Kembali

3 menit waktu baca

Jangan Panik! Ini 4 Cara Mengatasi Anak yang Stres karena Sekolah

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 3, 2023

Parenting
blog-images

Sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh anak dalam satu hari adalah berada di dalam sekolah. Terkadang, parents tidak tahu secara detail apa saja yang terjadi pada si kecil atau apa saja yang si kecil lakukan di sekolah. Yang lebih tahu soal si kecil saat di sekolah tentu saja gurunya. 

Nah, apakah kalian pernah melihat si kecil menjadi sedikit murung atau sangat murung saat mereka selesai sekolah? Jika iya, ada kemungkinan si kecil sedang stres karena sekolah. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, lho. Anak bisa merasa stres atau tertekan karena sekolah bukan hanya saat mereka merasa kesulitan mengikuti pelajaran yang diajarkan di dalam kelas.  

Hal lainnya yang mungkin terjadi pada mereka adalah mereka tidak bisa bergaul dengan baik bersama teman-temannya di sekolah—mungkin saja, teman-teman lainnya senang membicarakan topik A, sedangkan si kecil menyukai topik B, sehingga ia tidak memiliki teman berdiskusi soal hal yang ia sukai selama ia berada di sekolah. 

Apa pun alasan di balik anak merasa tertekan di sekolah, parents tidak boleh menganggap remeh atau menganggapnya akan cepat berlalu. Kalian tidak boleh menyepelekan tapi kalian tidak harus menjadi panik juga. Ada hal-hal yang bisa kalian lakukan untuk mengatasi persoalan ini. Lihat selengkapnya di tulisan ini, ya! 

 1. Jadilah pendengar yang baik

Tidak jauh berbeda dari orang dewasa pada umumnya. Jika seseorang sedang merasa sedih, tentunya ia membutuhkan orang terdekatnya untuk menemaninya, bertanya padanya, dan mengatakan bahwa pada akhirnya, semuanya akan baik-baik saja. Atau, jika si kecil masih menutup diri dan belum siap untuk bercerita, kalian cukup menemani mereka dan tidak berkata apa pun. Buktikan pada si kecil bahwa apa pun yang akan terjadi, kalian tidak akan meninggalkannya untuk melewati masa sulit ini sendiri. 

2. Ajarkan bagaimana cara mengelola rasa stres 

Tentunya hal ini bukanlah hal yang mudah. Biasanya, anak-anak akan menunjukkan rasa tertekan mereka dengan amarah yang meledak-ledak atau bahkan hanya duduk terdiam dan tidak mengatakan apa pun pada kalian atau orang lain. Jika kalian menemukan si kecil bersikap seperti ini, hal yang pertama harus kalian lakukan adalah mengajak mereka untuk duduk tenang terlebih dahulu. Minta mereka untuk menarik nafas dan membuangnya beberapa kali. Setelah itu, ajarkan mereka bagaimana cara yang tepat untuk mengelola hal-hal yang ada di pikiran. 

3. Berikan waktu istirahat

Jika si kecil merasa tertekan karena sekolah, kalian bisa hubungi guru mereka dan meminta izin untuk tidak masuk selama beberapa hari. Jangan menuntut anak untuk berada di lingkungan yang mereka merasa tidak nyaman. Namun, jangan juga langsung memutuskan untuk keluar dari sekolah tersebut. Ajaklah mereka selama beberapa hari hanya beristirahat di rumah, melakukan hal-hal yang mereka sukai, dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka. Sebaiknya kalian juga menanyakan pada guru si kecil seperti apa sikap si kecil selama berada di lingkungan sekolah atau ruangan kelas. Dengan berbagai macam pertimbangan yang sudah kalian miliki, tentunya kalian bisa memutuskan apa yang terbaik untuk si kecil. 

4. Mendukung anak dengan hal-hal yang positif 

Salah satu alasan anak menjadi merasa tertekan bisa saja karena mereka suka melakukan suatu hal tapi mereka merasa tidak mendapatkan dukungan yang cukup. Apa pun yang si kecil suka dan penasaran untuk mereka coba, sebaiknya kalian turuti selama hal itu adalah hal yang positif. Anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi yang sebaiknya tidak dipendam. Pastikan segala macam pertanyaan yang mereka miliki di benak mereka bisa terjawab sebanyak mungkin. 

Nah, untuk mendukung rasa penasaran anak yang tinggi, apakah kalian sudah mencari berbagai macam tempat belajar yang sesuai untuknya? Jika si kecil memiliki ketertarikan dengan bahasa Mandarin, sebaiknya kalian ajak si kecil untuk belajar bahasa Mandarin langsung dengan para ahlinya, ya! 

Di LingoAce, sebuah platform e-learning bahasa Mandarin, anak-anak akan diajarkan langsung oleh native speaker pilihan yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar dan banyak pelatihan sebelumnya. Program belajar yang dibuat LingoAce pun sudah dirancang dengan sangat cermat, kurikulumnya dibuat beragam agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin anak yang tentunya berbeda-beda. 

Ingin si kecil melihat langsung keseruan belajar bahasa Mandarin di LingoAce? Ajak mereka untuk ikuti kelas free trial LingoAce, yuk! Selain itu, parents juga bisa berkonsultasi pada tim LingoAce jika kalian masih merasa bingung program belajar mana yang paling sesuai untuk si kecil, dan semua ini gratis! 

Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat keseruan lainnya! 

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​