Kembali

3 menit waktu baca

7 Cara Mengatasi Anak yang Bosan dengan Kursus/Ektrakurikulernya

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Bosan melakukan suatu hal yang dilakukan secara terus-menerus adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Bahkan, parents, sebagai orang dewasa tentunya pernah merasa jenuh dengan kegiatan yang dilakukan rutin tiap harinya, bukan? 

Nah, sama saja seperti orang dewasa, anak-anak bisa merasa bosan dengan kegiatan belajarnya dan kegiatan ekstrakurikulernya yang dilakukan secara rutin terus-menerus. Lalu, jika hal seperti ini sudah terjadi dan si kecil akhirnya menjadi mogok belajar, apa yang harus mereka lakukan, ya? Coba sontek beberapa cara di sini untuk mengatasinya, yuk! 

1. Mengubah metode belajar

Mungkin saja si kecil masih ingin belajar atau merasa penasaran dengan materi pelajaran yang ada tapi mereka sudah tidak bisa mencernanya karena cara pembelajarannya yang terlalu monoton atau membuat mereka bosan. Jika memang hal ini yang terjadi, parents bisa membuat pembelajaran atau aktivitas anak menjadi lebih menyenangkan dengan memberikan berbagai macam permainan tambahan agar mereka bisa menjadi kembali semangat. Seperti contohnya saat mereka sedang belajar matematika, ubahlah angka-angka di dalamnya tidak hanya menjadi angka—menjadi sebuah cerita yang menarik. Dibandingkan ditanya dua ditambah dua itu jumlahnya berapa, si kecil akan lebih bersemangat jika yang mereka dengar justru adalah “kamu beli permen dua, lalu pergi ke toko sebelah dan membeli lagi, kini ada berapa permenmu”. 

2. Ubah posisi duduk anak

Posisi duduk atau tempat duduk anak bisa menjadi hal yang penting, lho. Bisa saja ternyata mereka bosan belajar karena pemandangannya di kamar yang tidaklah berubah. Coba ajak si kecil untuk belajar di sudut-sudut rumah yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Bisa saja dengan mereka belajar di ruangan rumah yang lain, mereka jadi bisa lebih meningkatkan nilainya dari yamg sebelumnya. 

3. Belajar sambil bernyanyi

Agak mirip dengan metode yang pertama, kunci dari cara membuat anak tidak menjadi jenuh saat belajar adalah dengan membuat mereka bersenang-senang saat belajar. Ajarkan mereka berbagai pengetahuan umum dengan cara atau nada yang menyenangkan sehingga mereka bisa lebih cepat menghafalnya karena mereka sudah terbiasa mendengarkan ilmunya dalam bentuk nada atau lagu. 

4. Belajar sambil mendongeng

Bukan hanya berguna untuk melatih imajinasi seorang anak, cerita dongeng pada umumnya memiliki nilai-nilai moral yang sangat baik yang bisa diajarkan dan ditanamkan pada anak sejak dini. Dengan mendongeng, anak bisa memahami hal-hal baik atau terpuji yang bisa diajarkan pada mereka dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna oleh pola pikir anak. 

5. Memberikan anak waktu free time yang cukup

Mungkin si kecil sudah cukup sibuk di siang hari, sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu bersantai. Hal inilah yang bisa menjadi alasan kenapa mereka menjadi jenuh dengan kegiatan belajar mereka, mereka merasa waktu yag mereka miliki untuk melakukan hal apa pun semau mereka itu sangat sedikit. 

 6. Belajar sambil menari atau bergerak

Jangan hanya belajar sambil duduk diam di kursi saja, parents. Agar si kecil bisa menjadi lebih semangat dan tidak bosan saat belajar, buatlah aktivitas belajar menjadi lebih menyenangkan. Daripada hanya terduduk di kursi, ajak mereka untuk bangun dari kursinya dan minta mereka untuk memperagakan hal-hal yang mereka pelajari. Misalkan, mereka sedang belajar tentang nama-nama hewan, kalian bisa mengajak si kecil untuk mencoba memperagakan suara-suara hewan sambil mengimitasi bentuk tubuh hewan itu. 

7. Mencarikan tempat belajar yang sesuai untuk mereka

Mencari tempat belajar untuk anak memang tidak mudah tapi tidak juga susah. Parents memang harus melakukan banyak research untuk mengetahui apakah tempat belajar yang si kecil ikuti cukup bagus atau tidak. Hal-hal yang harus kalian perhatikan saat mencarikan tempat belajar untuk anak adalah seperti apa program belajarnya, guru seperti apa yang akan mengajar mereka, dan tentunya keamanan anak selama belajar. Tentu masih ada banyak hal-hal lainnya yang harus dipertimbangkan, tapi hal-hal yang tadi disebutkan adalah hal yang utama. 

Nah, kalau parents ingin si kecil belajar bahasa Mandarin tapi mereka mudah jenuh, kalian bisa mencoba mengajak mereka untuk belajar bahasa Mandarin di LingoAce, ya! Belajar bahasa Mandarin di LingoAce bisa menjadi suatu aktivitas pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak, karena guru-guru yang mengajar di LingoAce adalah native speaker yang sudah memiliki pengalaman mengajar anak-anak serta dilatih dengan sangat baik.  

Selain itu, kurikulum yang digunakan LingoAce adalah kurikulum yang sudah terakreditasi secara global dan kurikulumnya bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin mereka. Ditambah lagi, anak sudah dipastikan aka naman selama belajar karena platform belajar yang digunakan LingoAce adalah platform yang dikembangkan secara mandiri dan sudah memiliki sertifikat kidSAFE! Jadi, tenang saja, ya, si kecil enggak akan mengalami cybercrime apa pun! 

Penasaran seperti apa suasana belajar di kelas LingoAce? Langsung saja daftar kelas free trial di siniFollow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat berbagai konten seru lainnya, ya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​