
Masa kanak-kanak merupakan masa belajar bagi anak di mana ia akan memperoleh keterampilan dasar untuk dapat berinteraksi dengan dunia tempat tinggalnya. Proses ini akan melibatkan serangkaian perubahan yang semakin kompleks dalam bidang utama perkembangan anak: Kognitif, bahasa, sosio-emosional, dan motorik.
Setelah anak melewati fase neonatal, anak akan memulai tahap kedua dalam perkembangan evolusionernya, masa kanak-kanak. Selama perkembangan periode ini kita dapat membedakan dua fase: Fase pertama adalah fase prasekolah atau PAUD, mulai dari tahun pertama kehidupan sampai anak 6 tahun. Masa kanak-kanak kedua berlangsung dari 6 sampai 12 tahun sebelum masa remaja.
Sepanjang melalui dua fase ini anak-anak akan mengalami evolusi fisik, kognitif, dan linguistik yang sangat cepat. Itulah mengapa para orang tua harus mengetahui ciri-cirinya untuk dapat memberikan stimulus yang tepat.
Preferensi mainan
Selain lebih fokus pada permainan yang melibatkan figure atau peralatan khusus, seperti peralatan memasak, anak perempuan juga condong lebih gampang untuk terhasut preferensi mainan teman-teman sebayanya. Untuk mengelola perkembangan ini dengan baik, orang tua harus memperhatikan tendensi ini dan mulai untuk menawarkan variasi mainan lain bagi si kecil.
Emosi
Secara umum, telah dibuktikan bahwa anak perempuan cenderung lebih ekspresif dibandingkan anak laki-laki. Kecenderungan ini akan terus berkembang searah di mana pada masa kanak-kanak, anak perempuan akan lebih pintar dalam mengekspresikan raut wajah dan perasaan mereka. Untuk membantu perkembangannya, para orang tua bisa mengajarkan untuk membiarkan si kecil lebih ekspresif dalam mengutarakan perasaan dan emosinya.
Aktivitas fisik
Berbeda dengan anak laki-laki yang krasak-krusuk, anak perempuan cenderung lebih santai. Namun, itu bukan berarti mereka lambat dalam pertumbuhan aktivitas fisik. Alih-alih terlalu sibuk bergerak, anak perempuan mengembangkan kemampuan mengontrol ruang di mana mereka berada. Kemampuan ini biasanya bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan bermain mereka.
Interaksi antarpersonal
Salah satu ciri utama anak perempuan di masa kanak-kanak dalam hal interaksi antar manusia adalah kebiasaan mereka untuk meniru dan mencari kenyamanan. Biasanya, anak-anak pada umur ini akan meniru ibu atau kakak perempuannya. Dalam hal mencari kenyamanan, si kecil biasanya akan bermain dengan teman sebayanya yang memiliki karakter feminim yang identik.
Kemampuan berbahasa
Salah satu pilar perkembangan paling utama dalam masa kanak-kanak adalah kemampuan berbicara. Dan faktanya, kemampuan linguistik anak perempuan cenderung lebih cepat sempurna satu hingga dua bulan ketimbang anak laki-laki. Keterampilan verbal ini perlu untuk selalu diasah dengan mengajarkan si kecil kosakata dan padanan kalimat yang baru. Jika dirasa masih belum cukup, orang tua juga bisa mulai memperkenalkan bahasa asing seperti bahasa Mandarin ke anak.
Tenang, startup les online sekelas LingoAce tidak akan memberikan beban belajar yang berat pada peserta didiknya. Startup EduTech ini telah memiliki pendekatan skema belajar yang unik yang bisa memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan tapi juga tetap efisien.
Variabel kunci untuk menyukseskan hal ini ada pada kombinasi ilmu pengetahuan terkini dan teknologi modern. Media belajar yang digunakan LingoAce sangat bervariasi modelnya. Platform e-Learning Mandarin ini menggunakan animasi, video grafis, dan juga permainan untuk mempermudah proses belajar mengajar.
Tenaga pengajarnya juga bukan sembarang, LingoAce hanya menggunakan jasa guru native speaker yang sudah terakreditasi Ujian Kemampuan Putonghua dengan nilai 2-A. Kalau masih belum cukup, LingoAce juga menyediakan program belajar kelas eksklusif dengan harga yang terjangkau.
Ayo, kapan lagi bisa belajar bahasa Mandarin hanay dengan Rp 83 ribu saja?! Gunakan link daftar promo kelas free trial gratis sekarang juga ya!



