Kembali

2 menit waktu baca

3 Cara Ampuh Menghadapi Anak Tantrum

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 3, 2023

Parenting
blog-images

Saat anak mengalami tantrum, hal ini bisa menjadi cukup merepotkan bagi beberapa orang tua. Banyak orang tua yang merasa bingung dan tidaj tahu apa yang harus dilakukan saat anak mengalami tantrum.

Untuk parents yang belum tahu, tantrum adalah suatu keadaan di mana anak mengekspresikan emosinya dengan cara menangis yang sangat kencang, hingga berguling-guling di lantai atau melempar barang. Dalam artian lain, saat anak mengamuk. Nah, tapi parents tenang saja, ya! Situasi seperti ini sangat normal, kok!

Alasan anak mengalami tantrum

Biasanya, anak akan sering mengalami tantrum saat mereka berada di usia satu hingga dua tahun. Setelah mereka berusia empat tahun, seharunya jumlah frekuensi si kecil mengalami tantrum berkurang. Hal-hal inilah yang memicu tantrum pada anak:

  • Anak tidak mengekspresikan rasa kesal atau keinginannya pada orang tua, sehingga mereka menjadi seperti frustasi

  • Anak mencari perhatian

  • Mereka berada di situasi yang tidak enak, seperti mereka merasa kelelahan atau lapar

  • Anak terlalu dimanja, sehingga saat keinginan mereka tidak dituruti, mereka menjadi kesal

  • Berada di tahap pertumbuhan yang belum matang

Nah, jika parents sudah tahu atau sudah bisa mengira-ngira apa yang menjadi alasan si kecil mengalami tantrum, kalian bisa menggunakan beberapa cara ini untuk menghadapinya!

1. Menggunakan nada yang netral

Gunakan pilihan kata yang tegas, namun katakan dengan nada yang netral. Jangan terbawa emosi saat anak mengalami tantrum, ya! Parents harus tetap bisa tenang dan menomorduakan emosi. Jangan menggunakan nada yang tinggi, apalagi berteriak pada anak. Karena, hal itu justru bisa membuat tantrum anak menjadi semakin parah.

2. Jangan menyerah pada keinginan anak

Saat parents mulai lelah menghadapi tantrum anak, menuruti apa yang anak mau sepertinya menjadi jawaban yang tepat, ya? Namun, jika hal ini dijadikan sebuah kebiasaan, tantrum justru bisa menjadi suatu “jurus” atau “senjata” saat keinginan mereka tidak terpenuhi. Untuk itu, parents harus selalu bisa memberikan pengertian atau alternatif keinginan anak yang lain agar keinginan parents dan anak bisa sama-sama terpenuhi. Contohnya, jika si kecil terus-menerus meminta gadget untuk bermain padahal sudah melewati screen time mereka, coba ajak anak untuk bermain permainan yang lain, gunakan kata-kata seperti, “main petak umpet sama bunda aja, yuk!”.

3. Selalu konsisten!

Hal ini terkadang terlupakan. Setiap anak mengalami tantum, parents harus memberikan respons atau tindakan yang sama. Jika respons parents selalu berbeda-beda, si kecil akan merasa kebingungan dan merasa Tindakan mereka memiliki konsekuensi yang beragam, sehingga mereka akan terus mengulanginya. Jangan sampai parents lengah dan memberikan keringanan yang jauh berbeda saat anak tantrum di kesekian kalinya.

Menghadapi anak yang sedang tantrum memang sebuah tantangan tersendiri, ya? Sebenarnya, kunci utama bagi orang tua saat anak sedang tantrum adalah untuk selalu tenang. Jangan panik atau terbawa emosi saat berbicara dengan mereka. Sebagai orang tua, yang tentunya sebagai contoh bagi tiap anak, parents harus memperlihatkan versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Menunjukkan versi terbaik dari diri orang tua juga termasuk selalu memberikan yang terbaik bagi kebutuhan anak. Salah satunya adalah dalam segi pendidikan. Anak-anak harus diberikan pendidikan yang terbaik, selain sekolah, hal ini bisa didukung dengan memberikan mereka berbagai les atau kursus yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Jika si kecil ingin mengembangkan kelebihannya dalam bahasa Mandarin atau orang tua ingin memperkenalkannya pada si kecil, parents bisa mendaftarkan mereka ke LingoAce! LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin terbaik untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Di LingoAce, anak-anak akan diajarkan bahasa Mandarin dengan cara yang sangat menyenangkan dan interaktif.

Mereka juga akan diajarkan dengan native speaker serta kurikulum yang sudah terakreditasi secara global! Kurikulum dan program belajar di LingoAce juga sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, lho. Kurikulum yang digunakan LingoAce itu beragam, agar bisa menyesuaikan program belajar dengan tingkat kemampuan bahasa Mandarin tiap anak.

Ada Kurikulum International dan Kurikulum Singapore di LingoAce Indonesia. Untuk anak yang belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya atau belum menguasai dasar-dasar bahasa Mandarin, mereka akan disarankan untuk memilih Kurikulum International, karena di dalam kelas ini, bahasa pengantar yang akan digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Mandarin yang akan diajarkan di sana dimulai dari yang paling dasar.

Sedangkan anak-anak yang sudah lebih familier dengan bahasa Mandarin akan disarankan untuk mengambil Kurikulum Singapore. Namun, enggak perlu khawatir! Kalau kalian masih bingung program belajar mana yang lebih sesuai untuk si kecil, mereka bisa mengikuti kelas free trial dulu, kok! Dalam kelas free trial ini, parents dan anak bisa melihat suasana belajar si kecil serta jadi tahu sejauh mana kemampuan anak.

Setelah kelas free trial, kalian juga akan mendapatkan laporan khusus tentang kemampuan anak, lho! Seru banget, kan, belajar di LingoAce? Yuk, daftar kelas free trial LingoAce di sini sekarang!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​