
Siapa, sih, yang enggak tahu Dalai Lama? Dalai Lama adalah pemimpin Tibet sejak tahun 1391 hingga sekarang. Sejak Dalai Lama pertama, secara turun menurun mereka tinggal di Potala Palace atau Istana Potala yang berada pada 12.139 meter di atas permukaan laut.
Namun, pada 1959, ada sebuah invasi yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok untuk memperluas wilayah dan Tibet pun menjadi salah satu sasarannya. Setelah invasi dilakukan, Potala Palace pun menjadi hancur. Beberapa aktivis dari Tibet pun berusaha menyelamatkan istana tersebut.
Lalu, pada akhirnya, pemertintah Tiongkok didesak oleh negara-negara lainnya untuk menyelamatkan istana tersebut. Setelah melakukan penyehatan pada Potala Palace, istana ini masuk sebagai UNESCO World Heritage pada tahun 1994. Potala Palace pada awalnya pun juga tidak sebesar ini. Istana ini sebenarnya adlah hadiah Raja Tibet, Songtsan Gampo untuk calon istrinya, Putri Wen Cheng, saat pertama kali dibangun pada 637 Masehi.
Pembangunan Potala Palace juga tampak menakjubkan dengan dilengkapi jalur zig-zag untuk mendaki ke atas. Dibangun dengan lebih dari 1.000 ruangan, 698 mural, 10.000 lukisan gulung, 13 tingkat, dan ribuat patung dari bahan-bahan yang berharga, Potala Palace adalah salah satu kekayaan dunia yang memiliki nilai spiritual.
Di dalamnya pun juga ada makam Dalai Lama, naskah kuno Buddha, dan sejumlah ruang yang disucikan. Karena itulah, ada banyak sekali wisatawan yang datang ke Potala Palace dengan niat untuk berdoa atau mensucikan diri.
Potala Palace pertama kali dibuka pada tahun 2003, dan sejak itu, Potala Palace menjadi salah satu daya tarik wistawan untuk mengunjungi Tibet. Sebagian wisatawan tertarik dengan kisah Dalai Lama yang dihormati oleh seluruh dunia.
Jadi, jika kalian mengunjungi Potala Palace, kalia akan dibawa ke masa-masa di mana Dalai Lama berjuang di jalannya sendiri. Selain itu, istana ini hampir seluruh bagiannya tertutupi oleh tanah putih, salju. Saking megah dan indahnya, kalian bisa melihat Potala Palace dari kejauhan.
Uniknya lagi, Potala Palace dicat dengan lapisan yang dicampur susu, madu, dan campuran jeruk nipis. Luar biasa sekali, kan?
Potala Palace memiliki dua bagian utama: Istana yang berwarna merah dan istana yang berwarna putih, Keduanya memiliki fungsinya masing-masing, jadi kalian jangan sampai tertukar, ya!
Istana Putih dibangun lebih awal dan digunakan untuk kantor Pemerintahan Tibet, ruang acara pertemuan, dan kediaman Dalai Lama.
Istana Merah dipakai untuk rumah doa Dalai Lama dan didedikasikan untuk aktivitas pembelajaran agama Buddha.
Meski pada awalnya Potala Palace dibangun dengan alasan ‘cinta’, tapi setelah berkembang justru lebih menjadi tempat spiritual. Dahulu Potala Palace adalah istana kekaisaran, biara, dan pusat pemerintahan—tidak seperti sekarang, yang lebih umumnya dikunjungi untuk berdoa.
Jika kalian ke sana, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan atau hal-hal yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan, di antaranya adalah hal-hal ini:
Potala Palace terletak di dataran tinggi dan sangat dingin. Pastikan gunakan baju yang hangat dan tebal, karena itu kalian lebih disarankan mengunjungi istana saat musim panas, ya!
Tidak ada kunjungan yang bersifat individu. Semua orang harus masuk ke dalam kelompok tur.
Saat melihat-lihat kompleks istana, tidak boleh mengambil foto, khususnya di dalam ruangan!
Kalian memiliki batas waktu satu jam saat mengunjungi Potala Palace.
Sopan santus is a must! Hal ini dikarenakan Potala Palace adalah objek wisata spiritual. Jadi, pastikan kalian berperilaku baik selama di sana, ya!

Sumber foto: Unsplash Gimana? Pasti kalian penasaran dan ingin lihat keindahan Potala Palace secara langsung, kan? Rasanya ingin cepat-cepat berlibur agar bisa melihat keindahan objek wisata ini secara langsung dan bisa menghirup udara segar di sana, bukan?
Kalau sudah berkunjung ke Tiongkok, rasanya kurang afdal, ya, jika kalian belum bisa bahasa Mandarin. Belajar bahasa Mandarin itu bukan sesuatu yang harus kalian takutkan atau kalian merasa kesulitan, lho.
Belajar bahasa baru bisa menjadi suatu proses belajar yang sangat menyenangkan dan interaktif. Salah satu kursus bahasa Mandarin yang paling bagus adalah di LingoAce! LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin nomor satu untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Belajar di LingoAce akan terasa seperti bermain bersama teman-teman!
Namun, jika kalian lebih suka belajar sendiri, di LingoAce juga ada kelas privat, kok! Yang membuat LingoAce berbeda dari tempat belajar lainnya adalah guru yang mengajar di LingoAce adalah native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya dan sudah pernah mengikuti berbagai macam pelatihan agar bisa menyesuaikan cara mengajar dengan daya tangkap anak.
Kurikulum yang digunakan LingoAce juga sudah terakreditasi secara global serta bisa menyesuaikan dengan kemampuan anak karena LingoAce Indonesia memiliki dua jenis kurikulum, yaitu Kurikulum International dan Kurikulum Singapore.
Jika anak belum bisa bahasa Mandarin sama sekali atau belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya, Kurikulum International akan lebih disarankan karena anak akan diajarkan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan anak yang sudah pernah belajar bahasa Mandarin akan disarankan mengikuti program belajar Kurikulum Singapore.
Selain itu, sebelum anak-anak mengikuti kelas bahasa Mandarin di LingoAce, kalian bisa mengikuti kelas free trial terlebih dahulu! Di dalam kelas free trial ini anak-anak akan dilihat sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin mereka dan juga akan mendapat laporan khusus tentang kelebihan mereka dan bagian mana yang harus mereka tingkatkan.
Tunggu apa lagi? Yuk, coba belajar bahasa Mandarin di LingoAce! Klik di sini untuk mendaftar, ya!



