Kembali

2 menit waktu baca

Asal-usul Orang Tionghoa Makan Menggunakan Sumpit

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Restoran Tiongkok bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga tempat meleburnya budaya. Meja di restoran Tiongkok acapkali dihiasi dengan lilin dan dekorasi lainnya, dengan setiap hidangan disajikan di piring porselen kecil.  

Blog ini akan mengajarkan kalian tentang sejarah dari munculnya tradisi budaya yang menakjubkan ini dan mengapa hal tersebut sangat penting bagi orang Tionghoa.  

Mengapa orang Tionghoa makan dengan sumpit? 

Sejarah pertama makanan dan sumpit berasal dari legenda Dinasti Xia. Dinasti Xia adalah dinasti yang sangat tua yang memerintah Tiongkok dari sekitar 2100 hingga 1700 SM. Dinasti ini dianggap sebagai “dinasti besar pertama di Tiongkok”, dan dikenal luas karena budaya, seni, musik, dan karya sastra mereka yang sangat maju. Catatan tertua dari dinasti ini menunjukkan bahwa mereka menggunakan sumpit untuk makan, tetapi asal usul praktik ini masih tidak diketahui. 

Nah, berikut adalah beberapa alasan mengapa orang Tionghoa makan dengan sumpit: 

  • Sumpit adalah simbol kebahagiaan dalam budaya Tionghoa.

  • Menggunakan sumpit adalah tanda kerendahan hati dan rasa hormat terhadap orang lain.

  • Sumpit juga merupakan tanda hormat kepada orang yang lebih tua.

  • Mayoritas orang Tionghoa lebih suka menggunakan sumpit untuk makan karena mereka percaya bahwa menggunakan sumpit lebih sehat daripada menggunakan jari atau pisau dan garpu.

  • Mayoritas orang Tionghoa lebih suka menggunakan sumpit karena mereka percaya bahwa menggunakan sumpit lebih sopan dan hormat.

  • Makan dengan sumpit adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bagi kebanyakan orang Tionghoa, jadi mereka bahkan tidak memikirkannya lagi; namun, jika kalian bertanya kepada siapa pun yang tidak makan dengan sumpit mengapa mereka tidak melakukannya, maka dia mungkin akan memberitahu kalian bahwa dia tidak pernah belajar cara menggunakannya dan mereka merasa tidak nyaman.

  • Sumpit dianggap lebih ramah lingkungan daripada menggunakan pisau dan garpu karena mayoritas sumpit terbuat dari bambu, yang merupakan sumber daya alam yang dapat dipanen kembali dan digunakan untuk membuat barang-barang lainnya.

  • Mayoritas orang Tionghoa menggunakan sumpit untuk menghindari mengotori tangan atau jari mereka.

Sumpit dan budaya Tionghoa 

Terlepas dari keunikan keputusan menggunakan sumpit, namun keberagaman budaya di Negara Tirai Bambu ini adalah salah satu kekuatan mereka. Tiongkok kini telah memiliki status dominasi yang kuat dalam percaturan dunia bisnis global. Walhasil, semua hal yang berkaitan dengan Tiongkok seperti budaya, kuliner, hingga bahasa Mandarin juga menjadi subjek perhatian. 

Salah satunya adalah dengan semakin meningkatnya minat para orang tua untuk memperkenalkan bahasa Mandarin untuk anak mereka. Hal ini terbukti kuat dengan statistik yang dikeluarkan oleh LingoAce yang mengklaim bahwa pengguna baru di platform belajar bahasa Mandarin ini meningkat sebesar 4.800% sejak tahun 2020. 

LingoAce, sebagai platform terbaik untuk belajar bahasa Mandarin, memiliki banyak kelebihan yang sangat menarik. Salah satunya adalah berkat keseriusan tim ahli kurikulum LingoAce dalam membuat silabus yang terakreditasi secara global. Pengalaman belajar di situs kursus online ini juga dirancang secara in-house oleh para Course Consultant dan Learning Advisor, serta didukung oleh berbagai pakar multimedia, animasi, dan gamifikasi. 

Dengan metode belajar ini, semua topik yang berkaitan dengan bahasa Mandarin, seperti psikologi anak hingga kosakata terbaru juga tersedia. Tidak lupa juga, LingoAce memastikan bahwa semua peserta didik yang sudah terdaftar akan dapat menikmati layanan pembelajaran imersif hanya dengan mendaftar ke link berikut ini

Makanya, jangan tunda lagi untuk daftar ke LingoAce! Oh iya, Instagram LingoAce juga bisa jadi referensi informasi terbaru, lho! 

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​