Kembali

3 menit waktu baca

Pola Makan Tidak Sehat Anak Praremaja yang Parents Harus Tahu

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 4, 2023

Parenting
blog-images

Apakah si kecil sudah mulai memilih-milih makanan dan menjadi lebih ribet dari biasanya saat mau makan? Atau bahkan, mereka suka melewatkan waktu makan mereka—entah itu sarapan, makan siang, atau makan malam? Namun, sebenarnya pola makan yang tidak sehat bukan hanya melewati jam makan, lho. Mengonsumsi terlalu banyak makanan di jam-jam tertentu juga sebenarnya tidak baik. Mau tahu apa saja contoh pola makan yang tidak sehat pada si kecil? Baca artikel ini sampai habis, ya! Lalu, ajak si kecil untuk perlahan-lahan meninggalkan kebiasaannya yang kurang baik ini. 

1. Makan camilan di tengah malam

Memberikan camilan pada anak memang bukanlah hal yang buruk. Namun, jika hal ini dilakukan secara terus-menerus dan di jam di saat di mana mereka seharusnya tidur akan menimbulkan pola makan yang sangat tidak sehat. Jika si kecil terbangun di malam hari dan merasa lapar, jangan berikan mereka kue cokelat atau makanan manis lainnya karena berat badan mereka justru akan meningkat secara drastis dalam cara yang tidak sehat. Ajarkan pada mereka bahwa dapur di rumah kalian itu adalah sebuah restoran. Siapa pun tidak bisa datang seenaknya di jam-jam tertentu. Ada jam buka dan tutup yang harus diterapkan. Namun, jika si kecil benar-benar sangat lapar, berikan saja buah atau camilan sehat lainnya untuk membantu mereka tidur, setelah itu jangan lupa untuk sikat gigi lagi sebelum tidur, ya. 

2. Melewati sarapan

Sarapan adalah makanan yang terpenting! Tanpa sarapan, anak akan merasa lemas dan tidak konsentrasi saat mereka melakukan berbagai kegiatan belajar. Selain itu, jika si kecil melewatkan sarapan, hal yang akan muncul pada diri mereka adalah keinginan untuk ngemil secara terus-terusan. Melewatkan makanan di pagi hari ini juga akan mengganggu metabolisme tubuh sehingga kalori yang terbakar akan jadi lebih sedikit. Kalian tidak perlu menyiapkan menu sarapan yang rumit untuk si kecil. Sebatas cereal atau oatmeal di pagi hari juga sudah cukup untuk membantu si kecil melewati pagi harinya, kok! 

3. Makan sambil menonton TV

Hal ini memang sepertinya sudah menjadi kebiasaan banyak orang—anak-anak hingga orang dewasa pasti memiliki kebiasaan ini. Namun, apakah parents tahu, memakan sambil menonton akan mengakibatkan kebiasaan makan tanpa berpikir atau yang biasa disebut dengan mindless eating? Saat si kecil makan sambil melakukan aktivitas lain, mereka tidak bisa mengukur sudah seberapa banyak yang mereka makan. Alhasil, mereka sering kali akan merasa kurang dengan porsinya dan terus menambah. Karena itu, mulai dari sekarang coba ajak si kecil untuk makan hanya di meja makan dan fokus pada makanannya. 

4. Makan membabi buta

Terkadang, jika si kecil dihadapkan dengan berbagai makanan favorit di depannya seperti saat makan di restoran prasmanan, napsu makan mereka bisa saja menjadi jauh meningkat dari biasanya. Mereka akan mengambil makanan dalam porsi yang jauh lebih banyak dengan jenis makanan yang beragam. Nah, hal ini bukanlah hal yang baik, tubuh mereka bisa menjadi kaget dengan porsi makanan yang masuk dan akhirnya membuat perut mereka bereaksi tidak baik. Hal ini bisa menimbulkan perut mulas atau mual.

5. Makan terlalu cepat

Melahap makanan itu tidak boleh terlalu cepat dan tidak boleh terlalu lama juga, lho! Jika terlalu cepat, bisa saja makanan yang masuk ke tubuh belum hancur secara sempurna. Selain itu, hal ini juga tidak memberikan waktu yang cukup untuk otak mengejar ketinggalan dengan perut. Sinyal rasa kenyang tidak akan mulai dikirim oleh otak sampai 120 menit setelah suapan pertama. Nah, jika makanan dilahap dalam waktu kurang dari 10 menit atau sekitar itu, sangat memungkinkan porsi makan siang jadi jauh meningkat! 

Nah, itu dia parents, kebiasaan-kebiasaan makan yang tidak sehat dan bisa menimbulkan rasa sakit pada anak. Jika kalian sudah memperhatikan si kecil melakukan satu atau beberapa hal dari poin-poin di atas, bantu mereka untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini, yuk! Berikan mereka pemahaman mengapa pola makan harus dirawat dengan baik demi kebaikan tubuh mereka. 

Selain menjaga pola makan, parents harus bisa menunjukkan pada si kecil kalau enggak hanya kesehatan tubuh saja yang harus mereka jaga. Kesehatan pikiran itu juga sama pentingnya, lho! Menjaga kesehatan pikiran juga ada banyak sekali caranya. Salah satunya adalah dengan rutin melatih otak melakukan hal-hal berguna yang bisa melatih otak agar tetap bekerja. 

Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak si kecil belajar hal-hal baru yang mereka sukai dan mereka minati. Coba ajak mereka belajar bahasa Mandarin di tempat yang seru, yuk! Di LingoAce, anak-anak bisa merasakan pembelajaran bahasa Mandarin yang imersif serta menarik dan interaktif agar mereka bisa memahami materi dengan lebih cepat. Seluruh aspek pembelajaran di LingoAce ini juga sudah bertaraf internasional, lho, seperti kurikulum dan guru-gurunya! 

Mau tahu lebih banyak soal platform e-learning ini? Yuk, daftar kelas free trial sekarangFollow juga Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​