Kembali

3 menit waktu baca

Mulai Memberi Uang Jajan kepada Anak? Begini Cara Mengaturnya

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 16, 2023

Parenting
blog-images

Apakah si kecil sudah mulai beranjak menjadi seorang remaja dan kalian ngin mulai mengajarkan rasa tanggung jawab yang lebih pada mereka? Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk kalian mulai memberikan uang jajan yang rutin pada mereka. Namun, tentu saja hal seperti ini tidak bisa dianggap sepele, ya. Ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan dan kalian ajarkan pada si kecil agar uang yang kalian berikan pada mereka tidak sia-sia dan mereka bisa memahami maksud kalian memberikan rasa kepercayaan itu. Biar enggak bingung, perhatikan cara-caranya di tulisan ini, ya. Semoga membantu!

1. Diskusikan pada anak soal pengeluaran

Pengeluaran tiap anak dan tiap keluarga tentu saja berbeda. Untuk menetapkan berapa nominal uang jajan yang diterima anak dan seberapa sering mereka menerimanya harus berdasarkan kebutuhan anak itu sendiri—kalian bisa memberikannya tiap pekan atau tiap bulan, tergantung kesepakatan kalian bersama anak. Tentukan jumlah yang sudah pas sesuai dengan kebutuhannya dan lebihkan beberapa persen agar mereka bisa mulai menabung dari uang jajan mereka sendiri.

2. Ajak anak membantu pekerjaan rumah

Sebelum memberikan anak uang jajan, kalian bisa mengajak mereka untuk membantu kalian mengerjakan pekerjaan di rumah terlebih dahulu, seperti menyapu, menyuci piring, dan lainnya. Ajarkan mereka untuk memahami jika mereka ingin mendapatkan sesuatu, mereka harus memberikan kontribusi baik pada orang-orang di sekitarnya.

3. Ajarkan bagaimana cara menabung uang yang sudah diberikan

Setelah anak diberikan uang, jangan hanya memberikan tanpa memberi tahu mereka soal menabung, ya! Coba ajarkan si kecil agar tidak menghabiskan uang yang mereka miliki secara langsung. Ajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki dan beri tahu mereka tentang esensi menabung.

4. Ajarkan perbedaan kebutuhan dan kemauan

Sering kali karena kepolosannya, anak belum bisa membedakan mana yang kebutuhan dan kemauan. Anak bisa saja merengek ingin membeli mainan  yang kurang mendidik karena mereka mengira mereka membutuhkannya. Ajarkan mereka untuk bertanya pada diri mereka sendiri sebelum memutuskan membeli seperti: "Manfaat apa yang bisa didapatkan jika barang ini dibeli?".

5. Berikan syarat jika anak meminta uang tambahan

Seiring bertambahnya usia anak, tentunya kebutuhan dan keinginan mereka bertambah. Jika anak meminta kalian untuk menambahkan uang jajannya, berikan mereka beberapa syarat yang masuk akal sebelum keinginannya ini dituruti. Ajarkan pada anak jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus mengusahakannya.

6. Jangan berikan uang jajan di luar waktu yang sudah ditentukan

Ajarkan anak untuk mengalokasikan uang yang sudah diberikan. Jangan sampai uang yang mereka pegang habis sebelum waktunya. Jika hal ini terjadi, ajarkan mereka kedisiplinan bahwa kalian tidak bisa memberikan uang lebih, karena jika kalian tetap memberikan uang tambahan, mereka akan menyepelekan dan menganggap kalian bisa memberikan mereka uang kapan saja ketika mereka sudah tidak bisa memegang uang lagi.

Setelah membaca soal ini, apakah menurut kalian, kalian sudah siap memberikan si kecil tanggung jawab soal keuangan? Literasi keuangan adalah salah satu pengetahuan yang sebaiknya mulai ditanamkan pada si kecil agar mereka bisa membiasakan diri untuk tidak menghambur-hamburkan uang dan menggunakan uang tabungan sesuai dengan kebutuhan mereka. Setelah kalian mengajarkan soal esensi menabung, kalian bisa mengajarkan mereka soal literasi keuangan yang lebih lanjut agar pengetahuan mereka mejadi luas—jika mereka sudah siap, ya!

Nah, berbicara soal pentingnya mengajarkan berbagai pengetahuan pada anak sejak dini, kini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan mereka pada berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bukan hanya soal litersi keuangan seperti yang sudah kita bahas di atas ini, kalian juga bisa mengajak si kecil belajar bahasa asing agar pikiran mereka tentang keberagaman menjadi semakin luas!

Kini, negara China adalah salah satu negara yang perkembangannya bergerak sangat cepat. Orang-orang di segala penjuru dunia berbondong-bondong mempelajari bahasa ini agar mereka tidak tertinggal era globalisasi. Tentunya, kalian tidak ingin si kecil ketinggalan, kan? Karena itu, ajak mereka untuk mempelajari bahasa Mandarin, yuk!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​