
Generasi yang baru, lahir dengan kemampuan luar biasa untuk belajar memahami teknologi dengan cepat. Masalahnya adalah, anak-anak ini belum memiliki konsep pengelolaan waktu yang tepat dalam menggunakan gadget. Alhasil, kondisi ketergantungan pada gadget ini berubah menjadi kecanduan.
Mendeteksi masalah kecanduan gadget
Meski banyak orang tua sadar akan kondisi kecanduan gadget pada anaknya, namun hanya sedikit yang berhasil mendeteksi kondisi ini tepat pada waktunya. Peribahasa “lebih baik mencegah ketimbang mengobati” sangat relatable untuk diaplikasikan pada kondisi ini.
Berikut adalah beberapa perilaku yang bisa jadi indikator awal untuk mengelola situasi kecanduan gadget pada anak:
Murung dan mudah tersinggung ketika tidak mendapatkan izin menggunakan perangkat seluler dan secara ajaib langsung berubah tenang ketika gadget ada di tangan mereka.
Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu seperti waktu makan atau waktu tidur karena kebiasaan bermain dengan gadget.
Mencari waktu untuk mengambil perangkat tanpa terlihat dan berbohong jika ditanya apakah mereka telah menggunakannya.
Berhenti menikmati kegiatan yang dulu mereka sukai seperti melukis, membuat kerajinan tangan, permainan di luar ruangan, dan lain-lain. Mereka juga ingin diizinkan bermain dengan ponsel atau tablet sepanjang waktu.
Berhenti tertarik bermain atau bersosialisasi dengan anak-anak lain dan memilih untuk meminta gadget.
Tips membantu anak-anak yang kecanduan gadget
Lalu, bagaimana cara orang tua bisa mencegah situasi ini terus berkembang dan menjadi mimpi buruk? Berikut adalah beberapa tips untuk mencoba mengatasi ketergantungan yang berlebihan pada tablet, ponsel, atau video game:
1. Bermain bersama
Orang tua tidak dapat mengharapkan anak-anak mereka dapat terlepas dari perangkat seluler jika kita sendiri sebagai orang tua selalu menggunakannya; jadi ini adalah kesempatan besar juga bagi Anda untuk menikmati lebih banyak momen bersama dan mengeluarkan kreativitas yang Anda miliki. Ingatlah bahwa si kecil hanya akan menjadi anak-anak untuk waktu yang singkat. Nikmatilah waktu bersama mereka!
2. Jelaskan dengan bahasa yang lugas
Anda dapat dengan tenang menjelaskan bahwa si kecil tidak akan lagi dapat terlalu banyak bermain dengan tablet, atau bahwa dia tidak akan lagi dapat menggunakan ponsel ibu dan ayahnya sesering mungkin. Anda tidak perlu memberikan penjelasan yang panjang lebar tentang mengapa keputusan ini dibuat; anak-anak yang masih terlalu kecil tetap tidak akan dapat memahaminya terlepas seberapa meyakinkannya Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat memberitahu dia bahwa mereka telah memutuskan yang terbaik untuknya, karena ada lebih banyak hal menyenangkan yang bisa dimainkan.
3. Jangan memarahi atau menghukum
Anda perlu mengelola emosi ketika si kecil marah karena tidak diberikan izin menggunakan gadget. Lumrah rasanya untuk frustasi ketika kita tidak memiliki apa yang kita inginkan. Ketimbang merespons dengan amarah, beri anak waktu, katakan padanya bahwa Anda mengerti bahwa dia marah dan akan membantunya untuk mencari alternatif permainan yang lain.
4. Sabar
Jika Anda sebagai orang tua telah menetapkan batasan yang jelas, maka tetap teguh dan bantu si kecil melewati beberapa hari pertama yang akan sulit. Tenang, dalam waktu singkat anak akan sedikit demi sedikit melupakan gadget sampai ia bahkan tidak lagi akan memikirkannya.
5. Buat anak sibuk dengan aktivitas lain
Tips yang satu ini jadi yang paling krusial dalam proses detoksifikasi si kecil dari ketergantungan pada gadget. Anda bisa mengarahkan anak untuk bermain dengan permainan yang lebih manual atau juga bisa mengarahkan mereka untuk belajar. Tapi, sebisa mungkin pilih konten belajar yang ringan dan menyenangkan.
Contohnya seperti skema pembelajaran di LingoAce. Platform les bahasa Mandarin ini memiliki pendekatan belajar yang menggabungkan teknologi terkini. Media belajarnya tersaji dalam bentuk gamifikasi, animasi dan juga kuis interaktif. Selain itu, para guru native speaker di startup ini juga akan mengamati dan memahami profil murid secara menyeluruh. Selain memperhatikan kemampuan bahasanya, tenaga pendidik di LingoAce juga akan memonitor perubahan gaya belajar, kebutuhan emosional, dan sosial anak, serta suasana belajar yang sesuai.
Dilengkapi dengan dua variasi silabus kurikulum dan juga tiga opsi kelas belajar yang eksklusif, LingoAce Indonesia menawarkan lebih dari sekadar les bahasa Mandarin online. Penasaran? Manfaatkan kelas free trial gratis dari LingoAce sekarang juga!



