Kembali

2 menit waktu baca

Cerita Dongeng Anak: ‘Semut dan Belalang yang Malang’

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 16, 2023

Parenting
blog-images

Dongeng fabel adalah salah satu jenis kisah yang sangat diminati anak-anak karena karakternya yang terinspirasi dari hewan. Anak-anak bisa merasa lebih tertarik dengan kisah fabel karena mereka menyukai karakter dan bentuk hewan yang sangat beragam. Biasanya, dongeng fabel menggunakan karakter hewan yang berukuran cukup besar dan kuat atau cepat. Nah, parents tahu enggak, ternyata ada juga, lho, dongeng fabel yang mengisahkan hewan-hewan kecil seperti serangga? Salah satunya adalah kisah yang ada di bawah ini, nih, menceritakan tentang semut dan belalang yang terjebak di musim dingin. Mau tahu seperti apa kisah selengkapnya? Lihat sampai habis, ya.

Selamat membaca!

Pada suatu hari di sebuah ladang yang sangat subur, ada keluarga semut yang sangat rajin dan seekor belalang yang sangat malas. Meski memiliki sifat yang bertolak belakang, keluarga semut dan belalang ini memiliki hubungan yang baik. Mereka kerap menyapa satu sama lain ketika mereka saling berpapasan.

Keluarga semut bekerja dengan sangat rajin untuk mengumpulkan makanan setiap harinya. Mereka menimbun makanan untuk penyimpanan mereka jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan, mereka tetap bisa berlindung diri di dalam rumah dengan makanan yang cukup.

Lalu, di suatu siang yang cerah, keluarga semut berjalan melewati belalang yang sedang bersantai dan bernyanyi di dekat pohon. Belalang ini bertanya pada keluarga semut, “Hai, keluarga semut! Apakah kalian tidak lelah? Bukankah akan lebih menyenangkan jika kalian duduk di sini bersamaku dan bersantai?” Para keluarga semut berhenti sejenak dan menjawab belalang, “Tidak bisa! Musim dingin akan tiba, dan saat musim dingin itu tiba, kami tidak bisa mencari makanan karena semua tumbuhan akan mati kedinginan,” keluarga semut pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.

Seraya keluarga semut itu pergi, belalang berkata, “Jangan terlalu khawatir! Jika musim dingin itu memang benar tiba, biarlah itu menjadi masalah di kemudian hari! Nikmati saja dulu hari ini!” Salah satu semut menengok ke belakang dan mencoba menasihati belalang agar ikut mencari makan agar ia tidak kelaparan saat musim dingin nanti. Namun, belalang tetap tidak mau mendengarnya, belalang masih menghabiskan waktu di bawah pohon sambil bersantai dan bernyanyi.

Beberapa bulan kemudian, musim dingin datang. Tentu saja belalang tidak mempersiapkan apa pun dan ia menjadi terjebak dalam dinginnya musim. Selama beberapa musim berganti, belalang tidak menggunakan satu hari pun untuk bekerja mempersiapkan diri untuk musim dingin. Keluarga semut tahu bahwa musim dingin akan berlangsung cukup lama, sehingga mereka sudah mempersiapkan banyak makanan dan ranting pohon untuk menghangatkan mereka.

Belalang mencoba mencari makan ke sana dan ke mari tapi ia tidak bisa menemukan makanan apa pun karena seluruhnya sudah tertutup salju. Lalu, belalang terpikirkan sesuatu, ia bergegas ke rumah keluarga semut untuk meminta bantuan.

Sesampainya di sana, keluarga semut terkejut melihat kondisi belalang yang sudah lemah dan menggigil. Belalang memohon bantuan dan meminta agar dirinya dibolehkan tinggal di rumah semut sampai musim dingin berakhir. Keluarga semut sebenarnya tidak ingin membantu belalang karena hal ini adalah akibat dari sifat malas belalang. Namun, mereka merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk menolongnya.

“Belalang, ingat, ya, lain kali jangan bermalas-malasan! Kamu harus bekerja keras untuk dirimu sendiri, kamu harus bisa mempersiapkan diri untuk hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari,” ujar  salah satu semut pada belalang. Belalang pun mengangguk dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Nah, membacakan cerita seru seperti ini akan jauh lebih mudah dipahami anak-anak agar mereka memahami pentingnya bekerja keras, bukan? Selain berguna untuk mengajarkan pelajara hidup, bercerita juga bermanfaat untuk mengajarkan anak bahasa asing, lho! Cara belajar seperti ini sudah diimplementasikan oleh LingoAce, lho, sebuah platform e-learning bahasa asing untuk anak-anak. Bersama LingoAce, anak-anak bisa mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dengan cara yang sangat menyenangkan seperti melalui cerita, game, dan aktivitas interaktif lainnya. Selain itu, semua guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya, sehingga si kecil bisa mempelajari pronounciation dengan tepat.

Yuk, lihat seperti apa keseruan kelas bahasa Mandarin LingoAce melalui kelas free trial-nya. Daftar sekarang di sini dan follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat keseruan lainnya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​