
Parents, mungkin sudah pernah dengar soal periode golden age anak. Nah, tapi apakah kalian sudah tahu apa saja yang harus kalian lakukan di periode itu dan berapa lama jenjang periode itu? Golden age pada anak adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Masa ini berada di 1.000 hari pertama kehidupan anak yang terhitung dari masa mereka masih berada dalam kandungan hingga anak mencapai kira-kira usia dua tahun.
Di masa golden age ini, orang tua harus memerhatikan anak mereka dengan saksama, karena hal-hal yang mereka dengar, lihat, cium—atau bisa dibilang hal-hal yang terkena indera mereka akan sangat mereka ingat.
Pada periode ini, otak anak tumbuh secara maksimal, begitu pula dengan pertumbuhan fisik anak. Selain itu, di golden age perkembangan dan kepribadian anak juga terbentuk, termasuk sikap dan ekspresi emosi mereka. Jika kebutuhan anak diabaikan pada masa ini, mereka dikhawatirkan tumbuh dan berkembang secara kurang optimal.
Jadi, di masa emas ini, apa, ya, yang harus parents lakukan? Simak di bawah ini, ya!
1. Rangsangan atau stimulus yang tepat di periode golden age
Yang harus kalian selalu ingat adalah, periode ini sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Rangsangan atau stimulus yang tepat bisa membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik—menjadi mandiri, bisa bersosialisasi dengan baik, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, bisa memiliki dan mengembangkan ide sederhana, beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitar mereka, hingga memiliki rasa penasaran atau keingintahuan yang sangat tinggi. Hal ini, bisa kalian lakukan dengan banyak memberikan permainan-permainan anak yang mendidik, seperti buku anak yang sederhana tapi bisa memberikan ilmu baru, seperti buku hewan dengan suara-suaranya di dalamnya, puzzle yang berbentuk huruf, atau balok agar mereka bisa mulai membangun sesuatu.
2. Belajar sambil bermain
Tentunya anak-anak sangat suka bermain, bukan? Nah, saat si kecil bermain jangan buang-buang waktu mereka hanya untuk bermain. Dalam sesekali, parents bisa ajak mereka untuk bermain sesuatu yang bisa menghasilkan suatu ilmu baru juga karena di saat mereka bermain dan senang, mereka bisa lebih cepat menanggapi sesuatu. Dengan bermain, anak bisa belajar soal kosakata baru, kewajiban mereka, dan masih banyak lagi. Cara untuk melakukan hal ini adalah dengan mengajak si kecil bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka, membacakan mereka buku, bermain flash card yang sederhana, dan masih banyak lagi. Hal lain yang bisa kalian dapatkan dari hal ini adalah anak jadi tidak mudah gugup dan tidak malu saat mereka berada di antara banyak orang.
3. Memandu pola pikir anak
Anak-anak belum bisa berpikir atau mengolah otaknya dengan sempurna seperti kalian atau orang dewasan lainnya. Kalian harus memandu mereka bagaimana cara berpikir yang lebih baik dan bagaimana cara menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, kalian bisa mengajak mereka berbagai macam problem solving atau bernegosiasi seperti permainan menyusun balok, rumah-rumahan, dan masih banyak lagi. Hal sederhana lainnya yang bisa kalian lakukan adalah mengajarkan anak untuk mengelap meja atau lantai jika mereka tidak sengaja menumpahkan sesuatu, membawa piring mereka ke dapur jika mereka sudah selesai makan, membereskan mainan mereka jika sudah bermain. Walau mereka belum bisa melakukan semuanya dengan sempurna, setidaknya dengan cara-cara ini mereka bisa mengetahui apa saja hal yang seharusnya mereka lakukan jika mereka sudah selesai melakukan sesuatu.
Setelah periode ini selesai, apa yang harus parents lakukan selanjutnya?
Jika periode golden age sudah selesai, bukan berarti kalian sudah tidak perlu memerhatikan pertumbuhan si kecil lagi. Tentunya berbagai macam hal yang si kecil lakukan di masa setelah ini juga menjadi penting dan parents harus tetap mencari tahu bagaimana cara mengembangkan pengetahuan yang sudah si kecil dapatkan.
Di periode setelah golden age kalian bisa mulai melihat apa saja yang si kecil suka dan tidak suka. Nah, kalian bisa mengarahkan mereka untuk mengembangkan hal-hal yang menjadi minat mereka dan memperkenalkan hal-hal baru lainnya yang lebih kompleks karena tentunya otak mereka sudah lebih siap untuk menghadapi itu semua!
Kalian bisa mulai mengajak mereka untuk mengikuti berbagai macam aktivitas tambahan lainnya di rumah, seperti les melukis, les martial art, les menari, atau bahkan les bahasa asing! Ini semua bisa membuat otak mereka tetap terangsang.
Jika kalian ingin memperkenalkan si kecil dengan bahasa baru, kalian bisa memperkenalkan mereka ke bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Nah, kebetulan, nih, LingoAce bisa memberikan kalian dua pelajaran itu untuk si kecil dengan cara-cara yang seru! Jadi, kalian enggak perlu si kecil merasa bosan saat belajar! Selain itu, pelajarannya diajarkan oleh guru native speaker dan menggunakan kurikulum yang sudah terakreditasi secara global, lho. Kurikulum pelajaran bahasa Mandarinnya pun juga beragam, sehingga bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin si kecil. Jangan ragu, ya, kalau mereka belum bisa bahasa Mandarin sebelumnya, LingoAce juga memiliki kurikulum yang tepat untuk itu, kok!
Tunggu apa lagi? Yuk, coba dan lihat seperti apa suasana belajar di kelas bahasa Mandarin LingoAce melalui kelas free trial! Jangan lupa juga untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat berbagai tips parenting yang seru dan promo menarik lainnya!



