Kembali

2 menit waktu baca

5 Cara Meningkatkan IQ di Usia Remaja

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Masa pubertas adalah periode di mana para remaja melalui banyak perkembangan baik secara fisikal, dan mental. Namun periode ini juga yang diklaim menjadi golden era untuk meningkatkan kecerdasan dan IQ. Penelitian terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa kecerdasan IQ dapat naik atau turun secara drastis selama masa pubertas.

Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan struktur otak manusia. Penemuan ini dapat memiliki implikasi dalam mekanisme menguji kinerja para remaja selama tahun-tahun sekolah mereka. Namun, jangan terlalu khawatir dulu, karena beberapa tips ini bisa jadi cara yang efektif untuk meningkatkan IQ di usia remaja.

1. Jogging

Menurut sebuah penelitian di Swedia tentang peningkatan kebugaran kardiovaskular bisa dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih baik. Latihan otot, di sisi lain, tidak memiliki dampak yang masif terhadap kemampuan kognitif. Jogging atau berenang diklaim dapat meningkatkan sirkulasi otak, dengan memberi sel-sel di kepala lebih banyak asupan oksigen. Karena itu, rutinkan jogging selama 20 menit setiap harinya.

2. Bermain dan mendengarkan musik

Sebuah studi oleh neuropsikolog, Lutz Jäncke, di University of Zurich, menyatakan bahwa ada banyak daerah di otak yang diaktifkan dan berjejaring tidak hanya dengan mendengar, tetapi dengan bermain musik. Faktanya, berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Harvard, musisi profesional memiliki kepadatan materi abu-abu yang lebih besar daripada non-musisi. Alasannya adalah interaksi area pendengaran dan motorik di otak dan pengulangan proses yang konstan.

3. Membaca

Selain dapat meningkatkan IQ, kebiasaan membaca juga dapat menambah pengetahuan. Selain itu, membaca juga diklaim bisa meningkatkan kecerdasan emosional seorang remaja. Psikolog di New School for Social Research di New York telah menemukan bahwa para pembaca buku lebih mampu berempati dengan keadaan emosional orang lain ketimbang mereka yang jarang membaca buku.

4. Bermain game

Sebuah studi dari University of Rochester di Amerika Serikat baru-baru ini mengonfirmasi bahwa game aksi dengan perspektif first-person dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial pada subjek. Mereka juga mampu berkonsentrasi lebih baik dan memproses lebih banyak tayangan visual daripada non-gamer atau mereka yang memainkan game strategi. Ingat! Dalam tes IQ, pemrosesan cepat dari tayangan visual akan jadi variabel yang sangat penting.

5. Belajar bahasa asing

Dampak positif belajar bahasa asing pada kemampuan kognitif seseorang telah terdokumentasi dengan baik. Mereka yang bilinguals diklaim secara umum lebih pintar, aktif dan telaten ketimbang profil dengan kemampuan monolinguals. Periode remaja dengan segala keterbukaan dan peluangnya bisa jadi timeframe yang ideal untuk belajar bahasa asing seperti bahasa Mandarin. Selain memberi dampak positif pada perkembangan otak dan IQ, bahasa Mandarin juga merupakan salah satu bahasa global yang posisinya akan semakin krusial dalam beberapa tahun mendatang.

Untungnya lagi, LingoAce kini telah resmi tersedia di Tanah Air. Platform les bahasa Mandarin online ini merupakan salah satu startup EduTech global dengan rasio perkembangan yang sangat masif. Sejak diluncurkan pada medio 2017 lalu, LingoAce kini telah menjadi destinasi belajar bagi 300 ribu murid dari 80 negara di dunia.

Ada tiga variabel krusial yang membuat LingoAce dipercaya banyak orang tua murid dari anak usia 6 sampai 15 tahun. Pertama, tenaga pendidik level global yang juga notabene adalah native speaker dalam bahasa Mandarin. Kedua, aplikasi silabus dan kurikulum internasional yang dapat mengakomodir semua level pengetahuan murid.

Terakhir, program belajar yang eksklusif di mana tiap kelas belajar hanya akan diisi maksimal enam peserta didik. Soal harga, LingoAce juga cukup sensitif dengan kondisi keuangan masyarakat di Tanah Air. Program belajar bahasa Mandarin dari platform e-Learning ini tersedia mulai dari Rp 150 ribu. Ada kelas percobaan gratisnya juga, lho. Coba sekarang, yuk!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​