
Masa kanak-kanak adalah periode waktu yang berlangsung dari masa kelahiran hingga menjelang masa pubertas. Fase ini berfungsi untuk menklasifikasikan anak-anak menurut karakteristik fisik, psikologis, dan sosial. Artikel ini akan secara khusus megupas perubahan dan ciri-ciri yang akan terjadi pada anak laki-laki di setiap faktornya.
Preferensi mainan
Berbeda dengan periode prasekolah, anak laki-laki yang berada pada fase ini biasanya sudah memiliki preferensi akan banyak hal. Salah satu yang paling sering terjadi adalah ketika anak sudah memiliki satu atau dua jenis mainan favorit yang menjadi kesukaannya.
Perkembangan emosional dan interest si kecil membuatnya kini lebih condong pada mainan yang bersifat aktif seperti sepeda dan bola-bolaan. Selain itu, tendensi memilih mainan yang bernada maskulin juga jadi ciri-ciri penting masa kanak-kanak pada anak laki-laki.
Emosi
Bukan hanya tentang periode tantrum yang menjadi lebih rutin, anak laki-laki juga punya kecenderungan lebih pasif dalam hal mengekspresikan emosinya. Dari periode bayi hingga umur tiga tahun, anak laki-laki cenderung lebih tidak ekspresif dibanding anak perempuan. Hal ini juga akan bergerak paralel seiring perkembangan umurnya. Anak laki-laki mungkin tidak akan terlalu ekspresif dalam mengutarakan hal yang mereka rasakan, namun mereka akan bereaksi dalam bentuk yang lain seperti berteriak, duduk, dan tidur secara tiba-tiba.
Aktivitas fisik
Dari masa kehamilan, bayi laki-laki diklaim cenderung lebih aktif dibandingkan bayi perempuan. Setelah lahir, tendensi ini juga akan terus bertahan hingga dewasa. Anak laki-laki akan secara naluriah menjadi bagian komunitas yang lebih aktif bergerak dibanding anak perempuan. Mereka yang sudah memasuki umur preschool dan sekolah biasanya lebih memilih untuk bermain kejar-kejaran, bermain bola, dan beberapa aktivitas fisik lainnya dibanding duduk bermain dengan boneka dan mainan jenis figure lainnya.
Interaksi antarsosial
Khusus untuk salah satu faktor ini, baik anak perempuan dan laki-laki nyaris memiliki profil yang sama. Ciri ini akan biasanya diisi dengan kegiatan bermain bersama teman-teman, meniru perilaku dan kegiatan abang dan ayah di rumah dan mulai mengerti tanggung jawab personal. Anak laki-laki yang sudah masuk fase sekolah juga biasanya akan mulai mengerti perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Kemampuan berbahasa
Kemampuan berbahasa anak laki-laki biasanya akan lebih rendah di bawah anak perempuan. Tendensi natural untuk menjadi aktif dan berbaur dengan teman-temannya membuat anak laki-laki biasanya akan memilih kemampuan motorik halus dan kasar yang tiggi. Pada masa kanak-kanak, anak laki-laki biasanya cenderung utnuk lebih diam dan merespons dengan gerakan. Cara terbaik untuk membantu perkembangan kemampuan bahasa anak adalah dengan membacakan cerita agar anak dapat menyerap kosakata dan padanan kalimat yang baru.
Tidak ada salahnya juga untuk melirik opsi belajar bahasa asing ketika si kecil mulai memasuki umur 6 tahun. Kini, para orang tua bahkan tidak perlu lagi antar dan jemput anak ke tempat les dengan hadirnya platform bahasa asing online dari LingoAce.
Startup yang fokus untuk memberikan pengalaman les bahasa Mandarin yang seru ini memiliki pendekatan yang sangat personal dengan tiap muridnya. Nantinya, setiap peserta didik yang sudah mendaftar di LingoAce akan dipantau kemampuan bahasanya, perubahan gaya belajar, kebutuhan emosional, dan sosial anak, serta suasana belajar yang sesuai.
Data ini kemudian akan diolah untuk diasimilasikan dalam kurikulum berbasis internasional yang sudah disediakan oleh LingoAce. Aktor utama dalam memastikan proses belajar mengajar yang efektif ini jatuh pada guru native speaker yang sudah berpengalaman dalam mengajar dan memiliki kemampuan analisis psikologi anak yang baik.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo mendaftar di LingoAce sekarang juga. Nikmati juga kelas free trial gratis yang tersedia saat ini.



