
Anak yang baru masuk ke tingkat Sekolah Dasar biasanya masih linglung untuk memulai proses interaksi dengan teman sebayanya dan berteman. Banyak dari anak-anak pada umur ini juga masih memiliki masalah bahasa dan beberapa kesulitan lain yang mungkin memerlukan bantuan orang tua mereka dalam hal belajar mengomunikasikan pikiran dan perasaan mereka. Itulah mengapa, penting bagi orang tua untuk mengikuti beberapa tips ini demi semakin meningkatnya kemampuan linguistik si kecil. 1. Berbicara secara rutin dengan anak
Banyak anak yang mengalami kesulitan berbicara mungkin karena Anda enggan untuk berbicara dengannya. Tugas Anda adalah mendorong anak untuk memulai atau terlibat dalam percakapan sebanyak mungkin, sehingga ia nantinya bisa merasa nyaman untuk berbagi keluh kesahnya. Tidak ada salahnya untuk mulai berbicara secara rutin selama perjalanan ke sekolah atau saat menonton TV di sela-sela jeda komersial.Tunjukkan pada si kecil bagaimana cara membangun percakapan relevan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan mereka. Cobalah untuk menambahkan beberapa kata dan konsep baru setiap kalinya.
2. Meminta anak untuk memberi tahu tentang kesehariannya
Dorong anak Anda untuk memberi tahu tentang kesehariannya sedetail mungkin. Tanyakan, "apa hal terbaik dan terburuk yang terjadi di sekolah hari ini?" Semua ini akan membantu mereka dalam mengingat dan mengurutkan peristiwa. Kemampuan ini merupakan dua keterampilan yang akan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Sebagai bonus, momen berbagi ini juga dapat mempromosikan hubungan yang baik antara Anda dan si buah hati.
3. Dengarkan dan respons celotehan anak
Tunjukkan keterampilan percakapan yang paling penting di era modern saat ini: Mendengarkan dan memperluas apa yang orang lain katakan. Setelah anak Anda selesai memberitahu Anda sesuatu, ulangi sebagian dari apa yang dia katakan, dan lanjutkan percakapan dengan pertanyaan seperti, "Lihat ini, sebuah karya seni akan membutuhkan proses yang panjang. Menurut kamu, bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat karya seni ini?"
4. Membaca bersama
Terlepas dari apa pun topik yang Anda baca bersama anak, yang terpenting adalah kegiatannya dilakukan bersama-sama. Bahkan, jika si kecil memilih buku yang sama setiap malam, ia akan dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang karakter, plot, dan kosakata. Anda bisa secara bergiliran membaca satu sama lain meskipun terkadang si anak hanya mengucapkan beberapa kata. Setelah menyelesaikan buku tersebut, diskusikan latar, plot, karakter, dan kata-kata baru yang muncul dalam cerita.
5. Belajar bahasa asing
Setelah sedikit banyak paham konsep interaksi dan linguistik dasar, para orang tua bisa mulai untuk memperkenalkan bahasa asing sejak dari umur 6 tahun. Masa-masa golden age ini sangat penting dalam kehidupan dan faktanya, eksposur terhadap bahasa baru akan meningkatkan kemampuan komunikasi anak dan juga perkembangan otaknya.
Untungnya lagi, para orang tua kini tidak lagi perlu repot mencari tempat kursus yang efektif karena LingoAce telah resmi hadir di Indonesia. Startup EduTech global ini telah menjadi destinasi belajar bagi 300 ribu murid dari 80 negara yang berbeda. Kunci keberhasilan platform les bahasa Mandarin ini jatuh pada kombinasi tenaga pendidik yang apik dan penggunaan teknologi multimedia yang terbarukan. Pendekatan personal juga jadi salah satu kunci dasar mengapa LingoAce telah mampu berkembang pesat sejak diluncurkan tahun 2017 lalu.
Nantinya, para murid di LingoAce bukan hanya akan diajar oleh para guru native speaker yang kompeten tapi juga akan disajikan dengan metode belajar interaktif yang menggunakan animasi, gamifikasi, dan masih banyak lagi.
Ayo gunakan periode promo kelas trial gratis dari LingoAce sekarang! Kapan lagi bisa belajar bahasa Mandarin yang autentik, efisien dan efektif!



