Kembali

3 menit waktu baca

Kapan Sebaiknya Anak Mulai Diajarkan untuk Membaca?

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 4, 2023

Parenting
blog-images

Banyak orang tua yang bertanya-tanya berapa usia yang ideal untuk memulai mengajarkan baca tulis pada anak-anaknya. Sayangnya, jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini akan bervariasi dan bertentangan antara berbagai metodologi.

Kontak pertama dengan bahasa tertulis 

Terlepas dari timeline-nya, hal yang paling dianjurkan adalah bahwa pada pendidikan anak usia dini (3, 4, dan 5 tahun), anak sudah melakukan kontak pertama dengan bahasa tertulis tanpa mengharuskan anak-anak untuk mengetahui cara membaca dan menulis secara normal pada akhir periode ini. Pada fase ini anak mungkin masih dititikberatkan pada kebiasaan bermain sambil belajar. Namun, manfaatkan kesempatan ini untuk mengajarkan si kecil cara mengambil pensil, mengembangkan kemampuan menggambar, mengenal huruf, mengenal kata-kata tertentu, seperti nama orang tua dan saudara kandung. Intinya, biasakan mereka untuk bermain dalam permainan yang membangkitkan minat mereka dalam bahasa tertulis.

Tantangan selama proses literasi pada anak usia dini 

Pengajaran literasi—membaca dan menulis—harus dimulai pada periode pendidikan dasar (6 sampai 12 tahun) atau mungkin pada tahun terakhir taman kanak-kanak (3, 4, 5 tahun), tetapi hanya jika kita melihat bahwa anak memiliki pengetahuan yang baik tentang semua kata dan menunjukkan minat membaca apa yang tertulis. Masalah yang muncul di era modern saat ini adalah bahwa para guru TK biasanya akan mencoba untuk menyamaratakan semua murid di kelas. Nah, sayangnya, pendekatan ini malah membuat anak menjadi frustasi karena tingkat kematangan dan perkembangan tidak sama untuk semua anak.

Lantas, apa yang sebenarnya diperlukan ketika ingin mulai mengajarkan anak membaca dan menulis? Untuk memperoleh kemampuan membaca dan menulis, kehadiran bahasa, baik lisan maupun simbol, sangat penting. Bahasa lisan adalah cara untuk mencerminkan realitas. Hal yang sama juga berlaku untuk bahasa tertulis, tetapi mengubah koordinat temporal (apa yang diucapkan, didengar dan dirasakan dalam waktu) dengan koordinat spasial (ditulis dan dibaca di atas kertas mengikuti urutan dalam ruang) adalah tantangan paling sulit dalam proses ini.

Dalam bahasa lisan, indera yang paling terlibat adalah pendengaran, sedangkan ketika membaca dan menulis, penglihatan akan berada dalam posisi tumpang tindih dengan pendengaran. Pada saat yang sama, menulis juga akan memerlukan pengembangan keterampilan motorik manual yang baik yang harus diasah mulai dari usia prasekolah.

Meningkatkan kemampuan membaca dengan bahasa asing 

Bahasa tulis merupakan ciri khas manusia yang memerlukan perkembangan intelektual tinggi yang merupakan khas masyarakat yang maju. Proses ini melibatkan banyak faktor di mana pengaruh yang berbeda akan tersaji, seperti fakta kemampuan untuk mengirimkan pesan, pikiran dan ide melalui simbol. Asosiasi kemampuan membaca yang baik juga bisa terelevasi dengan proses adopsi bahasa baru. Bahasa asing bukan hanya bisa mengembangkan kemampuan berpikir pada anak tapi juga memberikan semua pengalaman baru dengan kata, kalimat dan pelafalan.

Dengan tingkat urgensinya ini, maka tidak ada salahnya bagi para orang tua untuk memperkenalkan bahasa asing seperti bahasa Mandarin pada anak umur 6 sampai 15 tahun. Apalagi, parents sekarang tidak lagi perlu untuk terlalu sibuk untuk mencari les online karena LingoAce telah resmi hadir di tanah air. Startup EduTech kelas global ini telah menjadi destinasi belajar bahasa Mandarin untuk lebih dari 300 ribu murid dari 80 negara berbeda di dunia. Tidak tanggung-tanggung, platform e-Learning ini juga menyiapkan semua fitur terbaik mereka dalam upaya untuk memberikan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Faktor seperti guru native speaker yang sudah terakreditasi global dan kurikulum internasional yang dimodifikasi dengan adopsi teknologi adalah hanya dua dari banyak kelebihan-kelebihan lainnya dari LingoAce. Plus, semua layanan terbaik dari situs les online bahasa Mandarin ini tersedia mulai dari harga terjangkau hanya Rp 83 ribu saja. Selain itu, bisa coba kelas gratisnya dulu, nih.

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​