Kembali

2 menit waktu baca

Bolehkah Orang Tua Memeriksa Gadget Anak Remajanya Diam-diam?

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 14, 2023

Parenting
blog-images

Sebagai orang tua, tentu, kalian hanya ingin yang terbaik untuk si kecil dan kalian ingin mereka selalu berada di dalam kondisi yang aman. Nah, terkadang untuk memastikan ini semua, tidak jarang ada orang tua yang mengambil langkah terlalu jauh yaitu memeriksa gadget seperti handphone atau laptop anaknya diam-diam. Memang, kalian melakukan ini semua untuk niat yang baik tapi sebenarnya hal seperti itu benar atau salah, ya? 

Menurut pendapat beberapa ahli, sebenarnya tidak ada yang salah dengan memeriksa gadget anak, karena seorang remaja biasanya masih sangat labil dan mereka terkadang tidak bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk untuk mereka. Namun, tentu saja jika kalian ingin memerika gadget milik anak kalian, kalian harus meminta izin dan tunggu mereka memberikan izin. Hargailah privasi mereka, jika tidak, mereka akan terus merasa tidak dihargai dan dianggap seperti anak-anak. 

Jangan mengambil gadget mereka ketika mereka tidur atau ketika mereka lengah, karena jika kalian melakukan ini dan anak mengetahuinya, mereka akan merasa sangat kecewa pada orang tuanya. Bayangkan saja jika ini terjadi pada kalian—seseorang membuka dan memeriksa isi handphone kalian tanpa sepengetahuan kalian, tentunya kalian akan merasa kesal dan kecewa, bukan? 

Lalu, apa yang harus parents lakukan jika kalian menemukan suatu hal yang mengganjal di gadget anak? 

Hal ini sangat mungkin terjadi. Anak remaja yang sedang berada di tengah masa pubertas akan memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi pada banyak hal tapi mungkin mereka tidak akan bertanya pada kalian, mereka justru akan mencari jalan pintas untuk mencari tahu sendiri atau berdiskusi dengan teman-temannya. Nah, jika kalian menemukan sesuatu yang agak melenceng, hal yang sebaiknya kalian lakukan adalah ajak anak kalian untuk duduk berdua dengannya dan bicarakan. Beri tahu mereka dengan bahasa yang mudah mereka mengerti dan kendalikan emosi kalian, jangan tunjukkan indikasi amarah atau aura negatif lainnya ketika kalian mencoba menasihati mereka. Lagipula, kalian dulu pun juga seorang remaja yang pernah ada di posisi mereka. 

Jadi, sebaiknya di usia berapa anak diberi handphone, ya? 

Tidak ada jawaban pasti untuk hal ini. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa sebaiknya anak mulai diberikan handphone sendiri saat mereka usia 12 hingga 14 tahun. Di usia ini, mereka memang perlu diberikan exposure lebih tentang hal-hal yang ada di luar sana tapi tentu saja dengan pengawasan dari orang tuanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa ahli juga mengatakan, semakin lama orang tua menunda memberikan handphone pada anaknya, akan lebih baik tapi parents harus bisa menyeimbangi dengan memberikan ilmu yang lebih luas untuk anak. 

Lebih baik ajarkan anak menggunakan gadget untuk hal-hal yang baik sejak dini. 

Gadget diciptakan untuk mempermudah hidup manusia, mulai dari berkomunikasi dengan orang lain hingga untuk mencari informasi yang sulit didapatkan. Hal-hal inilah yang parents harus tanamkan pada si kecil agar mereka tetap menggunakan gadget mereka untuk hal baik. Salah satu hal baik yang bisa dilakukan si kecil dengan gadget-nya adalah belajar menuntut ilmu. 

Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kini tiap orang bisa merasakan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan hanya dari sentuhan layar, termasuk belajar bahasa Mandarin! Kalian dan si kecil sudah enggak perlu lagi mencari tempat belajar bahasa Mandarin dengan ribet! Hanya dari rumah, tanpa harus pergi ke mana-mana, kalian bisa memberikan pembelajaran bahasa Mandarin secara online bersama LingoAce. 

LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Platform LingoAce dikembangkan oleh tim in-house yang sangat ahli di bidangnya dan tidak menggunakan platform aplikasi video chat ketiga agar pembelajaran bisa berlangsung dengan sangat mudah. Kelebihan lain dari platform LingoAce adalah, platform ini sudah tersertifikasi kidSAFE, sehingga parents enggak perlu khawatir soal cybercrime dan lainnya, karena si kecil sudah pasti terlindungi dari hal-hal itu semua, lho! 

Selain itu, guru-guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker dari Tiongkok, dan LingoAce memiliki berbagai macam kurikulum yang sudah terakreditasi secara global agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin tiap anak yang beragam. Jadi, kalau si kecil belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya, tenang saja, ya! LingoAce sudah punya program belajar yang dibuat khusus untuk mereka, kok. 

Yuk, jangan ditunda-tunda lagi, daftar saja langsung sekarang kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce di sini! Kalian juga bisa berkonsultasi secara privat dengan tim LingoAce tentang program belajar mana yang sebaiknya kalian pilih untuk si kecil jika kalian masih merasa bingung yang mana yang terbaik untuk si kecil. Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat keseruan lainnya, ya! 

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​