
Memahami psikologi anak adalah kewajiban tiap orang tua. Bukan hanya perkembangan anak yang benar-benar terlihat seperti cara berjalan anak dan cara duduk anak yang harus kalian perhatikan, hal-hal perkembangan psikologi anak nyatanya enggak kalah pentingnya, dan nyatanya hal ini terkadang luput dari perhatian orang tua. Karena itu, parents coba perhatikan beberapa hal di bawah ini agar kalian tahu apa saja yang harus kalian perhatikan, ya!
Perkembangan anak Dalam perkembangan anak, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan—bukan hanya fisik, seperti perkembangan kognitif serta perkembangan sosial dan emosional. Perkembangan kognitif merujuk pada bagaimana si kecil mendapatkan pengetahuan yang mereka miliki, termasuk pengetahuan bahasa, imajinasi, nalar, hingga pola pikir. Sedangkan perkembangan sosial dan emosional adalah perkembangan yang merujuk pada bagaimana si kecil berteman dan bermain secara berkelompok, serta bagaimana cara mereka mengekspresikan perasaannya, seperti perasaan sedih, marah, senang, puas, dan lainnya.
Pencapaian anak Seperti perkembangan anak, pencapaian anak juga meliputi beberapa hal, yaitu pencapaian fisik, pencapaian kognitif, pencapaian sosial dan emosional, serta pencapaian komunikasi dan bahasa. Lihat penjelasan singkatnya di sini: - Pencapaian fisik mengacu pada perkembangan motorik harus dan motorik kasar anak. - Pencapaian kognitif mengacu pada kemampuan anak berpikir, menangkap pelajaran, arahan, dan bagaimana cara mereka menyelesaikan suatu masalah. - Pencapaian sosial dan emosional mengacu pada bagaimana cara mereka bersosialisasi dan mengungkapkan keinginan mereka. - Pencapaian komunikasi dan bahasa mengacu pada bagaimana cara si kecil mampu menyampaikan sesuatu dengan mengomunikasikannya, baik secara verbal atau non-verbal.
Perilaku anak Perilaku anak juga harus parents perhatikan selama masa tumbuh dan kembang anak. Biasanya, anak-anak yang masih berusia kecil akan sering bertindak semau mereka, bertindak kasar, dan menunjukkan sikap impulsif. Namun, tenang saja, ini normal, kok. Meski normal, kalian harus tetap menasihati si kecil untuk bisa lebih halus dalam berperilaku dan berbuat baik pada orang-orang di sekitarnya agar seiring berjalannya waktu mereka bisa menghilangkan sikap dan sifat kasar mereka.
Emosi anak Anak yang masih kecil cenderung memiliki emosi yang mudah meluap, entah emosi yang marah atau emosi gembira. Seiring bertumbuhnya mereka, naluri anak akan mempelajari tentang rasa malu, kaget, kecewa, dan masih banyak lagi. Pastikan parents tahu bagaimana cara menjelaskan perasaan itu dan bagaimana cara mengatasinya, ya.
Jangan acuhkan psikologis anak! Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Sebagai orang tua, sudah tugas kalian untuk terus bertanya tentang perasaan mereka. Jangan sampai mereka merasakan sesuatu atau memendam perasaan mereka karena mereka merasa tidak nyaman. Karena, jika hal ini diteruskan, akan berdampak pada kesehatan mental mereka saat dewasa nanti. Luangkan waktu kalian setiap hari untuk bertanya apa saja aktivitas mereka di hari itu dan bagaimana suasana hati mereka saat melakukan aktivitas itu. Jika si kecil merasa sedih, beri tahu mereka bahwa perasaan sedih adalah hal yang sangat wajar terjadi dan mereka tidak perlu malu untuk mengekspresikannya di depan orang tua atau keluarga mereka. Jika mereka merasa senang, tanyakan mereka apa yang membuat mereka senang dan minta mereka untuk bercerita lebih lanjut, agar mereka tahu bagaimana cara bercerita tentang dirinya di depan orang lain.
Merawat dan membesarkan seorang anak memang bukan pekerjaan yang mudah. Butuh banyak kesabaran dan parents juga harus rajin mencari tahu tentang ilmu-ilmu parenting terbaru yang cocok untuk diterapkan di rumah kalian. Tidak semua ilmu parenting bisa diimplementasikan secara rata pada setiap keluarga. Karena itu, kalianlah yang tahu paling baik hal mana yang bisa kalian coba terapkan di rumah. Kunci utamanya adalah menjaga komunikasi yang baik.
Saat si kecil mulai tumbuh dewasa, rasa penasarannya pada berbagai hal di dunia juga akan bertumbuh dan meluas. Sebagai orang tua yang baik, kalian harus bisa memuaskan rasa penasaran dan keingintahuan mereka agar mereka bisa tahu apa saja minat dan bakat mereka.
Jika kalian ingin tahu sejauh mana minat dan bakat bahasa Mandarin si kecil, kalian bisa coba ajak mereka untuk mengikuti kelas free trial bahasa Mandarin di LingoAce—sebuah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Melalui kelas free trial ini, parents juga bisa mendapatkan satu sesi konsultasi dengan tim LingoAce agar parents bisa mengetahui program belajar mana yang paling sesuai untuknya. Semua yang ada di LingoAce sudah bertaraf internasional, guru-gurunya adalah native speaker dari China dan kurikulumnya juga sudah terakreditasi secara global, lho.
Mau lihat seperti apa keseruan kelas LingoAce? Klik di sini untuk mendaftar dan kunjungi juga Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id!



