Kembali

3 menit waktu baca

3 Cerita Pendek Anak yang Lucu dan Menyenangkan

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Anak-anak senang mendengarkan cerita-cerita pendek yang bisa membuat mereka tersenyum dan bisa memberikan mereka pembelajaran sederhana yang berharga. Melalui cerita, parents bisa memberikan anak ilmu-ilmu baru atau pengetahuan tentang bagaimana sebaiknya mereka bertindak sebagai makhluk sosial, atau hal-hal lainnya. Selain itu, hal ini juga bisa membuat kalian menjadi lebih dekat dengan anak.

Karena itu, mulai dari sekarang, coba luangkan sedikit waktu kalian untuk membacakan cerita untuk si kecil sebelum tidur atau saat waktu luang, yuk! Kalian bisa mengambil beberapa inspirasi cerita pendek di bawah ini!

1. Pengembala yang Suka Berbohong

Pada suatu hari di sebuah desa, ada seorang laki-laki yang tinggal bersama ayahnya. Bocah laki-laki ini merasa dirinya sudah cukup dewasa untuk mengawasi dan menjaga dombanya saat di ladang. Akhirnya sang ayah pun memercayai anaknya dan membiarkannya untuk membawa domba-dombanya untuk berlarian di ladang. Padahal sebenarnya, anak ini hanya ingin bemain dan berlarian saja di ladang—tanpa mengawasi domba.

Lalu, anak ini mendapatkan ide jahil saat ia bosan di ladang. Ia berteriak “Serigala! Serigala!” untuk menarik perhatian orang-orang di desa. Orang-orang pun datang untuk menyelamatkannya dengan paras wajah yang panik. Anak ini pun tertawa terbahak-bahak karena ia merasa berhasil menipu orang-orang di desa. Para penduduk pun pergi dengan rasa kesal.

Hari keesokannya saat anak ini harus pergi membawa domba-dombanya ke ladang, ia ingin mengulang peristiwa jahilnya yang terjadi kemarin, ia pun teriak dengan sekuat tenaga “Serigala! Serigala!” agar orang-orang menghampirinya. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, para penduduk datang dan panik namun ternyata tidak terjadi apa-apa. Mereka pun merasa semakin kesal dan si anak merasa puas.

Hari berikutnya, saat anak ini kembali ke ladang, ia lagi-lagi ingin mengulang kembali kelakukan jahilnya. Namun, tak disangka-sangka, kali ini memang benar ada sekumpulan serigala yang menyerang dombanya. Anak ini pun berteriak dan memohon minta tolong pada orang-orang sekitar. Sayangnya, tidak ada satu pun warga desa yang datang menghampiri. Mereka semua berpikir bahwa anak ini hanya ingin jahil.

Pesan yang bisa didapatkan dari cerita ini adalah jangan berbohong! Jika kalian membohongi seseorang, kalian akan kesulitan mendapatkan rasa kepercayaan mereka kembali.

2. Mawar yang Sombong

Pada suatu hari, ada tanaman mawar yang indah di taman. Bunga mawar ini sangat bangga akan keindahan dan kecantikannya. Namun, bunga ini merasa kecewa karena ada kaktus yang jelek tumbuh di sebelahnya.

Setiap hari, bunga mawar menghina kaktus tentang penampilannya, tetapi kaktus tetap diam. Semua tanaman lain di taman berusaha menghentikan mawar saat ia menghina kaktus, tetapi mawar itu terlalu angkuh dan tidak ingin mendengarkan siapa pun.

Di suatu musim panas, sebuah sumur di taman mengering dan tidak ada air untuk semua tanaman. Akhirnya, bunga mawar pun perlahan mulai layu. Dia melihat burung pipit mencelupkan paruhnya ke dalam kaktus untuk mencari air. Dia kemudian merasa malu karena mengolok-olok kaktus selama ini. Tetapi, karena membutuhkan air, ia pun bertanya kepada kaktus apakah ia dapat meminta air pada kaktus. Kaktus yang baik setuju, dan mereka berdua berhasil melewati musim panas sebagai teman.

Pesan yang bisa diambil dari kisah ini adalah jangan menilai orang hanya dari luar dan jangan bersikap jahat karena kita bisa saja membutuhkan mereka suatu hari nanti.

3. Teman Selamanya

Pada suatu hari, ada seekor tikus dan seekor katak yang berteman terbaik. Setiap pagi, katak akan melompat keluar dari kolam untuk mengunjungi tikus yang tinggal di dalam lubang pohon.

Katak ini akan menghabiskan waktu dengan tikus lalu pulang ke rumah. Lalu suatu hari, katak menyadari bahwa dia terlalu sering mengunjungi tikus sementara tikus tidak pernah datang untuk menemuinya di kolam. Hal ini membuatnya kesal dan ia memaksa tikus untuk datang ke rumahnya.

Ketika tikus tidak melihat, katak mengikat tali ke ekor tikus dan mengikat ujung lainnya ke kakinya sendiri, dan melompat pergi. Tikus pun mulai diseret bersamanya. Kemudian, katak melompat ke kolam untuk berenang. Namun, ketika dia menoleh ke belakang, dia melihat bahwa tikus itu mulai tenggelam dan berusaha untuk bernapas.

Katak itu buru-buru melepaskan ikatan tali dari ekornya dan membawanya ke tepi. Melihat tikus dengan matanya yang hampir tidak terbuka membuat katak itu sangat sedih, dan dia segera menyesal karena telah menarik tikus ke dalam kolam. Katak pun akhirnya mengetahui bahwa tikus tidak pernah datang ke rumahnya karena tikus tidak bisa hidup jika ia terlalu lama berada di dalam air. Akhirnya, katak tetap mengunjungi tikus ke rumahnya keesokan harinya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah kita tidak boleh memaksakan kehendak kita pada seseorang, kita harus bisa mengerti kapasitas setiap orang berbeda-beda.

Menceritakan si kecil kisah-kisah yang seru dan unik memang menyenangkan dan tentunya memiliki banyak manfaat positif yang bisa diambil dari kisah-kisahnya. Bahkan, sekarang bercerita atau storytelling bisa dijadikan metode belajar bahasa untuk anak-anak, lho! Salah satu platform kursus bahasa asing yang sudah menerapkan metode ini adalah LingoAce! LingoAce menggunakan berbagai macam metode belajar yang menyenangkan, seperti memberikan anak-anak cerita yang seru dalam bahasa Mandarin agar mereka bisa memahami bahasa Mandarin dengan lebih cepat dan lebih baik.

Jika si kecil merasa enjoy saat belajar, tentunya mereka bisa menyerap ilmunya dengan lebih baik, bukan? Ditambah lagi, guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker, sehingga anak-anak bisa mempelajari pronounciation dengan lebih tepat.

Yuk, daftarkan si kecil ke kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce sekarang dan lihat berbagai macam keseruan lainnya di Instagram LingoAce Indonesia, @lingoace.id!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​