Kembali

3 menit waktu baca

Benarkah Bulan Buatan Tiongkok Lebih Terang dari yang Asli?

By ID LingoAce Team |Indonesia |July 4, 2023

Trending
blog-images

Tiongkok memang sangat ahli dalam membuat berbagai macam terobosan teknologi yang baru dan berbeda. Tiongkok pernah membuat bulan buatan, lho! Bisa bayangkan enggak kalian, benda langit yang terang jauh di sana bisa Tiongkok buat tiruannya! Wah, sepertinya orang-orang yang tinggal di Tiongkok sudah sangat pintar hingga bisa berpikir jauh ke sana, ya. Nah, yang sekarang jadi pertanyaan banyak orang adalah: Seberapa terang, ya, cahaya bulan buatan ini? Apakah bulan buatan ini hasilnya bisa menjadi lebih terang dibandingkan bulan yang ada sekarang?

Jawabannya adalah… lebih terang, lho! Bulan in nantinya akan memiliki cahaya delapan kali lebih terang dari bulan yang asli yang menerangi kita semua saat malam. Bulan buatan ini dibuat dalam bentuk satelit dan menggantikan lampu kota yang menerangi kota Chengdu di Tiongkok dan sekitarnya sebagai pengganti lampu-lampu yang ada di jalanan di Tiongkok. Nantinya, satelit bulan buatan ini akan memancarkan sinar di area dengan diameter 10 hingga 80 kilometer.

Selain itu, satelit bulan ini akan memiliki lapisan yang dapat memantulkan cahaya dari matahari dengan sayap seperti panel surya, dan sayap-sayap ini nantinya bisa dikendalikan untuk menyindari daerah-daerah yang memerlukan cahaya. Wah, memang keren banget, ya? Walau ukurannya lebih kecil dibandingkan bulan yang asli, cahaya yang dihasilkan oleh bulan buatan ini bisa jadi jauh lebih terang!

Pengujian bulan buatan ini sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu untuk memantapkan pelundurannya. Kalian juga mau menikmati cahaya dari bulan buatan ini atau enggak? Yuk, kita jalan-jalan ke Tiongkok biar bisa ikut menikmati cahaya terangnya bulan buatan Tiongkok.

Eh, tapi kalau mau ke Tiongkok tentunya kalian harus bisa bahasa Mandarin juga, kan? Jangan sampai kalian pergi ke negara asing tanpa memahami bahasa yang ada di daerah itu! Bahasa Mandarin enggak sulit untuk dipelajari, kok! Mau tahu seperti apa mudahnya belajar bahasa Mandarin? Langsung saja cobain belajar bahasa Mandarinnya di LingoAce!

LingoAce adalah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Melalui platform ini, anak akan belajar bahasa Mandarin dengan cara yang menyenangkan dan efektif agar mereka tidak akan bosan saat belajar. Guru-guru yang mengajar bahasa Mandarin di LingoAce adalah seorang native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya. Enggak perlu khawatir, deh, kalau si kecil akan bosan saat belajar.

Kurikulum yang digunakan LingoAcejuga sudah terakreditasi secara global, lho! Program belajarnya juga bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin anak. Di LingoAce Indonesia, ada dua macam kurikulum: Kurikulum International dan Kurikulum Singapore. Untuk anak-anak yang belum bisa bahasa Mandarin sama sekali, akan disarankan untuk mengikuti Kurikulum International, sedangkan yang sudah memahami dasar-dasar bahasa Mandarin akan disarankan untuk mengikuti Kurikulum Singapore.

Lalu, jika kalian masih ragu, kurikulum mana yang cocok untuk si kecil, kalian bisa mendapatkan satu kelas free trial untuk memastikan kemampuan si kecil! Dari kelas free trial ini, kalian bisa melihat suasana belajar di kelas LingoAce dan kalian bisa mendapatkan laporan khusus yang detail tentang kemampuan bahasa Mandarin anak!

Wah, benefit yang sangat banyak dari sebuah kelas free trial, kan? Sudah jadi tertarik untuk ikutan belajar di LingoAce?

Yuk, daftar sekarang dan jadilah bagian dari LingoAce!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​