Kembali

3 menit waktu baca

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan Jika Nilai Anak di Sekolah Turun?

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 3, 2023

Parenting
blog-images

Parents, pernah ada di situasi ini? Hal apa yang pertama kali tebersit di benak dan otak kalian? Apakah kalian merasa sedih, kesal, kecewa, atau bahkan merasa gagal? Hal yang harus kalian lakukan dan tanamkan pada diri kalian pertama kali justru sebenarnya adalah bersikap tenang. Nilai pelajaran sekolah anak bukanlah segalanya, kok!  

Jika si kecil bisa mendapatkan nilai yang bagus, maka hal ini memang baik untuk mereka dan sudah sepatutnya kalian apresiasi kerja keras mereka. Namun, jika nilai hasil belajar yang si kecil dapatkan masih kurang memuaskan, tenang saja, memang itu fungsi dan guna dari belajar serta ujian, bukan? Untuk mengetahui dan memahami bagian mana saja yang si kecil masih perlu tingkatkan! 

Nah, jadi kalau dibahas secara lebih detail, apa saja, sih, yang sudah sepatutnya parents lakukan jika kalian berada di posisi ini? Kita lihat di bawah ini bersama-sama, ya! 

 1. Bersikap tenang

Ini memang langkah pertama yang paling penting! Parents, kalian harus bisa menahan emosi kalian sekuat mungkin, ya. Jangan memberikan reaksi yang berlebihan di depan si kecil. Kalian harus benar-benar menghindari memarahi dan berteriak pada si kecil di depan umum atau bahkan jika kalian hanya berdua. Jika kalian memberikan reaksi negatif yang berlebihan seperti ini, anak justru akan merasa malu dan nantinya mereka akan menjadi malas untuk mengikuti aktivitas di sekolah karena mereka merasa gagal dan tidak diapresiasi. Tunjukkan pada si kecil bahwa kalian mengharapkan hal yang lebih baik dan lebih besar dari mereka dengan cara yang halus, ya! 

 2. Tawarkan mereka bantuan dan berikan hukuman 

Hukuman di sini adalah hukuman yang wajar, ya, parents. Menghukum anak dengan mengurung mereka di kamar mandi karena kecewa dengan nilai sekolah mereka bukanlah cara yang efektif lagi! Berikan mereka hukuman yang bisa membuat mereka menjadi lebih baik. Contohnya, kurangi screen time gadget mereka agar mereka menjadi lebih terdorong untuk menghabiskan waktu dengan cara positif yang lain. Jika kalian sudah memberikan hukuman pada si kecil, coba tawarkan mereka jika mereka membutuhkan bantuan belajar atau bantuan untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Pastikan mereka tahu dan paham bahwa orang tuanya akan selalu ada di sisi mereka untuk membantu berbagai kesulitan yang mereka hadapi. 

 3. Ajak anak berdiskusi

Dalam membahas hal serius seperti ini, berdiskusi dalam ruang terbuka memang sangat penting, lho! Dari diskusi ini, parents bisa memahami mengapa si kecil mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. Dari pembahasan masalah ini, kalian sekeluarga bisa bersama-sama mencari jalan keluarnya agar ke depannya si kecil bisa menjadi lebih baik. Jika permasalahan dari ini adalah anak kurang memahami banyak materi pelajaran dan kedua orang tua bekerja sehingga tidak bisa menemani anak belajar, kalian bisa mencari guru tutor yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan anak. Jadi, untuk memecahkan persoalan ini, kuncinya adalah diskusi, ya! 

 4. Berdiskusi dengan guru di sekolah 

Selain berdiskusi dengan anak, berdiskusi dengan guru anak di sekolah juga krusial, lho! Parents mungkin sangat tahu soal anaknya jika mereka berada di rumah tapi jika anak sudah tiba di gerbang sekolah, guru merekalah yang tentunya lebih memahami anak. Mereka yang lebih sering melihat, bertemu, dan berbincang dengan si kecil di jam-jam sekolah. Karena itu, kalian harus bertanya dan berdiskusi dengan guru mereka agar kalian jadi memahami di mana letak persoalan anak kalian saat berada di sekolah. 

 5. Merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya 

Sudah tahu secara menyeluruh di mana letak persoalan dan alasan di balik nilai anak kurang memuaskan? Kini adalah waktunya untuk kalian mengambi tindakan yang serius! Merencanakan masa depan bersama anak bisa menjadi salah satu cara agar si kecil bisa tertarik dan menjadi lebih konsentrasi dengan target belajar mereka. Selain itu, kalian juga bisa, lho, memberikan motivasi tambahan agar mereka lebih rajin belajar, seperti menjanjikan membelikan mereka mainan atau sepatu baru jika nilai mereka bisa melampaui target. Jangan lupa untuk selalu apresiasi keberhasilan mereka meski dengan cara-cara sederhana, ya, parents

Nah, parents, sekarang ada pertanyaan terakhir, nih, untuk kalian! Apakah si kecil pernah merasakan kesulitan saat belajar bahasa Mandarin di sekolah? Hmm, bisa jadi karena kurikulum yang digunakan di sekolah masih kurang cocok dengan tingkat skill dan kemampuan bahasa Mandarin yang mereka miliki, nih! Namun, tenang saja, ya! Untuk menyiasati persoalan ini, LingoAce punya cara yang ampuh banget! Kalian bisa mencoba untuk mengajak mereka belajar tambahan di LingoAce! 

Di sana, anak akan belajar bahasa Mandarin dengan cara yang seru dan interaktif sehingga mereka bisa bersenang-senang saat mereka belajar. Enggak perlu khawatir mereka merasa jenuh saat belajar, deh, pokoknya! Selain itu—yang terpenting, nih, kurikulum belajar bahasa Mandarin di LingoAce bisa disesuaikan dengan sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin mereka, lho! Menarik banget, kan, program belajarnya? 

Tunggu apalagi? Langsung saja ikut kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce dan berkonsultasi dengan tim LingoAce. Jangan lupa follow dulu Instagram LingoAce Indonesia di LingoAce.id ya parents!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​