
Ketika anak perempuan kalian mulai beranjak dewasa dan berada di tengah masa pubertas, mereka akan mengalami berbagai perubahan fisik dan lainnya, di puncak itu semua, mereka akan merasakan menstruasi. Biasanya, anak perempuan yang mengalami menstruasi akan merasa panik dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Karena itu, parents harus pastikan segala kebutuhan dan pengetahuan yang si kecil butuhkan sudah terpenuhi sebelum masa ini datang, ya! Untuk memastikan kalian sudah paham apa saja yang kalian dan si kecil butuhkan, baca tulisan di artikel ini, ya!
1. Tenangkan anak dan ajarkan mereka arti menstruasi
Di hari pertama anak gadis kalian mengalami menstruasi, tentunya mereka akan merasa kaget dan panik karena melihat darah dari bagian intim mereka. Karena itu, hal yang pertama dan sangat penting untuk kalian lakukan adalah menenangkan mereka dan beri tahu mereka bahwa apa yang mereka alami saat ini adalah sangat normal karena ini adalah salah satu pertanda bahwa mereka kini sudah beranjak dewasa. Berikan mereka pengetahuan tentang apa itu menstruasi dan mengapa perempuan mengalami menstruasi.
2. Ajarkan anak cara menggunakan pembalut
Setelah kalian memberikan pengetahuan seputar menstruasi, ajarkan mereka bagaimana cara menggunakan pembalut. Sebenarnya, di masa modern ini sudah ada banyak sekali alat yang bisa menggantikan pembalut, seperti tampon atau menstrual cup. Namun, yang paling sederhana untuk digunakan anak yang baru pubertas adalah pembalut. Jika mereka sudah familier dengan menstruasi, kalian bisa memberikan opsi-opsi lain selain pembalut.
3. Ajarkan cara membuang darah menstruasi
Menjaga kebersihan itu sangatlah penting! Pastikan kalian juga mengajarkan bagaimana cara membuang pembalut bekas yang mereka gunakan atau darah mereka jika mereka menggunakan menstrual cup. Pastikan mereka paham bahwa mereka tidak boleh membuang darah menstruasi sembarangan. Selain itu, ajarkan juga mereka untuk membersihkan miss V mereka secara rutin untuk menghindari berbagai macam penyakit.
4. Ajak anak berbelanja dan memilih pembalut untuk mereka sendiri
Setelah anak mengalami menstruasi beberapa kali, mereka tentunya akan bisa mulai memahami kebutuhan pembalutnya sendiri. Di masa inilah, kalian sudah bisa mengajak mereka pergi berbelanja untuk memilih ukuran pembalut yang ingin mereka gunakan.
5. Catat siklus menstruasi anak
Umumnya, siklus menstruasi di masa awal tidaklah teratur. Karena itu, sebaiknya parents mencatat di tanggal berapa mereka pertama kali mengalami menstruasi dan selesai setelah berapa hari. Biasanya, di bulan selanjutnya, siklus menstruasi mereka akan berubah lagi. Karena itu, kalian tetap harus mencatatnya selama beberapa bulan, ya!
6. Beri tahu soal gejala PMS
Jika seorang perempuan akan mengalami menstruasi, kira-kira satu pekan atau dua pekan sebelumnya, mereka akan merasakan hal-hal aneh pada diri mereka karena masalah hormone yang tengah dihadapi mereka. Gejala yang mungkin muncul adalah merasa nyeri di sekijtar payudara, nafsu makan berubah atau tidak tentu, mudah lelah, dan emosi yang tidak stabil. Namun, tidak semua perempuan juga mengalami hal ini.
Usia anak perempuan yang mengalami menstruasi sangat beragam. Umumnya anak mengalami menstruasi ketika mereka duduk di bangku SD kelas 5 hingga SMP kelas 2. Namun, tidak menutup kemungkinan si kecil mengalaminya lebih cepat atau lebih lambat. Di masa-masa inilah mereka membutuhkan bimbingan orang tuanya, karena kondisi mental anak di usia ini pun juga sangat rentan. Karena perubahan suasana hati yang tidak bisa ditebak, anak akan mencari cara agar pikiran mereka tidak hampa.
Agar mereka bisa tetap senang di masa-masa ini, kalian bisa mengajak mereka untuk melakukan berbagai macam hal positif. Jika mereka sedang tidak merasa lelah, kalian bisa ajak mereka melakukan olahraga kecil atau aktivitas fisik lainnya yang tidak memerlukan banyak tenaga. Atau, kalian juga bisa mengajak mereka hal-hal kecil seru untuk mendistraksi pikirannya, seperti membuat camilan atau sekadar menonton film kesukaannya.
Di luar itu semua, kalian bisa mengajak si kecil mencoba belajar sesuatu hal yang baru, seperti belajar bahasa Mandarin tapi dengan cara yang seru dan Interaktif, ya! Bersama LingoAce, anak bisa belajar bahasa Mandarin dengan cara yang seru dan berbagai game yang enggak akan membuat mereka bosan! Selain itu, mereka juga akan diajar guru native speaker dari China agar mereka bisa mendengar langsung cara melafalkan bahasa Mandarin. Kurikulum yang digunakan LingoAce sudah terakreditasi secara global dan bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin anak!
Jadi, jangan khawatir jika si kecil belum bisa bahasa Mandarin, ya! Kalian bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim LingoAce, Course Consultant, agar kalian bisa tahu pasti program belajar mana yang si kecil butuhkan serta mencoba kelas free trial-nya!
Jangan lupa follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id juga, ya!



