Kembali

3 menit waktu baca

6 Penyebab Anak Susah Tidur yang Parents Harus Tahu

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 3, 2023

Parenting
blog-images

Anak susah tidur memang terkadang bisa menjadi masalah yang cukup melelahkan. Parents terkadang harus tetap menemani anak hingga akhirnya mereka tertidur pulas. Nah, karena itu, kalian sebaiknya mengajak si kecil untuk beraktivitas di siang hari yang cukup dan tidak beristirahat terlalu lama di siang hari agar mereka merasa cukup lelah di malam hari dan bisa tidur yang cukup. 

Untuk mengurangi kejadian seperti ini terjadi, sebaiknya parents mengetahui, memahami, dan mengenali beberapa penyebab seorang anak mengalami susah tidur. 

1. Faktor Stres

Nyatanya anak bisa menjadi susah tidur akibat stress—bukan hanya orang dewasa yang bisa mengalami hal tidak mengenakkan ini, lho! Anak-anak yang mengalami stress bisa menjadi memikirkan berbagai macam hal dan akhirnya membuat mereka susah tidur atau bahkan insomnia. Karena itu, parents sebaiknya selalu bertanya pada si kecil soal hal apa yang kini tengah mereka lalui agar mereka tidak memikirkan berbagai hal sendiri dan akhirnya mereka hanya memendamnya, ya. Pastikan kondisi mental mereka selalu dalam keadaan prima dan baik-baik saja. 

2. Faktor Lingkungan

Coba periksa apakah suhu di kamar anak sudah cukup nyaman untuk mereka. Apakah kamarnya sudah cukup dingin atau hangat? Selain suhu, tingkat kebisingan dan cahaya yang ada di kamar anak juga sangat memengaruhi kualitas tidur anak, lho. Kamar yang telalu panas atau dingin serta terlalu berisik atau terang, bisa membuat anak merasa tidak nyaman saat mereka memejamkan matanya. 

3. Faktor Kurang Tidur

Anak mengalami susah tidur di malam hari ternyata bukan hanya disebabkan oleh jam tidur siang yang terlalu lama, lho. Durasi jam tidur yang kurang memadai nyatanya bisa menjadi salah satu alasan anak-anak menjadi susah tidur di malam hari. Karena itu, di sinilah tugas parents untuk memastikan mereka sudah mendapatkan tidur siang yang cukup di siang hari, ya. 

4. Faktor Gangguan Medis

Soal faktor ini, anak akan merasa susah tidur akibat dari rasa tidak nyaman karena tubuhnya sedang berjuang melawan infeksi. Bagian dalam tubuhnya sedang aktif dan bekerja cukup keras hingga memuatnya terjaga dan tidak nyaman untuk beristirahat. Gangguan medis lainnya yang bisa mengganggu tidur anak adalah fibromyalgia, kram otot, nyeri, dan masih banyak lagi. Selain itu, penyakit yang memang umum diderita oleh anak-anak seperti batuk, flu, dan demam juga bisa menjadi salah satu alasan si kecil merasa tidak betah untuk menutup matanya dalam durasi yang cukup lama. 

5. Faktor Penggunaan Kafein

Hal lainnya yang harus parents perhatikan adalah makanan dan minuman apa saja yang anak sudah konsumsi di siang dan malam hari sebelum mereka tidur. Karena minuman bersoda dan sebagian besar minuman berenergi itu mengandung kafein yang bisa memengaruhi proses tidur anak. Lalu, bukan hanya minuman kopi saja yang  terbukti mengandung kafein yang tinggi, susu cokelat nyatanya juga memiliki kadar kafein yang tinggi. Jadi, jangan ikuti adegan-adegan di film yang suka memberikan anaknya susu cokelat hangat di malam hari sebelum anak tidur, ya! Hal ini justru malah akan membuat mata mereka terbuka lebar di malam hari! 

6. Faktor Mimpi Buruk

Parents, jangan anggap sepele faktor yang ini, ya! Memang, hal yang terjadi di kepala mereka hanyalah mimpi dan tidak ada di dunia nyata. Namun, nyatanya hal ini bisa menjadi sangat membekas di memori mereka sehingga mereka merasa tidak nyaman jika mereka harus mata dan mengalami mimpi yang buruk secara berulang kembali. Untuk mengatasi hal ini, parents bisa menenangkan anak sebelum tidur terlebih dahulu atau memainkan music yang bisa membuat mereka menjadi lebih tenang dan tertidur. 

Gimana, parents? Apakah si kecil termasuk anak yang suka mengalami susah tidur? Kalau iya, apakah kalian sudah bisa menemukan penyebab yang mana yang menjadi alasan si kecil menjadi lebih mudah terjaga di malam hari? 

Nah, untuk mengurangi hal seperti ini terjadi, sebaiknya anak diberikan aktivitas yang cukup di siang hari, bukan? Parents bisa mencoba mengajak si kecil untuk mencoba belajar bahasa Mandarin dengan LingoAce untuk mengisi hari-harinya menjadi lebih produktif dan bermanfaat! 

Bersama LingoAce, anak bisa kursus bahasa Mandarin langsung bersama guru native speaker dari China dan membahas soal bahasanya bersama-sama. Selain itu, pembelajaran di LingoAce ini sudah menggunakan program belajar yang terakreditasi secara global, lho. Jadi, parents enggak perlu khawatir jika kelas LingoAce adalah pilihan yang terbaik atau bukan! 

Mau tahu lebih banyak soal belajar bahasa Mandarin di LingoAce? Ikutan kelas free trial LingoAce dan konsultasikan saja pertanyaan-pertanyaan kalian ke tim LingoAce! 

Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia, @lingoace.id, untuk melihat berbagai konten seru lainnya! 

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​