Kembali

3 menit waktu baca

4 Kegiatan Agar si Kecil Jadi Lebih Produktif

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 3, 2023

Parenting
blog-images

Membangun karakter si kecil harus dimulai dari masa anak-anak. Salah satu fitur kepribadian yang jadi perhatian para orang tua modern adalah produktivitas. Anak yang produktif dan proaktif cenderung akan memiliki tingkat partisipasi yang baik di mana pada akhirnya, para orang tua berharap sikap ini bisa meningkatkan level kepintaran dan logika.

Nah, meski terdengar sulit, namun nyatanya beberapa variasi kegiatan berikut ini dapat membentuk sikap produktif anak. Berikut di antaranya!

1. Belajar membuat kerajinan tangan

Membuat barang handmade membutuhkan fokus, konsentrasi, dan juga ketekunan. Ketiga aspek ini sangat penting untuk dimiliki si buah hati di masa yang modern seperti saat ini. Tendensi untuk melempar tantrum menjadi jauh lebih besar ketika anak dibiarkan untuk terus terpapar pada teknologi, seperti smartphone dan juga gaming console. Belajar membuat barang-barang dengan tangan akan setidaknya memberikan jeda teknologi yang penting untuk tumbuh kembang mereka. Namun, ingat juga, ya! Jangan memberikan tugas yang terlampau rumit selama pengerjaannya.

2. Aktivitas fisik dan berolahraga

Bergerak secara aktif juga jadi poin penting dalam tumbuh kembang anak. Aktivitas ini juga secara langsung memberikan stimulus penting yang dibutuhkan untuk dapat mengelola asupan energi yang masuk saat makan. Dalam kaitannya dengan produktivitas adalah berolahraga bisa menjadi fondasi untuk sokongan energi yang dibutuhkan anak. Kebiasaan berolahraga secara rutin juga bukan hanya mampu meningkatkan kesehatan tubuh, namun juga memberikan dampak jangka panjang dalam keseimbangan ritme kehidupan.

3. Bernyanyi

Terlepas dari apakah si kecil memiliki bakat menyanyi seperti seorang diva atau tidak, menyanyi adalah kegiatan ekspresif yang baik untuk meningkatkan produktivitas. Aktivitas ini juga bisa berdampak besar pada level kepercayaan diri si kecil. Menyanyi bersama orang tua juga memiliki dampak emosional yang positif yang tentunya akan sangat penting dalam aktualisasi karakter anak. Sesekali, tidak ada salahnya untuk bermain peran dalam aktivitas ini. Biarkan si kecil menjadi kontestan kompetisi pencarian bakat dan kalian, orang tua, menjadi jurinya!

4. Belajar bahasa asing

Belajar mungkin terdengar terlalu kaku untuk dijadikan kegiatan bersama di rumah. Tapi tenang, LingoAce telah menemukan solusi terbaiknya. Platform edutech global ini memiliki pendekatan belajar yang ringan, mudah dimengerti, dan efisien. Kuncinya ada pada proses skrining profil peserta didik. Konselor edukasi di LingoAce akan memilih pendekatan yang cocok untuk karakter anak. Keputusan ini kemudian dialihkan pada pemilihan media belajar yang ideal baik itu melalui gamifikasi, animasi, kuis interaktif, dan masih banyak lagi.

pemilihan media belajar yang ideal baik itu melalui gamifikasi, animasi, kuis interaktif, dan masih banyak lagi.

Belajar bahasa Mandarin di LingoAce juga sangat terpercaya karena tenaga pendidiknya sudah melewati tes ujian Putonghua dengan nilai minimal “2-A”. Para guru ini juga akan terus memantau perkembangan karakter, gaya belajar dan juga kebutuhan suasana belajar anak. Dari sisi kurikulumnya, LingoAce menyediakan dua pilihan. Kurikulum International didasarkan pada silabus global dan disiapkan untuk mereka yang tidak memiliki dasar bahasa Mandarin. Sementara itu, Kurikulum Singapore punya tingkatan level yang sedikit lebih sulit dan disiapkan untuk anak-anak yang sudah memiliki dasar bahasa Mandarin.

Nah, hebatnya lagi, LingoAce sangat sensitif untuk urusan biaya les dan kursus bahasa Mandarin mereka. Platform e-learning ini menyediakan tiga varian program mulai dari reguler, intensif, hingga privat dengan harga mulai dari Rp 150ribu saja. Beruntungnya lagi, para orang tua yang berminat dapat menjajal kelas free trial gratis sekarang juga tanpa membayar sepeser pun!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​