
Akhir-akhir ini kata kripto lagi ramai sekali diperbincangkan di media sosial. Mulai dari remaja hingga orang dewasa yang berkecimpung di dunia bisnis dan yang bukan berdiskusi soal topik ini. Nah, kalau parents sudah memahami soal ini belum? Singkatnya, uang kripto atau cryptocurrency adalah mata uang yang sedang populer di beberapa tahun belakangan ini. Kini, sudah ada banyak sekali jenis mata uang kripto yang beredar. Dengan kata lain, uang kripto adalah mata uang virtual yang dilindungi oleh kode rahasia.
Banyak yang berpendapat kalau sebaiknya ilmu atau wawasan soal kripto seharusnya diajarkan dengan benar agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda atau menggunakannya dengan cara yang salah dan pada akhirnya menimbulkan kerugian. Namun, belajar soal kripto ini juga tidak bisa dilakukan dengan cara yang singkat, untuk memahami kripto, kemampuan analisis yang baik juga sangat diperlukan, lho.
Karena sedang ramai diperbincangkan oleh orang-orang dewasa dan remaja, apakah menurut kalian, anak-anak juga perlu diperkenalkan dengan kripto dengan cara yang lebih mudah dipahami? Coba kita diskusikan di tulisan ini, ya!
Dikutip dari Warta Ekonomi, sebuah data menunjukkan bahwa 66% orang Amerika percaya bahwa cryptocurrency harus diajarkan di sekolah menengah atau lebih awal, 33% di antaranya percaya bahwa seharusnya diajarkan lebih awal dari sekolah menengah atau sebelumnya.
Uang kripto memang dianggap sebagai investasi yang cukup menjanjikan karena keamanannya. Namun, sebelum mengajarkan anak-anak soal uang kripto yang cukup kompleks, sebaiknya anak-anak diajarkan tentang pentingnya mengatur keuangan mereka sendiri dengan cara yang sederhana, bukan?
Mengajarkan anak soal literasi keuangan bisa dimulai dengan cara-cara yang sederhana lebih dahulu. Yang paling pertama adalah pentingnya menabung. Coba ajarkan si kecil pentingnya menyisihkan uang jajan atau uang yang mereka dapatkan sedikit demi sedikit.
Berikan mereka celengan atau wadah penyimpan yang aman lainnya dan ajak mereka untuk memasukkan uang mereka ke dalamnya setiap hari atau setiap minggu—sesering apa pun tidaklah penting, yang terpenting adalah ajarkan mereka untuk konsisten, ya. Jangan sampai mereka hanya ingat untuk menabung di hari-hari pertama mereka diajarkan saja.
Selain itu, membuka rekening tabungan sejak dini bersama anak juga ide yang bagus, lho. Setelah si kecil sudah mengumpulkan uang dengan nominal yang cukup besar, parents bisa ajak mereka untuk mengunjungi bank dan membuka rekening tabungan. Dengan cara seperti ini, mereka bisa jadi lebih familier dengan suasana yang ada di bank dan mulai memahami bagaimana cara untuk menabung di sana.
Yang kedua, ajarkan anak untuk membedakan keinginan dan kebutuhan. Tiap anak mungkin mempunyai perasaan ingin memiliki setiap mereka melihat mainan yang mereka suka. Nah, dari sini parents bisa mengajarkan mereka untuk belajar membedakan. “Apakah mainan ini penting atau berguna untuk kamu?” Ajak mereka untuk menganalisis sedikit lebih dalam, apakah mereka memang membutuhkan barang itu atau hanya sekadar suka dan ingin?
Jika kedua cara ini sudah diajarkan pada anak, kalian bisa mengajarkan bagaimana cara mengelola uang yang baik. Saat mereka menginginkan sesuatu, tanya mereka apakah mereka bersedia jika dibeli menggunakan uang yang sudah mereka tabung, dengan begini mungkin mereka bisa berpikir apakah barang yang mereka inginkan memang pantas atau layak dibeli dengan uang yang sudah mereka tabung.
Gimana, parents? Kalian sudah mulai mengajarkan literasi keuangan pada si kecil belum? Kalau belum, tenang saja! Belum terlambat, kok, kalian bisa memulainya dari sekarang. Jika anak sudah mulai beranjak dewasa, barulah itu saat yang tepat untuk mengajarkan mereka soal investasi atau uang kripto yang lebih kompleks.
Namun, sebelum itu semua, parents tahu enggak investasi yang paling penting untuk si kecil sejak dini? Bentuk investasi yang paling penting untuk anak dan bisa digunakan secara terus menerus hingga mereka dewasa adalah edukasi! Ilmu dan wawasan yang luas tidak akan lekang oleh waktu. Ilmu yang baik bisa mereka gunakan berulang kali dan bahkan bisa mereka berikan pada orang lain juga!
Untuk memulai investasi ini, kalian bisa mengajak si kecil untuk berkenalan dengan berbagai macam hal atau pelajaran baru. Salah satunya adalah mengajarkan mereka untuk mencoba dan memulai pelajaran bahasa Mandarin sejak dini. Langkah tepat pertama untuk belajar bahasa Mandarin bisa dimulai bersama LingoAce, platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun.
Anak-anak bisa belajar bahasa Mandarin menggunakan kurikulum yang sudah terakreditasi secara global dan diajarkan oleh native speaker, lho! Belajar bahasa asing memang sebaiknya langsung diajarkan oleh ahlinya, bukan? Selain itu, orang tua akan diberikan laporan perkembangan kemampuan anak secara rutin, sehingga kalian bisa selalu ikut memantau sudah sebaik mana bahasa Mandarin mereka.
Mau tahu lebih banyak soal belajar bahasa Mandarin di LingoAce? Yuk, daftar saja langsung sekarang dan ikuti kelas free trial! Kalian juga bisa berdiskusi langsung dengan tim LingoAce untuk mengetahui program belajar mana yang cocok untuk si kecil, lho!
Mau tahu soal tips parenting dan bahasa Mandarin lainnya? Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id, ya!



