
Membesarkan dan mendidik anak di zaman seperti saat ini adalah sebuah tantangan besar. Tingkatan tuntutan sebagai orang tua telah menjadi lebih besar. Begitu juga dengan harapan yang kita miliki ketika sudah menjadi orang tua.
Dilema yang dialami orang tua modern
Faktanya, kini ada banyak orang tua yang sangat serius dalam melatih diri mereka dalam hal pendidikan anak. Namun, terkadang komitmen ini malah berdampak pada kurangnya perhatian pada diri sendiri, yang secara paradoks, membuat para orang tua kadang sulit untuk merasa bahagia dengan kondisi pribadi mereka. Mindset ini sepenuhnya perlu diubah mulai dari sekarang!
Perlu dicatat bahwa, semua yang akan dinikmati anak kita besok akan tergantung pada kita sebagai orang tua, jadi jangan biarkan hal tersebut lewat begitu saja, Berikut beberapa tips happy parent-happy children yang bisa mulai kalian coba aplikasikan di rumah.
1. Tidur lebih awal
Waktu tidur yang lebih awal sangat baik untuk perkembangan fisik, emosional, dan mental. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur yang terlambat dikaitkan dengan stres baik pada balita dan orang dewasa. Balita yang tidur sebelum jam 9 malam, misalnya, tidur rata-rata 78 menit lebih lama dibandingkan anak yang tidur lebih lambat.
2. Jauhi gadget
Anda mungkin sudah membacanya berulang kali, namun faktanya kita semua menghabiskan terlalu banyak waktu di depan ponsel, tablet, dan gadget lainnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa obsesi terhadap teknologi juga dapat berdampak negatif pada hubungan orang tua-anak dan hubungan anak dengan anak.
Fenomena ini dikenal sebagai "technoference". Jika orang tua terus-menerus melihat ponsel mereka atau langsung merasa terganggu ketika ponsel mereka berdering, mereka tidak dapat sepenuhnya memusatkan perhatian mereka pada anak-anak, dan bukannya menerima, si anak biasanya akan menyadarinya. Mereka dapat bereaksi dengan menarik orang tua mereka, agresi, ataupun menangis.
3. Bernyanyi
Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Montreal menemukan bahwa bernyanyi dapat menenangkan bayi dua kali lebih lama ketimbang berbicara. Studi lain yang dilakukan oleh psikiater di Stanford University School of Medicine menemukan bahwa mendengar suara ibu dapat membangkitkan keterampilan komunikatif pada anak-anak dan meningkatkan keterampilan komunikasi sosial. Selain itu, suara ibu juga berfungsi sebagai dukungan emosional yang penting bagi anak.
4. Bahagia mulai dari diri sendiri!
Terdengar egois munkin, tapi ini lah realitanya. Kunci untuk membesarkan anak yang bahagia adalah dengan membahagiakan diri sendiri. Konsepnya mirip dengan tata cara penggunaan masker oksigen di pesawat: Pertama Anda harus memakai masker oksigen Anda sendiri sebelum membantu si kecil untuk menggunakannya.
Penelitian ekstensif telah menemukan hubungan antara ibu yang kewalahan dan perilaku negatif pada anak-anak mereka. Jadi, depresi pada orang tua sebenarnya dapat menyebabkan gangguan perilaku pada anak. Anak-anak menjadi sangat sensitif dan secara tidak langsung mengikuti pola psikologi orang tua mereka yang tidak sehat.
Terkait dengan hal ini: Ajari anak Anda untuk berpikir positif! Optimisme sangat erat kaitannya dengan kebahagiaan sehingga tidak dapat terpisah antara keduanya. Melalui optimisme, kita dapat mengondisikan otak pada momen-momen kebahagiaan. Kualitas penting ini harus dapat diwariskan kepada anak-anak kita untuk kehidupan yang bahagia.
Tidak hanya itu, kecakapan linguistik juga penting untuk si kecil. Belajar bahasa asing misalnya, telah terbukti punya dampak positif pada perkembangan mental anak. Tapi jangan juga asal memilih kursus bahasa asing online untuk anak, ya!
Percayakan perkembangan kemampuan bahasa Mandarin si kecil Anda pada LingoAce. Platform ini bukan sekadar tempat les online biasa. Tiap peserta didik akan mendapatkan perhatian khusus dari guru dan konselor pendidikan. Gaya belajar, kebutuhan emosional, dan sosial anak, serta suasana belajar akan jadi patokan khusus dalam menyiapkan proses belajar bahasa Mandarin yang efisien dan efektif.
Tenaga pengajar yang ada di LingoAce juga bukan hanya sekadar native speaker. Guru-guru yang ada di startup e-learning ini juga dilatih untuk melihat perubahan psikologis pada anak. Jika tidak cukup, pelatihan dan workshop rutin juga telah disiapkan LingoAce untuk memberikan penyegaran serta meninjau metodologi pengajaran terbaru.
Program belajar di LingoAce juga tersedia dalam kelas kecil mulai dari reguler, intensif hingga privat. Dengan skema ini, peserta didik diharapkan akan bisa menyerap informasi dengan nyaman. Para orang tua juga tidak perlu panik karena layanan terbaik dari LingoAce tergolong sangat terjangkau.
Hanya dengan Rp 83 ribu, si kecil dapat merasakan pengalaman pembelajaran bahasa Mandarin yang autentik, menarik, dan efektif, serta bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Coba LingoAce sekarang dengan mendaftar ke kelas free trial gratis.



