimulai dari sumber tinggi sungai di danau gletser Gelandandong. Daerah ini secara resmi dibuka untuk turis asing pada tahun 1993, tetapi telah menarik para backpacker untuk berpetualang pada sekitar tahun 1980. Pemerintah setempat berencana untuk meningkatkan jalur dan jalan yang ada, membawa bus wisata dan mengembangkan lebih banyak pembangunan.

Sumber foto: Unsplash
Meski cukup menyeramkan, Ngarai Tiger tetap saja sangat seru untuk dikunjungi. Mau tahu kenapa?
Ngarai Tiger adalah bagian dari Situs UNESCO yang disebut sebagai Three Parallel of Yunnan Protected Areas. Disahkan pada tahun 2003, Ngarai Tiger menjadi salah satu ngarai terdalam di dunia, Ngarai Tiger berada pada ketinggian 3.900 m dari puncak gunung ke dasar sungai.
Jika kalian berkunjung ke Ngarai Tiger, kalian bisa menikmati ngarai sungai yang dalam, hutan lebat, dan pegunungan yang menjulang tinggi berselimut salju. Selain itu, kalian juga akan mendapatkan pengalaman mendaki yang sangat menyenangkan di Tiger Leaping Gorge. Dengan panjang sekitar 17 kilometer, Tiger Leaping Gorge terbagi menjadi tiga bagian: Upper Gorge, Middle Gorge, dan Lower Gorge. Wisatawan dapat mendaki dari Ngarai Atas ke Ngarai Bawah, atau dari Ngarai Bawah ke Ngarai Atas.

Sumber foto: Unsplash
Gimana? Mau, kan, mencoba uji nyali di Ngarai Tiger di Tiongkok ini? Kalau sudah berkunjung ke Tiongkok, rasanya kurang afdal, ya, jika kalian belum bisa bahasa Mandarin. Belajar bahasa Mandarin itu bukan sesuatu yang harus kalian takutkan atau kalian merasa kesulitan, lho.
Belajar bahasa baru bisa menjadi suatu proses belajar yang sangat menyenangkan dan interaktif. Salah satu tempat belajar bahasa Mandarin yang paling bagus adalah di LingoAce! LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin nomor satu untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Belajar di LingoAce akan terasa seperti bermain bersama teman-teman!
Namun, jika kalian lebih suka belajar sendiri, di LingoAce juga ada kelas privat, kok! Yang membuat LingoAce berbeda dari tempat belajar lainnya adalah guru yang mengajar di LingoAce adalah native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya dan sudah pernah mengikuti berbagai macam pelatihan agar bisa menyesuaikan cara mengajar dengan daya tangkap anak.
Kurikulum yang digunakan LingoAce juga sudah terakreditasi secara global serta bisa menyesuaikan dengan kemampuan anak karena LingoAce Indonesia memiliki dua jenis kurikulum, yaitu Kurikulum International dan Kurikulum Singapore. Jika anak belum bisa bahasa Mandarin sama sekali atau belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya, Kurikulum International akan lebih disarankan karena anak akan diajarkan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan anak yang sudah pernah belajar bahasa Mandarin akan disarankan mengikuti program belajar Kurikulum Singapore.
Selain itu, sebelum anak-anak mengikuti kelas bahasa Mandarin di LingoAce, mereka bisa mengikuti kelas free trial terlebih dahulu! Di dalam kelas free trial ini anak-anak akan dilihat sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin mereka dan juga akan mendapat laporan khusus tentang kelebihan mereka dan bagian mana yang harus mereka tingkatkan. Tunggu apa lagi? Yuk, coba belajar bahasa Mandarin di LingoAce!



