Kembali

3 menit waktu baca

Fakta atau Mitos: Anak Laki-laki Lebih Dekat dengan Ibu?

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 16, 2023

Parenting
blog-images

Beberapa tulisan menyatakan bahwa seorang anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan ibunya dibandingkan dengan ayahnya. Namun, apakah hal ini memang benar secara ilmiah? Kalau parents sendiri bagaimana—apakah kalian setuju dengan pernyataan ini? Coba kita diskusikan lebih jauh dalam tulisan ini, ya!

Pada dasarnya, umumnya seorang anak—entah laki-laki atau perempuan, pada awal masa pertumbuhannya mereka akan kemungkinan lebih dekat dengan ibunya, karena mereka memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu di rumah. Bahkan, sejak dari lahir pun, seorang anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu, kan? Tentu saja karena ibu adalah orang yang melahirkan mereka ke dunia. Setelah itu, dilanjutkan dengan memberikan ASI, makan, dan masih banyak lagi. Nah, lalu pernyataan anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan ibunya berasal dari mana, ya? Pernyataan ini mungkin bisa muncul karena beberapa alasan di bawah ini:

1. Seorang ibu biasanya mampu berkomunikasi dengan lebih baik dibandingkan ayah

Seorang wanita memang dianggap sebagai seseorang yang lebih ekspresif dibandingkan pria. Dalam arti lain, seorang ibu biasanya tidak tanggung-tanggung dalam mengekspresikan rasa cinta, bangga, bahkan mungkin amarah yang sedang ia rasakan. Karena itu, seorang ibu biasanya akan mengajarkan anaknya hal yang sama, mereka tidak ingin anaknya memendam apa yang mereka rasakan sendirian, seorang ibu merasa apa pun yang dirasakan oleh anaknya—sedih atau bahagia—harus bisa mereka ekspresikan. Hal inilah yang bisa membuat seorang anak nyaman berada di dekat ibunya dan akhirnya mereka akan menjadi sangat dekat.

2. Ibu adalah guru pertama anak

Karena itulah seorang wanita sebaiknya tetap mendapatkan pendidikan setinggi dan sebaik yang mereka mampu. Ibu adalah guru dan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Saat anak berada dalam tahap tumbuh dan berkembang, mereka akan lari pada ibunya untuk diajarkan dan menuntut sang ibu untuk memuaskan rasa penasarannya pada dunia yang luas ini. Seorang ibu bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu yang ada di sekolah atau akademis saja, tapi seorang ibu juga mengajarkan tentang kecerdasan emosional, cara mengerti kebutuhan peribadi dan orang lain, serta terhadap lingkungan sekitar.

3. Ibu tahu bagaimana cara menghibur anaknya

Karena kedekatan yang sudah dibangun sejak masih di dalam perut, seorang ibu tahu pasti bagaimana cara membuat anaknya bahagia meski mereka sedang merasa sedih. Seorang ibu akan memahami kapan waktu yang tepat untuk berbicara dengan anaknya, berapa lama waktu yang sebaiknya diberikan pada anaknya jika mereka ingin dibiarkan sendiri dulu, apa makanan dan minuman kesukaannya saat mereka sedang merasa kecewa, dan masih banyak lagi. Karena hal ini, anak bisa merasa nyaman dan aman ketika mereka berada di dekat ibunya.

Sebenarnya, tidak ada hasil penelitian yang benar-benar akurat yang bisa memastikan hal ini, karena pada dasarnya sifat anak saat mereka sudah dewasa yang akan menunjukkan mereka lebih dekat dengan ayah atau ibunya. Biasanya, mereka akan lebih dekat dengan orang tua yang memiliki hobi yang cukup mirip dengan mereka. Namun, jika seorang anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan ibunya, hal baik yang bisa mereka pelajari adalah mereka akan mempelajari kecerdasarn emosi dan empati dengan baik, memiliki pemahaman yang baik tentang maskulinitas serta feminisme, dan masih banyak lagi.

Jadi, menurut kalian si kecil lebih dekat dengan siapa? Dengan ayahnya atau ibunya? Lebih dekat dengan siapa pun itu, kedua orang tua harus selalu kompak agar bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, ya! Salah satu hal terbaik yang bisa diberikan kedua orang tua untuk anaknya adalah pendidikan. Melalui pendidikan, parents membekali si kecil sesuatu yang bisa mereka bawa dan mereka gunakan hingga mereka besar dan mandiri nanti.

Memberikan pendidikan yang terbaik pun juga kini sudah menjadi lebih mudah. Contoh kecilnya adalah kalian bisa memberikan anak kalian pembelajaran bahasa Mandarin yang terbaik hanya dari rumah saja. Bersama LingoAce, anak-anak bisa merasakan pengalaman belajar bahasa Mandarin yang autentik bersama guru native speaker dari China dan menggunakan kurikulum yang sudah terakreditasi secara global. Kurikulum yang digunakan LingoAce juga sangatlah beragam agar tiap anak bisa merasakan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Namun, jangan khawatir pembelajaran akan jadi membosankan karena hanya dilakukan dari rumah, ya! Guru-guru LingoAce sudah menjalankan ujian dan pelatihan khusus agar mereka bisa memiliki hubungan emosional yang baik dengan tiap anak.

Yuk, daftar dan coba kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce sekarang! Follow juga Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk lihat berbagai macam keseruan bahasa Mandarin dan tips parenting lainnya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​