
Mengajarkan anak tentang pelajaran hidup memang bisa menjadi salah satu alternatif yang menyenangkan agar anak bisa memahaminya dengan baik dan dengan mudah. Ada banyak sekali kisah legenda, fabel, dan jenis cerita lainnya yang bisa diceritakan dan diajarkan pada si kecil. Salah satu kisah seru yang bisa parents bacakan ke si kecil adalah kisah tentang kelinci dan kura-kura ini.
Kisah ini menceritakan tentang bahayanya bersikap arogan atau angkuh pada seseorang. Melalui cerita ini, ada banyak sekali hal baik yang bisa disampaikan pada si kecil. Mau tahu cerita selengkapnya? Lihat selengkapnya di bawah ini, ya.
Selamat membaca!
Pada suatu hari di sebuah hutan, ada seekor kelinci yang sangat lincah. Kelinci ini dikenal sebagai hewan yang angkuh karena ia adalah salah satu hewan yang paling cepat di hutan. Sering kali kelinci ini meledek hewan-hewan lainnya di hutan karena tidak secepat dan selincah dirinya. Banyak hewan yang sebenarnya merasa kesal dengan sifat kelinci ini tapi mereka tidak terlalu menghiraukannya. Mereka membiarkan si kecil terus menunjukkan kesombongannya karena mereka terlalu malas berurusan dengannya.
Suatu hari, seekor kura-kura berjalan melewati kelinci. Kelinci tentu saja ingin mengejek kura-kura yang jalannya lambat. Kelinci itu memberhentikan kura-kura dan berkata, “Jalanmu lambat sekali! Aku yakin kalau kita berlomba lari, kamu tidak akan bisa mengalahkanku,” ujar si kelinci dengan nada yang tinggi. Kura-kura hanya mengangguk dan ingin melanjutkan perjalanannya tapi si kelinci menghentikannya lagi. “Aku menantangmu untuk berlomba lari denganku. Apakah kamu berani, Kura-kura?” Tanya si kelinci sambil tersenyum licik.
“Iya, boleh. Kita bisa berlomba esok hari,” ujar kura-kura. Si kelinci pun sempat terkejut karena kura-kura berani menerima tantangannya. Namun, kelinci merasa senang dan puas karena ia tahu ia akan menang di perlombaan itu.
Di hari perlombaan, kura-kura dan kelinci sudah bersiap-siap di belakang garis start. Seluruh hewan di hutan ramai berbaris di sepanjang jalur perlombaan karena mereka ingin menontonnya. Si kelinci sangat bersemangat karena ia berpikir ia akan mengalahkan kura-kura dengan mudah, sedangkan kura-kura sudah mempersiapkan seluruh tenaganya untuk tetap berusaha berjalan dengan cepat hingga garis finish.
Saat perlombaan dimulai, tentu saja kelinci langsung berlari kencang menuju garis finish, sedangkan kura-kura masih berjalan lambat jauh di belakangnya. Kelinci pun berhenti sejenak dan berteduh di bawah pohon. Ia melihat ke belakang dan ia tidak melihat ada tanda-tanda si kura-kura sudah mendekatinya.
“Ah, lama sekali, ya, dia. Aku bisa tidur dulu sambil menunggunya di sini. Setelah bertemu dia di sini nanti, aku bisa kembali berlari cepat dan mengalahkannya, hahaha,” ujar kelinci sambil tertawa licik. Ia pun menutup matanya untuk beristirahat sejenak. Angin yang berhembus kencang di hari yang terik itu membuat kelinci tertidur terlalu lelap. Tanpa ia sadari, kura-kura sudah melewatinya dan ia terus berjalan sekuat tenaga untuk mengalahkannya. Saat kelinci terbangun, matahari sudah tidak seterang saat awal ia tertidur. Kelinci pun sangat terkejut dan ia bangun untuk berlari sekuat tenaga.
Tak disangka-sangka, saat ia sampai di garis finish, kura-kura sudah sampai lebih dulu dan merayakan kemenangannya bersama hewan-hewan lainnya. Kelinci pun merasa malu dan ia berlari pulang.
Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah kita tidak boleh angkuh dan merasa kita lebih baik dari semua orang. Semua orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebaiknya kita semua tetap berbuat baik dan mendukung orang-orang di sekitar kita dalam kebaikan.
Dari kisah kelinci dan kura-kura ini si kecil bisa mempelajari satu pelajaran hidup dengan lebih mudah. Mengajarkan anak-anak dengan metode bercerita itu memang lebih efektif, karena mereka akan lebih senang mendengar dan menyimaknya, sehingga mereka bisa mengumpulkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari cerita itu. Seperti contohnya, ketika kalian juga ingin mengajarkan bahasa asing pada si kecil. Menceritakan dongeng dalam bahasa asing bisa memberikan mereka berbagai kosakata baru dengan cara yang unik.
Sebenarnya, cara belajar seperti ini sudah diimplementasikan oleh LingoAce, lho, sebuah platform e-learning bahasa asing untuk anak-anak. Bersama LingoAce, anak-anak bisa mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dengan cara yang sangat menyenangkan seperti melalui cerita, game, dan aktivitas interaktif lainnya. Selain itu, semua guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya, sehingga si kecil bisa mempelajari pronounciation dengan tepat.
Yuk, lihat seperti apa keseruan kelas bahasa Mandarin LingoAce melalui kelas free trial-nya. Daftar sekarang di sini dan follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat keseruan lainnya!



