
Meski cinta dan kasih sayang adalah dua hal yang paling penting untuk si kecil, mereka juga membutuhkan kegiatan yang merangsang pertumbuhan otak mereka. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang tidak hanya dapat mempromosikan perkembangan kinerja otak anak, tetapi juga dapat menjadi momen yang menyenangkan bagi orang tua dan si buah hati: 1. Menatap mata
Bayi yang baru lahir dapat mengenali wajah dengan sangat cepat. Setiap kali bayi menatap mata Anda, otaknya akan langsung bekerja dan memori baru akan terbentuk
2. Bermain petak umpet (cilukba)
Bermain cilukba dapat mendorong kesadaran anak bahwa ibu dan ayah mereka akan kembali setelah pergi. Selain itu, permainan peep-peep ini juga mengembangkan pemahaman tentang keabadian objek, yang penting untuk dipelajari oleh anak. Kemampuan ini mengacu pada kemampuan untuk memahami bahwa suatu objek akan terus ada, bahkan jika seseorang tidak (lagi) dapat melihatnya.
3. Menghabiskan waktu di luar rumah
Udara segar tidak hanya baik untuk si kecil, tetapi juga penting untuk seorang ibu. Selain itu, semua pemandangan dan aroma-aroma baru akan merangsang indra penciuman anak.
4. Bermain dengan tisu
Anak Anda suka mengeluarkan tisu dari kotaknya? Biarkan mereka. Tisu adalah media bermain yang unik di mana bayi dapat mencoba segala macam kondisi: Halus, kusut, terlipat. Skill motorik si kecil juga akan meningkat dengan kebiasaan ini.
5. Biarkan anak menyentuh tekstur yang berbeda
Kegiatan ini penting untuk melatih indera peraba si kecil. Anda bisa menyiapkan kain dengan tekstur yang berbeda seperti wol, sutra, satin. Biarkan anak merasakannya, dan dengan lembut, sentuhkan bagian kain ke pipi si anak.
6. Ajarkan bahasa isyarat
Bukan, ini bukan tentang bahasa isyarat yang jadi media formal berkomunikasi tunarungu dan tunawicara. Tetapi, ini lebih tentang isyarat dengan tangan saat Anda berbicara dengan si kecil. Mengajarkan kebiasaan ini akan membantu anak untuk memahami Anda dengan lebih baik.
Menurut sebuah penelitian di University of California, bayi yang telah belajar lebih dari 20 karakter akan dapat berbicara lebih awal dan memiliki IQ lebih tinggi ketimbang anak-anak pada usia yang sama.
7. Belajar bahasa asing
Setelah si kecil mulai mengerti konsep penggunaan bahasa yang tepat, sangat disarankan untuk mulai memperkenalkan bahasa asing kepada mereka. Kosakata baru dan padanan kalimat yang sepenuhnya berbeda akan jadi pemantik kinerja otak yang efisien. Namun, penting untuk dicatat bahwa proses belajar bahasa asing ini tidak boleh memberatkan si kecil. Karena itulah, para orang tua perlu memilih platform kursus bahasa asing online yang ideal seperti LingoAce.
Startup Edutech ini bukan hanya sekedar mengajarkan anak umur 6-15 tahun silabus bahasa Mandarin yang tepat namun, penyedia kursus mandarin online ini juga berupaya untuk memahami cara belajar tiap anak. Nantinya setelah mendaftar, setiap anak akan diperhatikan kemampuan bahasanya, perubahan gaya belajar, kebutuhan emosional dan sosial anak, serta suasana belajar yang sesuai untuk mereka.
Skema pembelajaran ini tentu tidak akan bisa diaplikasikan tanpa tenaga pendidik yang profesional. Jadi rasanya tepat jika LingoAce hanya mempercayakan guru dengan kemampuan native speaker yang sudah terakreditasi CTCSOL internasional sebagai tendik mereka.
Selain itu, program belajar yang ditawarkan LingoAce juga bersifat eksklusif di mana tiap kelasnya hanya akan diisi oleh enam peserta didik saja. Dengan volume kelas yang kecil ini, proses pembelajaran bahasa Mandarin yang autentik dan menarik akan dapat tersaji dalam setiap pertemuannya. Ayo coba LingoAce sekarang dengan mendaftar di kelas free trial gratis.



