Kembali

2 menit waktu baca

7 Macam Kekhawatiran Orang Tua terhadap Anaknya

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Mengkhawatirkan kondisi anak kapan pun dan di mana pun adalah salah satu hal yang akan selalu dirasakan oleh orang tua. Rasa sayang yang begitu besar pada anaknya akan membuat mereka selalu merasa khawatir jika anak mereka jauh dari mereka atau mereka belum mendapat kabar dari anaknya dalam waktu yang cukup lama.

Parents tentunya pernah merasakan keganjalan ini, bukan? Kalian tenang saja, hal ini sangat wajar, kok, dan kalian tidak merasakan ini sendiri. Jutaan orang tua lain di seluruh dunia pun juga merasakan hal yang sama. Nah, apakah kalian ingin tahu apa saja hal-hal yang menjadi sumber kekhawatiran orang tua pada umumnya? Lihat beberapa contohnya di bawah ini, ya!

1. Khawatir anak menjadi korban atau pelaku bully

Perundungan adalah salah satu masalah yang tidak kunjung selesai dari beberapa tahun yang lalu. Parahnya, terkadang orang tua tidak tahu kalau anaknya adalah salah satu korban atau pelaku bully di sekolah atau di lingkungan bermainnya. Untuk menghindari ini semua, sebaiknya parents selalu luangkan waktu kalian untuk berbicara empat mata dengan si kecil agar kalian tahu perkembangan dunia sosia mereka.

2. Khawatir dengan hal-hal yang mereka lihat di internet

Internet adalah dunia yang luas. Melalui internet, anak-anak bisa melihat dan mengakses hal apa pun yang mereka inginkan. Sering kali, hal-hal yang terekspos di internet adalah hal-hal buruk yang mungkin tidak sesuai dengan mental seorang anak kecil. Jika hal ini terjadi, mereka mungkin bisa mendapatkan persepsi yang salah akan suatu hal dan membuat mereka menjadi terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.

3. Khawatir akan kesehatan anak

Semua orang tua ingin anak mereka selalu berada dalam kondisi sehat dan prima. Orang tua akan selalu berusaha memberikan anak mereka makan dan minuman yang sehat, serta berbagai macam vitamin untuk menunjang kesehatan mereka. Ditambah lagi jika kita sedang  berada dalam situasi pandemi seperti ini. Menjadi ekstra protektif karena khawatir akan kesehatan anak sangatlah wajar, tapi jangan terlalu berlebihan, ya! Proteksi yang berlebihan dari orang tua bisa membuat anak menjadi sedikit kesal dan risih.

4. Khawatir anak mengalami depresi atau penyakit mental lainnya

Memiliki penyakit mental lebih susah dideteksi dibandingkan sakit yang terlihat langsung di tubuh mereka. Sering kali anak-anak menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya dari orang tua mereka karena mereka tidak ingin orang tuanya khawatir, yang lebih parahnya, dalam beberapa kasus, Kesehatan mental anak yang kian menurun bisa berakhir pada bunuh diri atau self harm. Dan, sang orang tua pun hanya berakhir dengan merasa bersalah.

5. Khawatir akan penggunaan media sosial atau gadget yang berlebihan

Di era globalisasi yang serba maju ini, banyak anak yang sudah sangat terbiasa ditemani media sosial dan berbagai gadget canggih. Tidak sedikit anak-anak yang mengalami kecanduan dan akhirnya mereka tidak bisa terlepas dari hal-hal ini. Karena itu, sebaiknya parents membatasi penggunaan gadget harian mereka secara tegas agar mereka tidak masuk ke perangkap ini.

6. Khawatir akan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik

Kedua hal ini adalah salah dua faktor utama mengapa kesehatan seseorang bisa sangat menurun. Menjaga pola makan yang sehat adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan, karena itu banyak anak-anak yang tidak terlalu memperhatikan pola makannya saat mereka ada di luar bersama teman-temannya. Selain itu, banyak anak yang tidak memiliki aktivitas fisik di luar karena padatnya aktivitas belajar mereka di sekolah atau pikiran mereka terlalu terpusat pada gadget mereka.

7. Khawatir soal kualitas pendidikan anak

Tentu saja parents ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk dari segi pendidikan. Terkadang, orang tua juga suka merasa hal yang sudah didapatkan untuk anaknya belum maksimal. Namun, sekarang kalian enggak perlu khawatir lagi! Soal pendidikan bahasa Mandarin untuk anak, LingoAce bisa memberikan pembelajaran bahasa Mandarin yang terbaik untuk mereka! LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin nomor 1 untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Bersama LingoAce, anak-anak akan merasakan pengalaman belajar bahasa Mandarin yang sangat berbeda! Mereka akan diajarkan oleh guru native speaker dari China dan menggunakan kurikulum yang sudah terakreditasi secara global. Selain itu, platform yang digunakan LingoAce adalah platform yang dikembangkan sendiri oleh para ahli dan sudah memiliki sertifikat kidSAFE, sehingga anak-anak sudah terjamin keamanannya dari segala macam cybercrime yang mungkin terjadi.

Yuk, ajak si kecil belajar bahasa Mandarin di LingoAce dan lihat perbedaannya dari tempat belajar Mandarin lainnya! Daftar sekarang melalui link ini dan dapatkan kelas free trial gratis! Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat berbagai macam keseruan lainnya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​