
Parents, tentunya pernah dengar autisme sebelumnya, bukan? Autisme adalah gangguan otak yang membatasi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Biasanya, tanda-tanda seseorang mengidap autisme bisa terlihat sebelum anak itu berusia tiga tahun, entah dalam spektrum yang ringan atau berat.
Beberapa anak yang menderita autisme bisa mengarahkan hidup mereka dengan daya fokus yang sangat tinggi, tapi ada juga yang harus berjuang agar mereka bisa berbicara. Selain itu, waktu dan intensitas tanda-tanda awal anak mengalami autisme juga sangat beragam. Ada anak yang menunjukkan tanda-tandanya di bulan-bulan awal mereka lahir, tapi ada juga yang terlihat ketika mereka berusia dua sampai tiga tahun.
Karena itu, parents harus memperhatikan sikap anak dengan teliti, ya, untuk melihat apakah si kecil memiliki beberapa gejala autisme. Jika parents memiliki firasat atau meraskan ada sesuatu yang mengganjal pada si keci, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi mereka ke dokter anak kepercayaan kalian.
Namun, sebelum kalia memutuskan untuk pergi ke dokter, coba lihat beberapa tanda-tanda autisme pada anak di bawah ini, ya!
1. Tidak melakukan kontak mata atau merespons saat berinteraksi
Seorang bayi biasanya akan merespons apa yang mereka lihat atau mereka dengar, terutama suara ibu dan ayahnya. Jika bayi hanya terdiam tanpa memberikan respons, seperti seolah-olah mereka tidak mendengar apa-apa, ada kemungkinan bayi ini mengidap autisme. Anak yang mengidap autisme lebih jarang melihat dan mendengarkan orang lain, mereka juga tidak memberi respons saat namanya dipanggil atau menunjukkan ekspresi wajah.
2. Tidak mengoceh
Umumnya, sebelum anak mulai berbicara, bayi akan mulai mengoceh karena mereka ingin bereksperimen dengan suaranya sendiri saat mereka berusia sekitar 6 bulan. Namun bayi yang mengidap autisme biasanya mereka tidak mengoceh di sekitar usia 6 bulan hingga 9 bulan. Saat anak berbicara, hal ini bisa mendukung proses belajar mereka, sehingga kehilangan kemampuan verbal di usia awal bisa memengaruhi perkembangan kognitif anak.
3. Menunjukkan perilaku yang berulang
Balita dengan spektrum autisme cenderung mengulangi tindakan atau gerakan yang sama berulang-ulang, yang mana menurut penelitian, hal ini bisa membantu mereka menenangkan diri mereka sendiri. Hal yang mereka lakukan berulang-ulang ini bisa berupa menggoyang-goyangkan tubuh, berputar, atau menepuk-nepuk tangannya. Mereka bisa saja menjadi obsesif dengan salah satu perilaku tersebut.
4. Sulit berkomunikasi
Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme bisa menunjukkan variasi suara, kata, dan gerakan yang berkurang secara signifikan ketika mereka mencoba berkomunikasi. Anak dengan autisme umumnya tidak bermain dengan orang lain, jika seorang balita secara konsisten tidak berinteraksi dengan orang tuanya atau anak-anak lain seumurannya, sebaiknya orang tua segera diskusikan dengan dokter.
5. Memiliki ketertarikan pada suatu objek secara intens
Anak yang mengidap autisme bisa saja memiliki ketertarikan pada suatu hal dan menjadi sangat fokus, sehingga mereka bisa menjadi ahli dalam hal ini. Jika mereka sudah tertarik pada suatu hal, mereka akan mengulangi atau bermain dengan hal itu secara terus-menerus tanpa mengenal waktu, mereka akan mencoba memuaskan rasa penasaran yang ada di kepala mereka. Karena itu, beberapa anak autis justru menjadi sangat pintar saat mereka sudah memiliki ketertarikan pada sesuatu.
Hal yang sangat menarik dari anak yang menderita autisme, seperti yang sudah dijelasikan di atas adalah ketika mereka sudah fokus pada satu hal, mereka akan sangat sulit untuk merasa ter-distract, mereka bisa menguasai suatu hal atau suatu bidang dengan baik karena tingkat fokus mereka yang sangat tinggi. Nah, salah satu hal yang bisa diperkenalkan pada mereka adalah bahasa asing yang sangat beragam, seperti contohnya bahasa Mandarin.
Jika mereka ingin menguasai atau tertarik belajar bahasa Mandarin, coba daftarkan mereka ke LingoAce saja! Bersama LingoAce, anak akan mendapatkan pengalaman belajar bahasa Mandarin yang sangat seru dan sangat spesial. Sebelum memulai kelas, orang tua bisa konsultasi terlebih dulu dengan tim LingoAce agar kalian bisa dibantu untuk menentukan program belajar yang terbaik untuk si kecil. Guru-guru LingoAce juga sudah memiliki banyak pengalaman belajar sebelumnya, sehingga mereka bisa menyesuaikan diri mereka dengan tiap anak yang akan mereka ajarkan.
Selain itu, kurikulum yang digunakan LingoAce juga sangat beragam, lho! LingoAce bahkan juga menyediakan kurikulum untuk anak yang belum pernah belajar bahasa Mandarin atau tidak memiliki basic bahasa Mandarin yang baik, karena itu jangan ragu untuk mencoba belajar di sini, ya!
Jika kalian masih ragu, cek saja kelas free trial bahasa Mandarin LingoAce dengan daftar di sini! Follow juga Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk melihat berbagai keseruan lainnya!



